Faktor Resiko Aritmia

Faktor Resiko Aritmia

1Aritmia (arrhythmia) adalah kondisi dimana jantung tidak berdetak dengan irama yang normal.

Aritmia adalah gangguan pembentukan dan/atau penghantaran impuls. Terminology dan pemakaian istilah untuk aritmia sangat bervariasi dan jauh dari keseragaman di antara para ahli.

Ketika jantung berdetak, impuls listrik menyebabkan jantung berkontraksi melalui jalur tertentu. Setiap gangguan dalam impuls dapat menyebabkan aritmia.

Jantung dibagi menjadi empat ruang. Ruang pada setiap setengah jantung membentuk semacam dua pompa yang berdampingan, yang terdiri atas ruang atas (atrium) dan ruang bawah (ventrikel).

Saat jantung berdetak, atrium berkontraksi dan mengisi ventrikel dengan darah. Kontraksi ini dimulai ketika sinus node, kelompok kecil sel di atrium kanan, mengirimkan impuls listrik yang menyebabkan atrium kanan dan kiri berkontraksi. Impuls kemudian berjalan ke pusat jantung, ke atrioventrikular yang terletak di jalur antara atrium dan ventrikel.

Dari sini, impuls keluar dari atrioventrikular dan merambat melalui ventrikel, yang membuat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Dalam jantung yang sehat, proses ini biasanya berjalan lancar, menghasilkan detak jantung yang normal dari 60 sampai 100 denyut per menit.

Pada umumnya saat beristirahat, atlet mempunyai detak jantung kurang dari 60 kali per menit karena jantung mereka begitu efisien
* Ketidakseimbangan Elektrolit

Zat dalam darah seperti kalium, natrium, dan magnesium (disebut elektrolit), membantu memicu dan mengatur impuls elektrik pada jantung.

Tingkat elektrolit yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi impuls elektrik pada jantung dan memberikan kontribusi terhadap terjadinya aritmia jantung.
* Obat dan Suplemen

Obat batuk dan flu serta obat lain yang mengandung pseudoephedrine dapat berkontribusi pada terjadinya aritmia.
* Terlalu Banyak Minum Alkohol

4Terlalu banyak minum alkohol dapat memengaruhi impuls elektrik di dalam jantung serta dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya fibrilasi atrium (atrial fibrillation).

Penyalahgunaan alkohol kronis dapat menyebabkan jantung berdetak kurang efektif dan dapat menyebabkan cardiomyopathy (kematian otot jantung).
* Konsumsi Kafein atau Nikotin

Kafein, nikotin, dan stimulan lain dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan dapat berkontribusi terhadap risiko aritmia jantung yang lebih serius.

Obat-obatan ilegal, seperti amfetamin dan kokain dapat memengaruhi jantung dan mengakibatkan beberapa jenis aritmia atau kematian mendadak akibat fibrilasi ventrikel (ventricular fibrillation)

%d bloggers like this: