Faktor Resiko Cerebral Palsy / Lumpuh Otak Sudah Lahir (Postnatal)

Faktor Resiko Cerebral Palsy / Lumpuh Otak Sudah Lahir (Postnatal)

Sekitar 10-20% di USA anak penderita cerebral palsy disebabkan karena penyakit setelah lahir (prosentase tersebut akan lebih tinggi pada negara-negara yang belum berkembang). CP juga bisa terjadi karena kerusakan otak pada bulan-bulan pertama atau tahun-tahun pertama kehidupan yang merupakan sisa dari infeksi otak, misalnya miningitis, bakteri atau encephalitis virus atau merupakan hasil dari trauma kepala yang sering diakibatkan karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dan penganiayaan anak.

CP kongenital, pada satu sisi lainnya tampak pada saat kelahiran. Pada banyak kasus, penyebab CP kongenital sering tidak diketahui. Diperkirakan terjadi dengan kejadian spesifik pada masa kehamilan atau sekitar kelahiran dimana terjadi kerusakan motorik pada otak yang sedang bekembang.

   
Biasanya paling rentan terjadi di usis-usia 0-3 tahun. Terdapat penyebab-penyebab antara lain:

   
*) Infeksi pada selaput otak atau pada jaringan otak

7Umumnya bayi usia muda sangat rentan dengan penyakit, misalnya tenginggitis dan ensepalitis pada usia setahun pertama. Ada kemungkinan penyakit tersebut menyerang selaput otak bayi sehingga menimbulkan gangguan pada perkembangan otaknya. Bila infeksinya terjadi dibawah tiga tahun umumnya akan mengakibatkan cerebral palsy, sebab pada waktu itu otak sedang dalam perkembangan menuju sempurna. Jadi anak yang terkena infeksi meningitis radang selaput otak diusia 5 tahun dan menjadi lumpuh, iatidak disebut cerebral palsy melainkan komplikasi meningitis.
   

*) Kejang

Dapat terjadi karena bayi terkena penyakit dan suhu tubuhnya tinggi kemudian timbul kejang. Kejang dapat pula karena infeksi yang dialami anak. Kemungkinan lain anak juga bisa menderita epilepsi.
   

*) Karena trauma/ benturan

Bayi yang sering mengalami jatuh dan menimbulkan luka dikepala, apalagi dibagian dalam kepala atau pendarahan diotak dapat menyebabkan kerusakan jaringan otaknya. Kerusakan tergantung dari hebat atau tidaknya benturan. Akibatnya, sebagian kecil jaringan otak rusak. Memang tidak bisa dilihat secara pasti seberapa besar kerusakan otak yang terjadi.

 

%d bloggers like this: