Fakta Seputar Rabun Senja

Fakta Seputar Rabun Senja

1Rabun senja terjadi akibat gangguan pada sel batang retina. Tanda dan gejala pada penderita rabun senja adalah pada daya pandang menurun, terutama pada senja hari atau saat ruangan keadaan ringan, sel batang retina sulit beradaptasi di ruang remang-remang atau kurang setelah lama berada di cahaya terang. Penglihatan menurun pada senja hari, yaitu penderita tidak dapat melihat di lingkungan yang kurang cahaya, sehingga disebut juga buta senja. Terjadi kekeringan mata, dan bagian putih menjadi suram, dan sering pusing (Wijayakusuma 2008).

Rabun senja dapat dideteksi jika anak sudah bisa berjalan, anak tersebut akan sering membentur atau menabrak benda yang berada di depannya karena tidak dapat melihat maka dapat dicurigai bahwa anak tersebut menderita rabun senja. Jika anak belum dapat berjalan, agak susah mendeteksinya.

Beberapa gejala penyakit mata rabun senja seperti mata kurang berfungsi ketika menerima cahaya yang relatif rendah hal ini di sebabkan karena kegagalan salah satu organ mata untuk beradaptasi terhadap kegelapan.

Kondisi ini muncul dengan beberapa alasan: Jika hal ini terjadi karena bawaan sejak lahir di sebabkan karena faktor keturunan, karena luka atau kekurangan gizi ( kekurangan beberapa enzim atau vitamin).

Di sisi lain ada Hemeralopia, yang merupakan penyakit yang dimana seseorang tidak dapat melihat pada cahaya terang, meskipun hal ini lebih langka dari rabun senja.

Penyebab utama dari kebutaan malam ( rabun senja adalah retinitis pigmentosa, ini terdiri dari gangguan dari sel tipe kutub retina polar terhadap rangsangan cahaya; penyebab lain adalah kekurangan retinol, miopia patologis, katarak atau karena sebab operasi).

Rabun Senja atau rabun ayam (nyctalopia) adalah sebuah penyakit mata yang menyebabkan penderitanya kesulitan melihat jika kekurangan sumber cahaya. Penyakit ini bisa disebabkan karena luka, malnutrisi (kekurangan vitamin A) atau sejak lahir.
3*) Rabun senja sering dianggap wajar. Padahal, jika didiamkan dan tidak diobati, biar berefek kebutaan. Kelainan mata ini diakibatkan oleh kekurangan vitamin A. “ Rabun senja tidak bias diatasi dengan kacamata, oleh karena itulah mengonsumsi vitamin A yang terdapat di wortel dan tomat sangat dianjurkan, itu bias mencegah terjadinya rabun senja.

 

*) Di Indonesia, rabun senja atau racahaya akan terganggu. Jika terjadi kekurangan vitamin A. rabun ayam merupakan penyakit mata yang sangat wajar. Kasus rabun senja diakibatkan kekurangan vitamin A dan tidak boleh dianggap enteng.namun kebanyakan masyarakat yang memiliki pendidikan rendah, menganggap bahwa rabun senja adalah sebuah kewajaran yang tidak perlu ditindaklanjuti dan akan sembuh sendirinya.
*) Pada mata normal terdapat pigmen yang dikenal bernama rodopsinatau visual puple. Pigmen tersebut mengandung vitamin A yang terikat pada protein. Jika mata menerima cahaya, maka akan terjadi konversi rodopsin menjadi visual yellow dan kemudian visual white. Pada konversi tersebut, dibutuhkan vitamin A. sementara regenerasi visual purple hanya akan terjadi bila tersedia vitamin A tanpa regenerasi, maka penglihatan pada cahaya remang setelah mata menerima cahaya terganggu.
*) Jika terjadi kekurangan vitamin A, maka gejala awal adalah terjadinya rabun senja. Artinya, mata akan mengalami gangguan ketika berpindah dari tempat banyak cahaya ke tempat. sesuai dengan namanya rabun senja hanya terjadi ketika matahari mulai terbenam dan penyakit ini tidak bias dikoreksi dengan kacamata serta terjadi jika sel sel saraf pembela terang-gelap diretina mata terganggu.
*) Bentuk aktif vitamin A sebagian berupa asam retinoat yang akan berperan dalam ekspresi gen. Di retina mata, retinol ini diubah menjadi 11 cis retinal-dehida yang mampu berkonyugasi dengan opsin membentuk rhodopsin yang berperan dalam proses penglihatan. Maka, mata memang sangat membutuhkan kehadiran vitamin A.
1*) “Selama ini masyarakat beranggapan bahwa vitamin A cukup banyak terkandung dalam sayuran dan buah. Namun, jumlahnya masih kurang mencukupi, kecuali dikonsumsi dalam porsi banyak,” untuk membantu masyarakat menghindari penyakit mata yang erat kaitannya dengan gizi, pemerintah telah melakukan banyak hal, mulai memberikan asupan gizi pada balita dua kali setahun yang dilakukan pada bulan februari dan agustus, asupan gizi itu dikenal dengan kapsul vitamin A
*) “Tanpa Kapsul vitamin A masyarakat sebenarnya dapat mencegah rabun senja dengan mengonsumsi cukup vitamin A dan provitamin A yang dijumpai pada makanan hewani dan nabati,” dan kandungan vitamin A bias diperoleh saat mengkomsumsi buah-buahan dan aneka sayuran dalam jumlah yang banyak.
*) “Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah. Itu sangat baik untuk mencegah terjadinya rabun senja.

yang dicari :

%d bloggers like this: