Faktor Akibat Penyakit Osteoporosis

Faktor Akibat Penyakit Osteoporosis

3Mungkin Anda beranggapan bawah osteoporosis hanya masalah minum susu atau mengonsumsi kalsium saja. Lalu menjaga tubuh agar tidak terjatuh sampai menimbulkan patah tulang. Ini keliru, Masalah osteoporosis pada lansia bukan hanya bisa menyebabkan fraktur tulang, tetapi juga dapat menimbulkan cacat tubuh, tinggi badan berkurang sampai belasans entimeter, hingga penderitaan dan komplikasi yang bermacam-macam.  Sebenarnya tulang keropos  sudah ada di zaman Mesir kuni sekitar 2000 tahun sebelum masehi.  Pada pemeriksaann scan terhadap tulang mummy ternyata dijumpai patah tulang panggul dan kompresi dibeberapa ruas tulang belakang.

Osteoporosis berasal dari  kata osteo dan porous, asteo artinya tulang dan porous berarti berlubang-lubang atauu keropos. Kadi osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunanan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan  kerapuhan tualng. Tualng yang rapuh dan keropos ini mudah patah atau fraktur (fracture).  Masalah osteoporosis pada lansia ditandai oelh dua hal, ayitu pertama densitas (kepadatan) tulang berkurang, dan kedua kualitas tulang juga menurun. Densitas tulang adalah kepadatan tulang, yaitu berupa gram mineral  per volume tulang. Sedangkan kualitas tulang menyangkut  arsitektur, penghancuran,  da pembentukan kembali (mineralisasi) tulang. Densitas tulang bisa diukur dengan berbagai alat, sedangkan kualitas tulang tidak dqapat dihitung dengan angka.

Tulang yang normal itu kuat, karena mengandung protein, kolagen dan kalsium. Namun, bila tulang sudah keropos, trauma sedikit saja sudah menimbulkan fraktur. Bentuk fraktur bisa berupa patah jadi dua bagian seperti pada lengan bawah, retak pada tulang panggul, atau kompresi pada tulang belakang. Tempat yang paling sering timbul fraktur adalah tulang belakang, panggul, atau pergelangan tangan, walaupun sebenarnya dapat terjadi pada semua tulang kerangka tubuh.  Berbeda dengan penyakit lain, pada umumnya masalah osteroporosis pada lansia dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa  menimbulkan gejala apapun, sampai suatu ketika terjadi patah tulang barulah Anda merasakan nyeri. Namun keadaan demikian sudah terlambat.  Anda sudah tikdak dapat beraktivitas, fraktur tulang panggul  atau tulang bhelakang membuat Anda harus bebaring di tempat tidur, kebanyakan sampai perlu perawatan dirumah sakit, kemudian timbul komplikasi infeksi saluran napas dan saluran kemih. Akibatnya, Anda akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Selain merasakan nyeri, Anda bisa menjadi stress bahkan depresi.

5Banyak orang tidak kmenyadari kalau masalah osteoporosis pada lansia atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang helas, Sering kali osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah.  Banyak cara yang biasa dilakukan untuk pengobatan osteoporosis. Antara lain melalui terapi medis dengan menggunakan obat, terapi hormonal dan juga terapi alamiah. Namun, hal yang terpenting adalah upaya pencegahan.

Sementara ini diperkirakan 1 dari 3 wanita dan 1 dari 12 pria di atas usia 50 tahun di seluruh dunia mengidap osteoporosis. Ini menambah kejadian jutaan fraktur lainnya pertahunnya yang sebagian besar melibatkan lumbar vertebra, panggul dan pergelangan tangan (wrist). Fragility fracture dari tulang rusuk juga umum terjadi pada pria.
*) Fraktur Panggul

Fraktur panggul paling sering terjadi akibat osteoporosis. Di AS, lebih dari 250.000 fraktur panggul pertahunnya merupakan akibat dari osteoporosis. Ini diperkirakan bahwa seorang wanita kulit putih usia 50 tahun mempunyai waktu hidup 17,5% berisiko fraktur femur proksimal. Insidensi fraktur panggul meningkat setiap dekade dari urutan ke 6 menjadi urutan ke 9 baik untuk wanita maupun pria pada semua populasi. Insidensi tertingi ditemukan pada pria dan wanita usia 80 tahun ke atas.
*) Fraktur Vertebral

Antara 35-50% dari seluruh wanita usia di atas 50 tahun setidaknya satu mengidap fraktur vertebral. Di AS, 700.000 fraktur vertebra terjadi pertahun, tapi hanya sekitar 1/3 yang diketahui. Dalam urutan kejadian 9.704 wanita usia 68,8 tahun pada studi selama 15 tahun, didapatkan 324 wanita sudah menderita fraktur vertebral pada saat mulai dimasukkan ke dalam penelitian; 18.2% berkembang menjadi fraktur vertebra, tapi risiko meningkat hingga 41.4% pada wanita yang sebelumnya telah terjadi fraktur .
*) Fraktur Pergelangan Tangan2

Di AS, 250.000 fraktur pergelangan tangan setiap tahunnya merupakan akibat dari osteoporosis. Fraktur pergelangan tangan merupakan tipe fraktur ketiga paling umum dari osteoporosis. Resiko waktu hidup yang ditopang fraktur Colles sekitar 16% untuk wanita kulit putih. Ketika wanita mencapai usia 70 tahun, sekitar 20%-nya setidaknya terdapat satu fraktur pergelangan tangan.
*) Fraktur Tulang Rusuk

Fragility fracture dari tulang iga umumnya terjadi pada laki-laki usia muda 25 tahun ke atas. Tanda-tanda osteoporosis pada pria ini sering diabaikan karena sering aktif secara fisik dan menderita fraktur pada saat berlatih aktivitas fisik. Contohnya ketika jatuh saat berski air atau jet ski. Bagaimanapun, tes cepat dari tingkat testosteron individu berikut diagnosis fraktur akan nampak dengan mudah apakah individu kemungkinan berisiko.

 

%d bloggers like this: