Faktor Gejala Klinis Patent Ductus Arteriosus (PDA)

Faktor Gejala Klinis Patent Ductus Arteriosus (PDA)

Duktus arteriosus adalah pembuluh darah yang menghubungkan aliran darah pulmonal ke aliran darah sistemik dalam masa kehamilan (fetus). Hubungan ini (shunt) ini diperlukan oleh karena sistem respirasi fetus yang belum bekerja di dalam masa kehamilan tersebut. Aliran darah balik fetus akan bercampur dengan aliran darah bersih dari ibu (melalui vena umbilikalis) kemudian masuk ke dalam atrium kanan dan kemudian dipompa oleh ventrikel kanan kembali ke aliran sistemik melalui duktus arteriosus. Normalnya duktus arteriosus berasal dari arteri pulmonalis utama (atau arteri pulmonalis kiri) dan berakhir pada bagian superior dari aorta desendens, ± 2-10 mm distal dari percabangan arteri subklavia kiri.

Dinding duktus arteriosus terutama terdiri dari lapisan otot polos (tunika media) yang tersusun spiral. Diantara sel-sel otot polos terdapat serat-serat elastin yang membentuk lapisan yang berfragmen, berbeda dengan aorta yang memiliki lapisan elastin yang tebal dan tersusun rapat (unfragmented). Setelah persalinan terjadi perubaSel-sel otot polos pada duktus arteriosus sensitif terhadap mediator vasodilator prostaglandin dan vasokonstriktor (pO2).
han sirkulasi dan fisiologis yang dimulai segera setelah eliminasi plasenta dari neonatus. Adanya perubahan tekanan, sirkulasi dan meningkatnya pO2 akan menyebabkan penutupan spontan duktus arteriosus dalam waktu 2 minggu. Duktus arteriosus yang persisten (PDA) akan mengakibatkan pirai (shunt) L-R yang kemudian dapat menyebabkan hipertensi pulmonal dan sianosis.

Ductus arteriosus biasanya paten selama hidup janin, yang merupakan struktur penting dalam perkembangan janin karena memberi kontribusi terhadap aliran darah ke seluruh organ-organ janin dan struktur. Dari minggu 6 dan seterusnya kehidupan janin, ductus bertanggung jawab untuk sebagian besar keluar ventrikel kanan, dan memberikan kontribusi 60% dari cardiac output jumlah seluruh kehidupan janin. Hanya sekitar% dari arus keluar nya 5-10 melewati paru-paru.
   
Dengan demikian, patent ductus arteriosus (PDA) menghasilkan shunt kiri ke kanan. Dengan kata lain, ini memungkinkan darah untuk keluar dari sirkulasi sistemik ke sirkulasi paru. Hasil pembengkakan paru dengan penurunan kepatuhan paru. Reaksi dari pembuluh darah paru dengan meningkatnya aliran darah tidak dapat diprediksi.

Gejala klinis  patent duktus ateriosis ditentukan oleh 2 faktor :

   
* Diameter duktus arteriosus
   
* Tahanan pembuluh darah paru.

patent ductus arteriosusBila tahanan pembuluh darah paru masih cukup tinggi (akibat asfiksia, RDS dan sebagainya), walaupun diameter duktus arteriosus besar, pirau dari kiri ke kanan masih kecil dan hanya timbul pada saat sistol saja. Pada saat ini hanya terdengar bising sistolik di sela iga kedua kiri tanpa disertai gejala klinis lain yang  jelas. Setelah 1-2 minggu, tahanan pembuluh darah paru makin menurun, apalagi bila dia meter duktus cukup besar, pirau dari aorta ke arteria pulmonalis terjadi sepanjang siklus jantung. Timbul bising sistolik kresendo dan bising diastolik dekresendo (bising kontinyu), dan bising diastolik di apeks (karena stenosis mitral relatif).

Jika duktus tetap terbuka, darah yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh akan kembali ke paru-paru sehingga memenuhi pembuluh paru-paru. Jumlah darah tambahan yang sampai ke paru-paru tergantung kepada ukuran patent duktus ateriosis. Jika patent duktus ateriosis sangat kecil, maka darah yang melewati patent duktus ateriosis hanya sedikit. Pada keadaan ini, anak tidak memiliki gejala sama sekali dan tampak baik-baik saja.

Patent duktus ateriosis yang kecil dapat diketahui jika pada pemeriksaan dengan stetoskopterdengar murmur (suatu bunyi jantung ekstra yang terderngar jika darah menyembur melalui lubang yang sempit). Semakin kecil lubangnya, maka semakin sedikit darah yang mengalir dan semakin halus bunyi murmur yang terdengar.

%d bloggers like this: