Faktor Resiko Dan Pencegahan Perlemakan Hati Atau Fatty Liver

Faktor Resiko Dan Pencegahan Perlemakan Hati Atau Fatty

Liver

Jika pemeriksaan fisik belum menunjukkan pembesaran hati, maka perlu diagnosis penjunjang yaitu dengan pemeriksaan SGOT/SGPT, Bilirubin, kolesterol (TG, LDL, HDL) dan USG Abdomen. Gambaran  USG Abdomen dari fatty liver menunjukkan echoparenkim hepar yang meningkat (hepar terlihat lebih gelap), dan dari sini bisa ditentukan derajat keparahan dari fatty liver.

 

penyakit liver, perlemakan hati

perlemakan hati

Faktor Pemicu Perlemakan Hati Atau Fatty Liver

*) Akibat konsumsi alkohol

Sejatinya organ hati akan memecah alkohol, sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Namun bila anda mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan, akan terjadi ketidakseimbangan yang bisa mencederai hati. Kondisi ini akan menghambat proses pemecahan protein, lemak, dan karbohidrat.

Ada 3 jenis penyakit hati terkait dengan konsumsi alkohol:
1. Perlemakan Hati

Ditandai oleh pembentukan sel lemak di hati. Biasanya tidak ada gejala yang menyertai, meski hati bisa saja membesar dan Anda merasakan tidak nyaman pada perut kanan bagian atas.
Perlemakan hati terjadi pada kebanyakan orang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak. Kondisi ini akan membaik setelah yang bersangkutan berhenti minum alkohol.
2. Hepatitis alkoholik atau peradangan hati.

Sekitar 35% dari populasi peminum berat mengalami hepatitis alkoholik. Gejalanya bisa berupa hilangnya nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut, demam dan kulit berwarna kuning.
Jika tingkatnya ringan, hepatitis alkoholik dapat bertahan hingga bertahun-tahun, tetapi bisa menyebabkan kerusakan hati progresif.
3. Sirosis Alkoholik

Tipe ini lebih serius dari penyakit hati gara-gara alkohol. Antara 10-20% dari peminum kelas berat mengalami sirosis, biasanya setelah 10 tahun lebih mengonsumsi alkohol. Gejalanya mirip hepatitis alkoholik.
Ingat, bahwa kerusakan akibat sirosis membuat hati tidak dapat dikembalikan bagai semula lagi. Kebanyakan peminum berat akan mengalami perjalanan gangguan hati mulai dari perlemakan hati ke hepatitis alkoholik dan bisa berakhir pada sirosis alkoholik.

Perjalanan gangguan hati ini tentu bervariasi pada tiap individu. resiko mengalami sirosis menjadi tinggi terutama pada peminum kelas berat dan memiliki penyakit lever kronis seperti infeksi virus hepatitis C. Kesehatan para peminum ini bisa membaik bila berhenti minum alkohol.

Minum alkohol dalam jumlah moderat bagi kebanyakan orang tidak menyebabkan penyakit liver. Moderat artinya tidak lebih satu gelas (porsi) per hari bagi perempuan dan 2 gelas/hari bagi pria.

Meski demikian, bagi orang dengan penyakit hati kronis, alkohol dalam jumlah sedikit saja akan memperburuk sakit hatinya. Pengidap sakit hati akibat alkohol dan dengan sirosis dari berbagai penyebab sebaiknya benar-benar putus dengan alkohol. Yang tidak kalah penting, jangan minum obat asetaminofen dengan alkohol atau setelah menenggak banyak alkohol. Kombinasi ini dapat membahayakan lever.

 

Pengobatan Perlemakan Hati Atau Fatty Liver
Tidak ada pengobatan khusus atau pembedahan untuk mengatasi perlemakan hati. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya. Bila hati secara berulang mendapat pemaparan dari bahan-bahan racun seperti alkohol, pada akhirnya fatty liver akan berkembang menjadi sirosis.

Sejumlah langkah ini bisa dicoba guna mencegah terjadinya kerusakan :

   
-Turunkan berat badan secara aman. Ini berarti berat badan tidak turun lebih dari 0,5-1 kg per minggu, dengan mengatur asupan kalori dan lemak.
   

-Turunkan kadar trigliserida melalui diet (hindari kuning telur ayam dan telur puyuh) dan minum obat antilipid dengan resep dokter (golongan fibrat : genfibrozil)
   

-Hindari alkohol
   

-Kontrol diabetes bila anda menderita diabetes
   

-Olah raga secara teratur yang membakar banyak kalori
   

-Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
Tidak ada pengobatan khusus atau pembedahan untuk mengatasi perlemakan hati. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya, antara lain dengan :
 

-Menurunkan berat badan sebesar 0,5 kg per minggu secara bertahap
   

-Menurunkan lemak darah seperti kolesterol maupun trigliserida dengan diet maupun obat dari dokter
   

-Menurunkan kadar gula darah bila menderita diabetes
   

-Hindari minum alkohol
   

-Diet rendah lemak dan karbohidrat
   

-Makan makanan dengan gizi yang seimbang
   

-Tingkatkan aktivitas dengan melakukan olahraga secara teratur
   

-Pemberian antioksidan seperti vitamin E

 

Tips Pola Makan Untuk Mencegah Dan Mengatasi Perlemakan Hati Atau Fatty Liver

penyakit liver, perlemakan hati

perlemakan hati

-Hindari makanan hewani terutama yang berlemak, gorengan dan makanan yang diawetkan.
   
-Kurangi konsumsi karbohidrat seperti gula, roti putih, nasi putih, mie, kue-kue, biscuit, pudding dan lain lain.
   
-Hindari susu dan produk susu seperti susu sapi, keju atau butter.
   
-Hindari semua margarine
   
-Hindari semua makanan dan minuman yang manis.
   
-Hindari pemanis buatan.
   
-Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran.
   
-Minumlah paling sedikit 2 liter air sehari.

yang dicari :

You may also like...

%d bloggers like this: