Gejala Dan Penanganan Shock Anafilaktik  

Syok anafilaktik merupakan suatu reaksi alergi yang cukup serius. Penyebabnya bisa bermacam macam mulai dari makanan, obat obatan, bahan bahan kimia dan gigitan serangga. Disebut serius karena kondisi ini dapat menyebabkan kematian dan memerlukan tindakan medis segera.

3
*) Gejala Shock Anafilaktik
Berikut tanda dan gejala syok anafilaktik yang harus diketahui :
   
* Bercak kemerahan pada kulit yang disertai dengan rasa gatal.
   
* Bengkak pada tenggorokan dan atau organ tubuh yang lain.
   
* Sesak atau kesulitan untuk bernafas.
  
* Rasa tidak nyaman pada dada (seperti diikat dengan kencang).
   
* Suara serak.
  
* Kehilangan kesadaran.
   
* Kesulitan menelan.
   
*Diare, sakit perut  dan muntah muntah.
   
* Kulit menjadi merah atau pucat.

 
*) Penanganan Shock Anafilaktik
2Bila tekanan darah tetap rendah, diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi shock anafilaktik. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. Pemilihan jenis cairan antara larutan kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Pada dasarnya, bila memberikan larutan kristaloid, maka diperlukan jumlah 3–4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. Biasanya, pada shock anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20–40% dari volume plasma. Sedangkan bila diberikan larutan koloid, dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. Tetapi, perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin.      
* Dalam keadaan gawat, sangat tidak bijaksana bila penderita shock anafilaktik dikirim ke rumah sakit, karena dapat meninggal dalam perjalanan. Kalau terpaksa dilakukan, maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung.       
* Kalau shock sudah teratasi, penderita jangan cepat-cepat dipulangkan, tetapi harus diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2–3 kali suntikan, harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi.

Filed under: Uncategorized

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!