Faktor Resiko Asfiksia

Faktor Resiko Asfiksia

Asfiksia pada bayi baru lahir (BBL) adalah kegagalan napas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir.
*) Faktor resiko asfiksia dibagi menjadi:5

– Faktor Ibu

Kurangnya aliran darah ibu melalui plasenta sehingga terjadi hipoksia janin akhirnya terjadilah Gawat Janin dan berujung pada Asfiksia.
Ada pun beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan asfiksia karena faktor ibu antara lain:
   
* Preeklampsia dan eklampsia
   
* Perdarahan antepartum abnormal ( plasenta previa atau solusio plasenta)
   
* Partus  lama atau partus macet
   
 *Demam sebelum dan selama persalinan
   
* Infeksi berat ( malaria, sifilid, TBC, HIV)
   
* Kehamilan lebih bulan (lebih 42 minggu kehamilan)
– Faktor plasenta dan tali pusat

Penurunan aliran darah dan oksigen melalui talipusat bayi sehingga terjadi Asfiksia, beberapa kondisi oleh karena faktor plasenta dan tali pusat antara lain:
   
* asfiksia, gawat janin, bayi tidak bernafas, resusitasi
   
* Infark plasenta4
   
* Hematom plasenta
   
* Lilitan talipusat
  
* Talipusat pendek
  
* Simpul talipusat
   
* Prolapsus talipusat
– Faktor bayi

Keadaan bayi  yang dapat mengalami asfiksia walaupun  kadang kadang tanpa didahului tanda gawat janin:
   
* Bayi  kurang bulan/prematur ( kurang 37 minggu kehamilan)
   
* Air ketuban bercampur mekonium
   
* Kelainan kongenital yang memberi dampak pada pernapasan bayi

You may also like...

%d bloggers like this: