Tenggelam dan  Tanda Asfiksia

6Karena mekanisme kematian pada kasus tenggelam bukan murni disebabkan oleh asfiksia, maka ada sementara ahli yang tidak memasukkan tenggelam ke dalam kelompok asfiksia mekanik.

Dikenal beberapa terminologi yang terkait kasus tenggelam, antara lain :
* Wet drowning.

Pada keadaan ini cairan masuk ke dalam saluran pernafasan setelah korban tenggelam. Kematian terjadi setelah korban menghirup air. Jumlah air yang dapat mematikan, jika dihirup paru-paru adalah sebanyak 2 liter untuk orang dewasa dan 30-40 ml untuk bayi.
* Dry drowning.

Pada keadaan ini, cairan tidak masuk ke dalam saluran pernafasan, akibat spasme laring dan kematian terjadi sebelum menghirup air.
* Secondary drowning

Terjadi gejala bebertapa hari setelah korban tenggelam dan diangkat dari dalam air dan korban meninggal akibat komplikasi.
* Immersion syndrome

Korban tiba-tiba meninggal setelah tenggelam dalam air dingin akibat refleks vagal yang menyebabkan cardiac arrest. Keadaan tersebut hanya dapat dijelaskan oleh karena terjadinya fibrilasi ventrikel dan dapat dibuktikan bahwa pada orang yang masuk ke air dingin atau tersiram air yang dingin, dapat mengalami ventricular ectopic beat. Alkohol dan makan terlalu banyak merupakan faktor pencetus.

 

*) Patofisiologi Akibat Tenggelam
• Dalam air tawar

2Pada keadaan ini terjadi absorbsi/aspirasi cairan masif hingga terjadi hemodilusi oleh karena konsentrasi elektrolit dalam air tawar lebih rendah daripada konsentrasi dalam darah. Air akan masuk ke dalam aliran darah sekitar alveoli dan mengakibatkan pecahnya sel darah merah (hemolisis).
Akibat pengenceran darah yang terjadi, tubuh mencoba mengatasi keadaan dengan melepaskan ion kalium dari serabut otot jantung hingga kadar ion kalium dan plasma meningkat, terjadi perubahan keseimbangan ion K+ dan Ca++ dalam serabuit otot jantung dapat mendorong terjadinya febrilasi ventrikel dan penurunan tekanan darah, yang kemudian menyebabkan timbulnya kematian akibat anoksia otak. Kematian dapat terjadi dalam waktu 5 menit.
• Dalam air asin

Konsentrasi elektrolit cairan asin lebih tinggi daripada dalam darah, sehingga air akan ditarik dari sirkulasi pulmonal ke dalam jaringan interstitial paru yang akan menimbulkan edema pulmoner, hemokonsentrasi, hipovolemi dan kenaikan kadar magnesium dalam darah. Hemokonsentrasi akan mengakibatkan sirkulasi menjadi lambat dan menyebabkan terjadinya payah jantung. Kematian terjadi kira-kira dalam waktu 8-9 menit setelah tenggelam.
*) Adapun mekanisme kematian pada orang tenggelam dapat berupa :

1. Asfiksia akibat spasme laring4

2. Asfiksia karena gagging dan choking

3. Refleks vagal

4. Fibrilasi ventrikel (dalam air tawar)

5. Edema pulmoner (dalam air asin)

Filed under: Uncategorized

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!