Ciri Ciri Saraf Kejepit

1Saraf adalah jalinan serat-serat yang menghubungkan organ tubuh dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta antar bagian sistem saraf lainnya. Sementara sistem saraf merupakan kompleks jaringan saraf dan sel-sel yang bertugas membawa pesan dari dan menuju otak serta sumsum tulang belakang ke seluruh bagian tubuh. Saraf-saraf dalam tubuh manusia ini seperti jalinan kawat elektrik yang membawa informasi dari otak menuju seluruh bagian tubuh dan sebaliknya.
Penyebab jepitan saraf di bagian tulang belakang (stenosis) dapat berupa tumor saraf tulang belakang, infeksi dan sebaran infeksi tulang belakang, sebaran kanker ke tulang belakang, penyakit degenerasi atau penuaan dini jaringan, dan trauma atau benturan pada tulang belakang.
Penuaan dini jaringan di daerah tulang belakang dapat berupa penuaan dini bantalan antar ruas tulang belakang yang mengakibatkan timbulnya tonjolan pada ruas tulang belakang (Herniasi nucleus pulposus = HNP). HNP adalah penyakit degenerasi pada areal tulang belakang yang menjadi awal proses penjepitan saraf tulang belakang yang berakibat fatal yaitu kelumpuhan.
Nyeri pada pada bagian tubuh, khususnya punggung bisa dikarenakan saraf Anda terjepit. Ketahuilah bahwa saraf terjepit perlu penanganan yang serius agar tidak menimbulkan kerusakan permanen atau kelumpuhan. Lalu, apa penyebabnya? Saraf terjepit atau radiculopati cervical bisa disebabkan Anda salah posisi saat tidur atau mengangkat barang. Jika sebuah saraf terjepit, maka bisa mengganggu aliran rangsangan ke saraf lainnya sehingga mempengaruhi perjalanan jaringan saraf.

Berikut ciri-ciri saraf terjepit:
5*) Nyeri Jika terjadi pada punggung, maka biasanya ditandai dengan nyeri pada punggung bagian bawah. Nyeri yang dirasakan itu bisa menyebar ke bagian lain sehingga ke bagian tungkai serta betis. Selain itu, pada saat batuk rasa nyeri itupun semakin hebat. saraf terjepit
*) Kesemutan Sebuah saraf bisa terjepit jika ada terlalu banyak tekanan yang diterima saraf tersebut. Tekanan ini berasal dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot atau urat. Tekanan tersebut mengganggu fungsi dan saraf sehingga menyebabkan sakit, kesemutan, dan mati rasa.
*) Sakit di bagian belakang kaki Saraf terjepit bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Jika saraf terjepit pada lempengan tulang bagian bawah, maka akan memberikan tekanan pada suatu akar saraf yang bisa menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kaki atau linu panggul. Itulah ciri-ciri saraf terjepit. Jika kondisi tersebut diabaikan atau tak segera diobati, maka jaringan saraf di sekitarnya jadi terganggu dan kemungkinan menyusut sehingga mengakibatkan kelemahan akut. Untuk mengobati gangguan kesehatan ini, Anda bisa beristirahat total yang bisa memperburuk tekanan saraf. Namun, hal tersebut juga tergantung dari lokasi saraf terjepit. Pada bagian tertentu, seperti leher terkadang membutuhkan bantuan penyangga. Selain itu, obat-obat antiinflamasi non-steroid juga bisa menjadi pilihan, seperti ibuprofen dan naproxen.

Sedangkan gabapentin dan pregabalin lebih spesifik digunakan pada gangguan saraf yang hanya bisa diperoleh dari resep dokter. Namun, jika tak ada perbaikan dalam beberapa minggu, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan terapi fisik, obat-obatan untuk mengurangi nyeri atau operasi untuk menghilangkan tekanan di saraf. Adapun cara mencegahnya yaitu menjaga postur tubuh yang baik, olahraga untuk menjaga kelenturan dan kekuatan otot, menghindari aktivitas berulang, dan menjaga berat badan.

Filed under: Uncategorized

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!