Diagnosa Dan Pengobatan Kanker Usus 12 Jari

Diagnosa Dan Pengobatan Kanker Usus 12 Jari

penyakit kanker, kanker usus 12 jari

kanker usus 12 jari

Kanker usus duabelas jari tidak terlalu jelas manifestasinya, tidak ada yang spesifik, pada tahap dini tidak memiliki gejala apapun, tapi juga bisa terasa nyeri di perut, ketidaknyamanan epigastrium dan gejala umum lainnya. Seiring berkembangnya tumor, mungkin bisa meningkatkan sakit pada perut, muntah, pendarahan, penurunan berat badan, mungkin juga ada sakit kuning, darah pada feses dan gejala lain yang akan muncul. Jadi bagaimana cara mendiagnosis kanker usus duabelas jari

Diagnosa kanker Usus 12 Jari

1. Kontras barium ganda : dengan pemeriksaan kontras barium ganda dapat terlihat bagian yang terjadi perubahan patologis mukosa yang menebal, ada kecacatan di polip dan rongga usus 12 jari mengalami penyempitan.

2. Serat duodenum endoskopi: dengan serat endoskopi dapat terlihat bagian yang terjadi perubahan patologis pada ulserasi mukosa, dan dapat melihat permukaan mukosa apakah ada organisme yang mati atau rusak.

3. B USG, USG endoskopi dan CT scan: Anda dapat melihat penebalan dinding lokal, dan dapat memahami ruang lingkup invasi tumor, kedalaman, bagian sekitarnya atau adanya metastasis getah bening sampai hati dan kondisi organ perut lainnya.

4. Celiac arteri selektif dan angiografi mesenterika superior: melalui pemeriksaan di atas, belum tentu dapat didiagnosis sebagai kanker usus 12 jari, bisa memilih melakukan celiac arteri selektif dan arteriografi mesenterika superior untuk membantu mendiagnosis.

Pengobatan Kanker Usus12 Jari

Setelah ditemukan bahwa adanya kanker usus duabelas jari, pasien tidak boleh menyerah, harus diobeti secara aktif, tapi mengahadapi banyak pengobatan, pasien harus bagaimana memilih pengobatan?

Pengobatan kanker usus duabelas jari diantaranya:

1. operasi: operasi adalah pengobatan pilihan untuk kanker usus duabelas jari. Operasi menurut lokasi kanker dan juga tingkat keparahannya, yaitu: Pankreatikoduodenalis reseksi, reseksi segmental dari tabung usus duabelas jari, sebagian besar reseksi tumor papilla dan reseksi lambung. Tapi sisa sel kanker rentan untuk kambuh.

2. radioterapi dam kemoterapi: Radioterapi dan kemoterapi tidak berpengaruh signifikan pada kanker usus duabelas jari, tetapi kemoterapi dapat memperpanjang waktu kelangsungan hidup pasien, dan radioterapi dan kemoterapi dapat digunakan bersama dengan atau setelah operasi bedah dapat meningkatkan tingkat reseksi dan mengurangi kambuhnya kanker usus duabelas jari.

3. endoskopi stenting: Pada pasien pra-operasi dengan tumor besar yang membungkus pembuluh darah penting sehingga tidak dapat dilakukan operasi pengangkatan, atau pada pasien dengan kondisi metastasis yang luas, dapat dilakukan pemasangan cincin di bagian bawah pada saat tindakan Encoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography, ERCP atau dengan Percutaneous transhepatic cholangiodrainage (PTCD).

4. Pengobatan radio partikel: Melalui hasil pemeriksaan CT atau MRI pada pasien dapat terlihat besar kecilnya tumor kemudian dimasukkan ke dalam tiga dimensi Treatment Planning System (TPS) agar tumor tersebut dapat terlihat menjadi gambar tiga dimensi dengan ukuran dan bentuk yang sama dengan aslinya. Kemudian berdasarkan lokasi tumor, bentuk, dan ukurannya, dapat ditentukan rencana keseluruhan pengobatan lalu ditentukan jumlah banyaknya partikel yodium dan lokasi yang sesuai untuk penanaman partikel yodium.

penyakit kanker, kanker usus 12 jari

kanker usus 12 jari

Biji partikel 125I dengan perangkat khusus dapat langsung ditanam pada jaringan tumor di bawah alat CT atau USG, biji partikel 125I mempunyai sifat radioaktif yang dapat memancarkan sinar gamma (?) terus menerus dengan jangkauan sinar yang pendek untuk membunuh sel tumor, Biji partikel 125I yang ditanam berperan sebagai terapi radiasi di dalam tubuh, dan pada metode pengobatan ini tidak akan menimbulkan efek samping.

Perawatan Untuk Penderita Kanker 12 Jari

 
1. pasien harus berhenti merokok, tidak meminum minuman beralkohol, teh yang terlalu kental dan kopi

 
2. pasien tidak boleh makan berlebihan, kurangi makanan pedas dan kasar.

 
3. Kurangi minum minuman obat yang bisa merangsang iritasi gastrointestinal

 
4. Pasien harus banyak makan sayur dan buah segar

 
5. Pasien harus mengatur pola makan teratur dan kaya akan gizi

 
6. Harus mencegah makan makanan yang terkontaminasi, dan memperhatikan kebersihan dari alat alat makan pasien.

yang dicari :

%d bloggers like this: