Alasan-alasan Individu Memenuhi Kebutuhan Afiliasi

Alasan-alasan Individu Memenuhi Kebutuhan Afiliasi

Setiap individu memiliki alasan yang berbeda – beda dalam memenuhi kebutuhan afiliasi. Beberapa para ahli mengemukakan alasan – alasan seseorang untuk berafiliasi. Menurut McAdams dan Losof (dalam Sarlito, 1999 : 201) alasan individu berafiliasi diantaranya adalah :

a. Kebutuhan untuk mengurangi kecemasan atau ketidakpastian1

b. Mendapat rangsang positif dari orang lain

c. Mendapat dukungan emosional

d. Mendapat perhatian dari orang lain
Zimbardo dan Formika (dalam Zimbardo, 1980 : 256) mengemukakan bahwa dalam
keadaan yang tidak menekankan individu berafiliasi untuk dicintai dan mencintai, untuk menghibur diri dan berbagi dengan orang lain. Sedangkan bila dalam keadaan yang menekan, individu akan berafiliasi dengan alasan selain untuk menghibur diri, juga untuk membandingkan emosi dirinya dengan orang lain dan melakukan katarsis (berbicara dengan orang lain akan mengurangi tekanan).

Boyatzis (dalam A.S Munandar, 1993 : 77) mengatakan keinginan berafiliasi berdasarkan dua cara, yaitu :

a. Approach Affiliation

Yaitu persahabatan yang berdasarkan keinginan untuk menciptakan, membangun hubungan baik, penuh kasih sayang, mengadakan kontak dengan orang lain.
b. Avoidance Affiliation

Yaitu persahabatan yang berdasarkan keinginan untuk menghindari sesuatu. Menyangkut keinginan untuk mempertahankan persahabatan, takut ditolak atau ditinggalkan sendirian oleh orang lain. Selalu ingin mencari persetujauan dengan orang lain, mencari pertolongan untuk meyakinkan diri bahwa orang lain masih tetap ingin bersahabat dan menaruh perhatian pada dirinya.
James dan Joan (1990 : 247) menyatakan bahwa seorang individu memiliki alasan untuk berafiliasi berdasarkan tiga teori, yaitu :
a. Social Change Theory (Teori Pertukaran Sosial)

Seseorang berafiliasi untuk mencapai tujuan tertentu, tujuan ini hanya dapat dicapai bila individu berafiliasi dengan orang lain. Berafiliasi dengan orang lain dijadikan perantara untuk mencapai tujuan.
b. Reinforcement Theory (Teori Penguatan)

Kebutuhan akan penghargaan maupun identitas diri hanya dapat dipenuhi bila ada orang lain. Oleh sebab itu individu berafiliasi dengan keinginan untuk mendapatkan penghargaan maupun identitas diri.
c. Social Comparison Theory (Teori Perbandingan Sosial)

Individu berafiliasi untuk membandingkan perasaan mereka sendiri dengan perasaan orang lain dalam situasi yang sama.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa individu memiliki alasan untuk memenuhi kebutuhan afiliasi karena adanya tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan sosial, individu dapat menghibur diri serta dapat membandingkan perasaan emosinya dengan orang lain. Tanpa afiliasi individu tidak akan dapat bekerja sendiri dalam mencapai tujuan.

 

Kebutuhan Afiliasi pada Lanjut Usia

Pada dasarnya kebutuhan berafiliasi ada pada setiap manusia, pada lanjut usia kebutuhan berafiliasi dilakukan dengan menjalin persahabatan, secara khusus sahabat berfungsi penting untuk kesehatan psikologisnya dan sahabat dimasa – masa sulit yang dialaminya (Lewittes, 1998 : 99).

Selain keluarga, lanjut usia di panti werdha akan berusaha memenuhi kebutuhan berafiliasinya dengan menjalin hubungan yang baik dengan teman – teman di panti. Kesempatan memilih sahabat merupakan hal yang penting bagi para lanjut usia terutama bagi lanjut usia yang tidak dapat lagi mengontrol hal – hal lain dalam hidup lanjut usia. Keakraban suatu persahabatan penting untuk meyakinkan apakah lanjut usia masih dihargai dan diperlukan walaupun lanjut usia telah kehilangan beberapa hal yang berarti dalam hidupnya, seperti kesehatan dan lain – lainnya.
Penelitian ini menekankan pada aspek yang berbeda dari persahabatan pada lanjut usia yaitu adanya persamaan minat, keterlibatan sosial dan saling membantu. Bagi para lanjut usia, kebutuhan afiliasi berfungsi untuk memahami perasaan dan pikiran-pikirannya yang paling dalam, membicarakan kecemasan dan keluhan-keluhan penyakit yang dideritanya, berbagi rasa dan pengalaman sehubungan dengan perubahan dan krisis-krisis yang dihadapinya pada masa tua (Papalia & Olds, 1992 : 147).

Beberapa studi menemukan bahwa kebutuhan berafiliasi secara nyata berefek positif terhadap semangat hidup, kebahagiaan, dan kepuasan hidup diantara orang lanjut usia (Aizenberg & Treas; Fisher & rekan; Roberto & Kimboko dalam Lemme, 1995 : 90).

Menurut Havighurst (dalam Hurlock, 1992 : 10) membagi tugas perkembangan, yaitu :

a. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan.

b. Menyesuaikan diri dengan masa pensiunan dan berkurangnya pendapatan.

c. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup.

d. Membentuk hubungan dengan orang – orang seusia.

e. Pengaturan kehidupan fisik yang menyenangkan atau memuaskan.

f. Menyesuaikan diri dengan persaan sosial yang luwes.
5Menurut Hurlock (1992 : 442) juga ada kebutuhan lanjut usia yang diperlukan untuk mencapai kebahagiaan pada masa tua, yaitu : kebutuhan yang diterima “acceptance”, kebutuhan afektif “affection”, kebutuhan prestasi “achievement”.
Hasil survey menemukan semangat hidup pada lanjut usia lebih kuat hubungannya pada interaksi dengan sahabat. Dengan adanya sahabat dapat memberikan stimulasi nilai, menambah daya tarik dan kesempatan untuk bersosialisasi dalam hidup, memperluas pengetahuan, memberikan ide atau pandangan (Babhuck; Geneway dalam Papalia & Olds, 1992 : 146).
Hubungan lanjut usia dengan teman – teman di panti memang berbeda hubungannya dengan keluarga karena lanjut usia dapat memilih dengan siapa lanjut usia ingin berteman. Menurut Lewittes (1998 : 55) lanjut usia memilih sahabatnya atas dasar beberapa hal yaitu : kesamaan usia, kesamaan jenis kelamin, tempat tinggal, kesamaan suku, kesamaan status sosial-ekonomi, persamaan status perkawinan.
Dari uraian diatas, maka dapat ditari kesimpulan bahwa definisi kebutuhan berafiliasi pada lanjut usia adalah suatu keinginan yang mendorong seseorang untuk menjalin hubungan persahabatan yang positif dan berafeksi dengan orang lain, dengan cara berbagi rasa dan pengalaman sehubungan dengan krisis yang dihadapinya pada masa tua.

yang dicari :

%d bloggers like this: