Faktor Resiko Anemia

Faktor Resiko Anemia

faktor resiko anemia
Anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Kondisi yang mengurangi volume darah, mengurangi cardiac output (jumlah darah yang dipompa oleh jantung), dan obat-obatan alasan sering untuk tekanan darah rendah.

Perdarahan sedang atau berat dapat dengan cepat menguras tubuh seseorang darah, menyebabkan tekanan darah rendah atau hipotensi ortostatik. Pendarahan dapat hasil dari trauma, komplikasi bedah, atau dari kelainan pencernaan seperti maag, tumor, atau diverticulosis. Kadang-kadang, perdarahan mungkin begitu parah dan cepat (misalnya, perdarahan dari aneurisma aorta pecah) yang menyebabkan shock dan kematian dengan cepat.

Peradangan berat organ dalam tubuh seperti pankreatitis akut dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Pada pankreatitis akut, cairan meninggalkan pembuluh darah memasuki jaringan-jaringan yang meradang disekitar pankreas begitu juga rongga perut, berkonsentrasi darah dan mengurangi volumenya.

Akibat dari anemia adalah transportasi sel darah merah akan terganggu dan jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekuranga oksigen guna mengahasilkan energi. Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak. Serta ditandai dengan warna pucat di beberapa bagian tubuh seperti lidah dan kelopak mata.

Penyebab umum dari anemia antara lain; kekurangan zat besi, pendarahan usus, pendarahan, genetik, kekurangan vitamin B12, kekuarangan asam folat, gangangguan sunsum tulang.

Anemia terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit sel darah merah, kehilangan terlalu banyak sel darah merah atau mematikan sel darah merah lebih banyak daripada menggantinya.
Darah terdiri dari plasma dan sel. Ada tiga jenis sel darah:
 
* Sel darah putih (leukosit). Sel darah ini berguna untuk melawan infeksi.
   
* Platelets / keping darah. Sel darah ini membantu membekukan darah saat terluka.
   
* Sel darah putih (eritrosit). Sel darah merah ini membawa oksigen dari paru-paru melalui aliran darah menuju otak dan organ serta jaringan lain.

Tubuh memerlukan suplai oksigen untuk berfungsi. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang merupakan protein yang kayak dengan zat besi yang memberikannya warna merah.

Banyak sel darah diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Untuk dapat memproduksi sel darah merah dan hemoglobin, tubuh anda membutuhkan zat besi, mineral, protein dan vitamin lainnya dari makanan yang anda makan.
*) Faktor risiko terkena anemia

Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan peluang terjadinya anemia antara lain:

    faktor resiko anemia
* Rendahnya asupan gizi pada makanan.
   
* Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil.
   
* Menstruasi.
   
* Kehamilan.
   
* Kondisi kronis seperti kanker, gagal ginjal atau kegagalan hati.
   
* Faktor keturunan.

Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun, terkena racun kimia, dan menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Risiko lain adalah diabetes, alkohol dan orang yang menjadi vegetarian ketat dan kurang asupan zat besi atau vitamin B-12 pada makanannya.

You may also like...

%d bloggers like this: