Penyebab Dan Gejala Penyakit Hydrocephalus

3Penyakit hydrocephalus (kepala yang membesar) terjadi apabila terdapat penumpukan cairan di dalam otak anak. Kelebihan cairan dalam otak ini bisa memampatkan daerah di sekitarnya, jaringan otak menjadi rapuh, kerusakan otak dan jika tidak segera diatasi bisa berakibat fatal. Prevalensi dari penyakit ini adalah 1 dari 500 anak yang lahir.

Otak manusia seperti gelatin atau agar-agar yang mengapung dalam serebrospinal (cairan di otak). Cairan ini mengalir melalui ventrikel yaitu suatu struktur terbuka dan saling berhubungan yang akhirnya mengalir ke dalam ruangan di otak dan diserap ke dalam aliran darah.

Hydrocephalus biasanya terjadi karena ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan dari cairan serebrospinal. Karena tidak seimbang akibatnya tidak bisa mempertahankan tekanan normal dalam otak dan aliran cairan ini terganggu. Ketidakseimbangan itu bisa diakibatkan oleh saluran antara ventrikel yang menyempit atau tubuh yang tidak dapat menyerap cairan secara baik.

Seperti dikutip dari Pediatrics, sampai saat ini belum semua penyebab hydrocephalus dapat dipahami dengan baik. Ada kemungkinan juga disebabkan oleh warisan genetik atau gangguan perkembangan seperti yang berkaitan dengan cacat tabung saraf termasuk spina bifida dan encephalocele. Kemungkinan lain bisa akibat komplikasi dari kelahiran prematur dengan penyakit seperti cedera kepala traumatis atau pendarahan yang dapat menghalangi ventrikel.

Penyakit ini sampai saat ini belum bisa disembuhkan, kalaupun dilakukan operasi hal ini hanya berguna untuk membuatkan lubang agar cairan tersebut tidak menerus menumpuk dan untuk memperpanjang kelangsungan hidupnya.
Jumlah dari orang-orang yang mengembangkan hydrocephalus atau yang sekarang ini hidup dengannya adalah sulit untuk diperkirakan karena tidak ada registrasi nasional atau database dari orang-orang dengan kondisi ini. Bagaimanapun, ahli-ahli memperkirakan bahwa hydrocephalus mempengaruhi kira-kira 1 dalam setiap 500 anak-anak.
*) Penyebab Hydrocephalus

Penyebab-penyebab dari hydrocephalus masih belum dimengerti dengan baik. Hydrocephalus mungkin berakibat dari kelainan-kelainan genetik yang diturunkan (seperti kerusakan genetik menyebabkan aqueductal stenosis) atau penyakit-penyakit perkembangan (seperti yang berhubungan dengan kerusakan-kerusakan tabung neural termasuk spina bifida dan encephalocele). Penyebab-penyebab yang mungkin lainnya termasuk komplikasi-komplikasi dari kelahiran premature seperti intraventricular hemorrhage, penyakit-penyakit seperti meningitis, tumor-tumor, luka kepala traumatic, atau subarachnoid hemorrhage, yang menghalangi jalan keluar dari CSF dari ventricles ke cisterns atau mengeliminasi jalan-jalan lintasan untuk CSF kedalam cisterns.
*) Gejala-Gejala Dari Hydrocephalus

1Gejala-gejala dari hydrocephalus bervariasi dengan umur, kemajuan penyakit, dan perbedaan-perbedaan individu dalam toleransi pada kondisi. Contohnya, kemampuan bayi untuk mengkompensasi tekanan CSF yang meningkat dan pembesaran dari ventricles berbeda dari kaum dewasa . Tengkorak bayi dapat meluas untuk mengakomodasi penambahan dari CSF karena sutures (sendi-sendi yang berserabut yang menghubungkan tulang-tulang dari tengkorak) masih belum merapat atau menutup. Pada masa kanak-kanak, indikasi yang paling jelas dari hydrocephalus adalah seringkali peningkatan yang cepat dalam lingkar kepala atau ukuran kepala yang besarnya tidak biasa. Gejala-gejala lain mungkin termasuk muntah, ngantuk, sifat lekas marah, penyimpangan yang menurun dari mata-mata (juga disebut “sunsetting”), dan seizures. Anak-anak yang lebih tua dan kaum dewasa mungkin mengalami gejala-gejala yang berbeda karena tengkorak-tengkorak mereka tidak dapat meluas untuk mengakomodasi penumbuhan dari CSF. Gejala-gejala mungkin termasuk sakit kepala diikuti oleh mual, muntah, papilledema (pembengkakan dari cakram optik yang adalah bagian dari syaraf optik), penglihatan yang kabur atau double, sunsetting dari mata-mata, persoalan-persoalan dengan keseimbangan, koordinasi yang buruk, gangguan gaya berjalan, tidak dapat menahan buang air kecil, kemajuan perkembangan yang melambat atau kehilangan, kelesuan, keadaan mengantuk, mudah lekas marah, atau perubahan-perubahan lain pada kepribadian atau kesadaran termasuk kehilangan memori. Gejala-gejala dari normal pressure hydrocephalus termasuk, persoalan-persoalan dengan berjalan, kontrol kandung kemih yang menjurus pada frekwensi kencing dan/atau ketidak tahanan untuk membuang air besar, dan gangguan mental yang progresif dan dementia. Individu dengan tipe hydrocephalus ini mungkin mempunyai perlambatan umum dari gerakan-gerakan atau mungkin mengeluh bahwa kaki-kakinya terasa “stuck.” Karena beberapa dari gejala-gejala ini mungkin juga dialami pada penyakit-penyakit lain seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan penyakit Creutzfeldt-Jakob, normal pressure hydrocephalus seringkali secara tidak benar didiagnosa dan tidak pernah dirawat dengan benar. Dokter-dokter mungkin menggunakan kebaragaman dari tse-tes, termasuk scans otak (CT dan/atau MRI), spinal tap atau lumbar catheter, intracranial pressure monitoring, dan tes-tes neuropsychological, untuk membantu mereka secara akurat mendiagnosa normal pressure hydrocephalus dan menyampingkan segala kondisi-kondisi lain. Gejala-gejala yang digambarkan di bagian ini bertanggung jawab untuk kebanyakan cara-cara yang khas dimana hydrocephalus yang progresif menunjukan dirinya , namun adalah penting untuk mengingat bahwa gejala-gejala bervariasi secara signifikan dari orang ke orang berikutnya.

yang dicari :

  • Apa itu penyakit hydrocepalus
  • penyebab hidrocepalus

Filed under: Uncategorized

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!