Faktor Penyebab Penyakit Darah Tinggi atau Hipertensi

Faktor Penyebab Penyakit Darah Tinggi atau Hipertensi

darah tinggi

darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah secara kronis atau melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, bahkan yang tidak Anda duga sekalipun.

Baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation menemukan bahwa pola makan yang mengandung garam tinggi selama beberapa tahun merupakan salah satu faktor yang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Kesimpulan ini didapatkan setelah peneliti melibatkan 5.556 orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi dan mengukur konsentrasi garam di dalam darahnya. Setelah tujuh tahun, partisipan dengan kadar sodium dalam darah yang tertinggi, akibat pola makan yang mengandung garam tinggi, 21 persen lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi daripada partisipan yang kadar garamnya paling rendah.

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, bukanlah jenis penyakit baru. Hampir semua orang pernah tahu atau bahkan mengalaminya. Tetapi, berapa banyak yang tahu pasti apa yang menjadi faktor penyakit darah tinggi pada seseorang?

Berikut adalah faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi.

   
*) Faktor keturunan
   
Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua Anda mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda pun beresiko tinggi mengalaminya.
   

*) Usia
   
Seiring bertambahnya usia, kita semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi. Mengapa? Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.
   

*)  Gender
   
Hingga usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih beresiko.
   

*) Kurang gerak (Sedentary lifestyle)
   
Biasanya, orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya resiko darah tinggi.
  

 *) Pola makan
   
 Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang: kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.
   

*) Berat badan berlebih
   
BMI (Indeks Massa Tubuh) bisa menjadi salah satu ukuran resiko. Jika BMI Anda 25 hingga 30, atau bahkan lebih, Anda terhitung kelebihan berat badan, dan lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi.
   

*) Kebiasaan minum minuman beralkohol
   
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.
  

 *) Stres

hipertensi

hipertensi

 

Stres kronis seperti yang Anda alami saat bekerja setiap hari mulai jam 9 pagi hingga 5 sore dapat meningkatkan tekanan darah Anda secara signifikan, ujar Eric Topol, MD. Untuk mengatasinya, minumlah segelas susu.

Hal ini karena stres menurunkan kadar serotonin yang berfungsi membuat tubuh Anda tetap tenang dan kalem sedangkan susu mengandung protein whey. Menurut peneliti dari Belanda, protein whey dapat membantu mendorong triptofan, salah satu komposisi dari serotonin hingga 43 persen.

Stres dapat meningkatkan tekanah darah sewaktu. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita.
   

 *) Kondisi penyakit yang lain
   
Menurut para ahli, gangguan kondisi kesehatan seperti Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya.

%d bloggers like this: