Faktor Resiko Cerebral Palsy / Lumpuh Otak Saat Lahir (Perinatal)

Faktor Resiko Cerebral Palsy / Lumpuh Otak Saat Lahir (Perinatal)

2Sekitar 10-20% di USA anak penderita cerebral palsy disebabkan karena penyakit setelah lahir (prosentase tersebut akan lebih tinggi pada negara-negara yang belum berkembang). CP juga bisa terjadi karena kerusakan otak pada bulan-bulan pertama atau tahun-tahun pertama kehidupan yang merupakan sisa dari infeksi otak, misalnya miningitis, bakteri atau encephalitis virus atau merupakan hasil dari trauma kepala yang sering diakibatkan karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dan penganiayaan anak.

CP kongenital, pada satu sisi lainnya tampak pada saat kelahiran. Pada banyak kasus, penyebab CP kongenital sering tidak diketahui. Diperkirakan terjadi dengan kejadian spesifik pada masa kehamilan atau sekitar kelahiran dimana terjadi kerusakan motorik pada otak yang sedang bekembang.
Berikut factor yang dapat meningkatkan Cerebral Palsy, diantaranya:
   

*) Terkena infeksi jalan lahir

Ini cukup sering mengakibatkan ketidaknormalan bayi karena terjadi gangguan pada proses persalinan, jalan lahir kotor dan banyak kuman. Jika ibu mempunyai infeksi TORCH, misal, bayi bisa terkena infeksi jalan lahir tersebut.
   

*) Hipoksis Iskemik Ensefalopati/HIE

Saat lahir, bayi dalam keadaan tidak sadar, bahkan tidak menangis dan justru mengalami kejang hingga kekurangan oksigen keotak. Akibatnya jaringan otak rusak.
   

*) Kelahiran yang sulit

5Pemakaian alat bantu seperti vakum saat persalinan tidak bermasalah, yang bisa mengganggu bayi adalah lamanya dijalan lahir karena berbagai penyebab, kepala bayi lebih besar dari pinggul ibu atau ada lilitan tali pusat sehing ga tertarik tak mau keluar atau ibu tidak kuat menahannya.
  

*) Asfiksia

Bayi lahir tidak bernafas, bisa karena paru-paru penuh cairan atau karena ibu mendapatkan anestesi (obat bius) terlalu banyak.
   

*) Bayi lahir premature

Termasuk bayi beresiko tinggi mengalami gangguan karena lahir belum waktunya atau kurang dari 32 minggu. Kemungkinan jaringan organ tubuh dan jaringan otaknya belum sempurna.
   

*) Berat lahir rendah

Selain bobotnya rendah, bayi kekurangan nutrisi. Meski lahir cukup bulan tetapi bobotnya kurang dari 2.500 gram, ini bisa terjadi karena ibu kekurangan gizi pada saat hamil.
   

*) Pendarahan otak

5Pendarahan dibagian otak dapat mengakibatkan penyumbatan sehingga anak menderita hidrocepalus ataupun microcepalus. Pendarahan juga dapat menekan jaringan otak hingga terjadi kelumpuhan.
  

*) Bayi kuning

Merupakan keadaan bayi mengalami kuning yang berbahaya, misalnya karena kelahiran inkompatibilitas golongan darah yaitu ibu bergolongan darah O sedangkan bayinya A atau B. Selain itu bayi yang mengalami hiperbilirubenimia atau kuning yang tinggi, lebih dari 20 mg/dl hingga bilirubin besarnya melekat di jaringan otak terganggu, oleh sebab itu bayi kuning harus segera mendapatkan penanganan yang tepat pada minggu-minggu pertama kejadian.

%d bloggers like this: