Elektrokardiografi Pada Tetralogi Fallot

Elektrokardiografi Pada Tetralogi Fallot

elektrokardiografi pada tetralogi fallotTetralogi fallot merupakan kelainan anatomi yang disebabkan oleh kegagalan perkembangan infundibulum ventrikel kanan. Tetralogi Fallot (TOF) adalah penyakit jantung bawaan tipe sianotik. Kelainan yang terjadi adalah kelainan pertumbuhan dimana terjadi defek atau lubang dari bagian infundibulum septum intraventrikular (sekat antara rongga ventrikel) dengan syarat defek tersebut paling sedikit sama besar dengan lubang aorta . Tetralogi fallot (TF) adalah kelainan jantung dengan gangguan sianosis yang ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi defek septum ventrikel, stenosis pulmonal, overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel kanan.

Tetralogi fallot adalah akibat kegagalan septum bagian anterior, sehingga timbul kombinasi klinik berupa VSD, pulmonary stenosis, dan overriding aorta. Perkembangan dari hipertropi ventrikel kanan adalah karena kerja yang makin meningkat akibat defek dari katup pulmonal. Hal ini dapat diminimalkan bahkan dapat dipulihkan dengan operasi yang dini.

Tetralogi of Fallot (TOF) adalah kelainan jantung kongenital dengan gangguan sianosis yang ditandai dengan kombinasi empat hal yang abnormal meliputi Defek Septum Ventrikel, Stenosis Pulmonal, Overriding Aorta dan Hipertrofi Ventrikel Kanan.
               
Tetralogi of Fallot (TOF) adalah merupakan defek jantung yang terjadi secara kongenital dimana secara khusus mempunyai empat kelainan anatomi pada jantungnya. TOF ini adalah merupakan penyebab tersering pada Cyanotik Heart Defect dan juga pada Blue Baby Syndrome.
               
Tetralogi of Fallot pertama kali dideskripsikan oleh Niels Stensen pada tahun 1672. tetapi, pada tahun 1888 seorang dokter dari Perancis Etienne Fallot menerangkan secara mendetail akan keempat kelainan anatomi yang timbul pada tetralogi of fallot.

Tetralogi Fallot lebih sering ditemukan pada anak-anak yang menderita Syndroma Down. TOF dimasukkan ke dalam kelainan jantung sianotik karena terjadi pemompaan darah yang sedikit mengandung oksigen ke seluruh tubuh, sehingga terjadi sianosis (kulit berwarna ungu kebiruan) dan sesak napas. Mungkin gejala sianotik baru timbul di kemudian hari, dimana bayi mengalami serangan sianotik baru timbul di kemudian hari, dimana bayi mengalami serangan sianotik karena menyusu atau menangis.
                                       

*) Elektrokardiografi

Defisiasi sumbu QRS ke kanan (RAD) hipertrofi ventrikel kanan (RVH): gelombang P diantara II sering tinggi.

Pemeriksaan elektrokardiografi meliputi:elektrokardiografi pada tetralogi fallot
* Pada EKG sumbu QRS hampir selalu berdeviasi ke kanan.

* Tampak pula hipertrofi ventrikel kanan, kadang terdapat juga hipertrofi atrium kanan.

* Pada anak yang sudah besar dijumpai P pulmonal

%d bloggers like this: