Diagnosa Dan Pengobatan Pre Menstrual Synrome

Diagnosa Dan Pengobatan Pre Menstrual Synrome

   

pre menstrual syndrome

pre menstrual syndrome

Untuk menangani nyeri atau rasa sakit akibat PMS obat yang biasa digunakan adalah ibuprofen dan asetaminofen.
   
Melakukan gaya hidup sehat termasuk berolahraga dan diet rendah lemak juga dapat mengurangi gejala PMS.
   
Beberapa perempuan mungkin akan menggunakan kontrasepsi oral untuk mengurangi gejala PMS.
   
Dengan memahami gejala-gejala PMS tersebut, diharapkan para perempuan yang menderita karenanya akan lebih baik dalam memahami dan melakukan penanganan yang sesuai dengan kondisi mereka.
   
Jika mengalami gejala PMS parah dan sangat mengganggu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mendapatkan penanganan yang tepat
Diagnosa Pre Menstrual Syndrome

Dalam mendiagnosa PMS, adalah sangat penting untuk menyingkirkan apakah ada penyakit lain yang mendasari timbulnya gejala yang dirasakan. PMS dapat diduga pada wanita yang mengalami gangguan fisik ataupun mental beberapa saat sebelum menstruasi yang berlangsung setiap siklus.

Ada 3 (tiga) elemen penting yang menjadi dasar diagnosa apakah seorang wanita mengalami PMS yaitu jika ditemukan :
1. Gejala yang sesuai dengan gejala PMS

2. Dialami setiap siklus menstruasi (konsisten)

3. Menimbulkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari
Pengobatan Pre Menstrual Syndrome

PMS harus dibedakan dengan perubahan yang biasa dirasakan sebelum menstruasi (simple pre menstrual symptoms) yang tidak menimbulkan gangguan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari misalnya rasa tegang pada payudara. Keadaan ini adalah ciri khas dari siklus ovulasi normal yang terjadi setiap bulan.
*) Terapi

Sebaiknya seorang wanita yang diduga menderita PMS mencatat keluhan yang dirasakannya dalam sebuah diari yang disebut PMS diary. Dengan adanya catatan tersebut dapat menegakkan diagnosa serta pengobatan. Tujuan dari pengobatan PMS adalah untuk mengurangi bahkan menghilangkan gejala yang ada, mengurangi akibat yang timbul dari PMS dalam aktivitas sehari-hari maupun hubungan interpersonal, serta mengusahakan agar efek samping minimal dari terapi yang diberikan.

Adapun terapi yang dapat diberikan dapat berupa terapi farmakologi dengan menggunakan obat-obatan untuk mengatasi rasa nyeri maupun terapi non farmakologi seperti modifikasi pola hidup dan asupan nutrisi yang seimbang.
*) Farmakologi

Obat-obatan yang biasa digunakan dalam mengobati PMS bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri/ketidaknyamanan yang dirasakan. Golongan obat-obatan yang sering digunakan berasal dari golongan analgetik (parasetamol), anti inflamasi non steroid (ibuprofen, natrium diklofenak, dan lainnya), golongan minor tranquilizer (obat penenang), anti depresi dan kontrasepsi. Pada banyak kasus penggunaan obat analgetik ringan sudah dapat mengatasi gejala yang dialami namun penderita gastritis (maag) sebaiknya berhati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan yang meringankan rasa nyeri karena dapat mengakibatkan nyeri lambung-obat sebaiknya diminum setelah makan. Jika gejala PMS lebih berat, sebaiknya penderita melakukan konsultasi dengan dokter. Penggunaan obat penenang, anti depresi dan kontrapsepsi hanya berdasarkan resep dokter dan harus di bawah pengawasan dokter yang berwenang.
*) Non farmakologi

Terapi non farmakologi memegang peranan penting dalam penanganan PMS berupa edukasi penderita, terapi suportif dan modifikasi gaya hidup. Perubahan pola nutrisi memiliki efek yang bermakna karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dr. Guy Abraham, penambahan nutrisi tertentu disertai perubahan pola makan 1-2 minggu menjelang menstruasi dapat mengurangi gejala PMS. Komposisi nutrisi yang dianjurkan bagi penderita PMS adalah diet rendah lemak dan garam, mengandung protein, vitamin, mineral (vitamin B, vitamin C, vitamin E, Ca, Mg, Zn) yang seimbang, serta dianjurkan untuk mengurangi konsumsi kafein (kopi, teh). Para penderita PMS sebaiknya melakukan olah raga secara teratur serta menghindari stres berkepanjangan. Terapi suportif seperti hipnoterapi, terapi warna, meditasi dan lainnya dapat membantu mengurangi gejala yang dirasakan.
Spektrum PMS memang bervariasi dari ringan sampai berat. Yang berat ini seperti orang sakit jiwa. Jadi ada gangguan psikologis berat yang dinamakan Premenstrual Disforik Disorder (PMDD)

Cara menanganinya meliputi pengobatan non farmakologis (tanpa obat) dan pengobatan farmakologis (dengan obat-obatan) 

Pengaturan diet sebaiknya hindari terlalu banyak garam, kafein, coklat, karbohidrat sederhana, Cola, Kopi, hot dog, potato chips dan makanan kaleng. Makan lebih banyak buah, sayur, susu, karbohidrat kompleks seperti roti, pisang, jagung. Makanan tinggi serat dan daging rendah lemak.
   

PMS

PMS

-Boleh minum suplemen yang mengandung kalsium, Vitamin E, B6, Mg
   
-Teknik relaksasi (kontrol nafas)
   
-Yoga
  
-Aerobik secara teratur
   
-Massage
   
-Chiropractic
   
-Minum lebih banyak air
Obat nyeri boleh digunakan sepeerti asam mefenamat atau parasetamol utnuk mengurangi nyeri otot dan kepala tapi jangan sering-sering. Obat yang lain meliputi obat hormonal, anti depressant untuk kasus yang agak berat.

You may also like...

%d bloggers like this: