Faktor-faktor Penyebab Disleksia

Faktor-faktor Penyebab Disleksia

*) Keturunan

1Disleksia cenderung terdapat pada keluarga yang mempunyai anggota kidal. Orang tua yang disleksia tidak secara otomatis menurunkan gangguan ini kepada anak-anaknya, atau anak kidal pasti disleksia. Penelitian John Bradford (1999) di Amerika menemukan indikasi, bahwa 80 persen dari seluruh subjek yang diteliti oleh lembaganya mempunyai sejarah atau latar belakang anggota keluarga yang mengalami learning disabilities, dan 60% di antaranya punya anggota keluarga yang kidal.

Masalah disleksia telah sedia ada dalam gen keluarga kanak-kanak disleksia. Hal ini telah dibuktikan oleh Hallgren (1970) yang membuat kajian ke atas 12 kes pasangan kembar monozygote dan mendapati kesemua keluarga 12 kes tersebut menghadapi masalah dalam bacaan dan ejaan semasa zaman kanak-kanak. Hallgren mendapati bahawa masalah disleksia banyak dihadapi oleh kanak-kanak lelaki berbanding kanak-kanak perempuan dengan kadar 3 : 1 atau 2 : 1. Menurut beliau, hal ini disebabkan oleh orang lelaki lebih banyak memikul tanggungjawab berbanding orang perempuan.
*) Pemakanan

Berdasarkan beberapa penyelidikan, kajian, dan penemuan, terdapat beberapa unsur penyedap makanan, bahan awet dan pewarna tiruan yang dipercayai serta dikenal pasti boleh mengganggu otak jika diambil secara berlebihan dalam tempoh yang lama. Gangguan terhadap otak ini terjadi bukan melalui reaksi imunologi, tetapi kesan bahan pencemar atau racun yang terkandung dalam bahan-bahan makanan. Antaranya adalah Salicylates, tartazine (zat pewarna makanan), nitrat, monosodium glutamate (MSG) dan seumpamanya. Oleh itu, para pengkaji berpendapat bahawa bahan pencemar dalam makanan ini dipercayai menjadi penyebab disleksia.
*) Bawaan

2Masalah pendengaran dalam kalangan kanak-kanakĀ  boleh berlaku sejak dilahirkan. Dalam tempoh lima tahun pertama selepas dilahirkan, seseorang kanak-kanak yang sering mengalami selsema dan jangkitan kuman pada bagian tenggorok, boleh mempengaruhi pendengaran dan perkembangannya dari semasa ke semasa hingga boleh menyebabkan kecacatan. Keadaan ini hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan intensif yang terperinci daripada doktor pakar. Masalah pendengaran yang dihadapi sejak dilahirkan akan menyebabkan otak yang sedang berkembang akan sukar menghubungkan bunyi atau suara yang didengar dengan huruf atau kata yang dilihatnya. Padahal, perkembangan pendengaran berkait rapat dengan perkembangan kemampuan bahasa yang akhirnya menimbulkan masalah jangka panjang, terutama jika disleksia ini tidak ditangani dengan segera khususnya daripada doktor pakar.
*) Perkembangan

Disleksia berlaku secara perkembangan atau pembinaan, iaitu berkembang sedikit demi sedikit. Bahagian-bahagian tertentu dalam otak tidak berapa matang atau dengan kata lain pertambahannya tidak seimbang lalu menyebabkan bahagian otak yang mengawal bacaan dan ejaan tidak dapatĀ  berfungsi dengan sepenuhnya. Berlaku kecelaruan dalam dua hemisfera cerebral untuk menguasai kemahiran bacaan dan ejaan. Pada kebiasaannya hemisfera kiri yang menguasai bacaan. Oleh sebab hemisfera ini lemah, maka terjadilah keterbalikan huruf dan perkataan yang dialami oleh kanak-kanak disleksia.
*) Problem pendengaran sejak usia dini

Apabila dalam 5 tahun pertama, seorang anak sering mengalami flu dan infeksi tenggorokan, maka kondisi ini dapat mempengaruhi pendengaran dan perkembangannya dari waktu ke waktu hingga dapat menyebabkan cacat. Kondisi ini hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan intensif dan detail dari dokter ahli. Jika kesulitan pendengaran terjadi sejak dini dan tidak terdeteksi, maka otak yang sedang berkembang akan sulit menghubungkan bunyi atau suara yang didengarnya dengan huruf atau kata yang dilihatnya. Padahal, perkembangan kemampuan ini sangat penting bagi perkembangan kemampuan bahasa yang akhirnya dapat menyebabkan kesulitan jangka panjang, terutama jika disleksia ini tidak segera ditindaklanjuti. Konsultasi dan penanganan dari dokter ahli amatlah diperlukan.

*) Faktor kombinasi

1Ada pula kasus disleksia yang disebabkan kombinasi dari 2 faktor di atas, yaitu problem pendengaran sejak kecil dan faktor keturunan. Faktor kombinasi ini menyebabkan kondisi anak dengan gangguan disleksia menjadi kian serius atau parah, hingga perlu penanganan menyeluruh dan kontinyu. Bisa jadi, prosesnya berlangsung sampai anak tersebut dewasa. Dengan perkembangan teknologi CT Scan, bisa dilihat bahwa perkembangan sel-sel otak penderita disleksia berbeda dari mereka yang nondisleksia. Perbedaan ini mempengaruhi perkembangan fungsi-fungsi tertentu pada otak mereka, terutama otak bagian kiri depan yang berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis. Selain itu, terjadi perkembangan yang tidak proporsional pada sistem magno-cellular di otak penderita disleksia. Sistem ini berhubungan dengan kemampuan melihat benda bergerak. Akibatnya, objek yang mereka lihat tampak berukuran lebih kecil. Kondisi ini menyebabkan proses membaca jadi lebih sulit karena saat itu otak harus mengenali secara cepat huruf-huruf dan sejumlah kata berbeda yang terlihat secara bersamaan oleh mata.

yang dicari :

%d bloggers like this: