Gejala Anemia Sel Sabit Pada Bayi

Gejala Anemia Sel Sabit Pada Bayi

gejala anemia sel sabit pada bayiAnemia ini terjadi akibat tidak terdapat cukup sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Normalnya, sel darah merah berbentuk bulat dan fleksibel serta mudah bergerak melalui pembuluh darah.

Dalam anemia sel sabit, sel-sel darah merah menjadi kaku dan lengket dan berbentuk seperti sabit atau bulan sabit. Sel-sel berbentuk tidak teratur seperti ini dapat terjebak dalam pembuluh darah kecil sehingga memperlambat atau memblokir aliran darah dan oksigen ke bagian tubuh lain. Tidak ada obat untuk kebanyakan kasus anemia sel sabit. Namun, pengobatan dapat mengurangi gejala dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul.

Anemia sel sabit (penyakit sel sabit) adalah penyakit dari darah yang disebabkan oleh hemoglobin (protein yang mengangkut oksigen didalam sel-sel darah merah) abnormal yang diwariskan. Hemoglobin abnormal menyebabkan sel-sel darah merah yang terdistorsi (sabit). Sel-sel darah merah sabit adalah rentan (mudah pecah) dan cenderung pada kepecahan. Ketika sejumlah dari sel-sel darah merah berkurang dari kepecahan (hemolysis), anemia adalah akibatnya. Kondisi ini dirujuk sebagai anemia sel sabit. Sel-sel sabit yang tidak teratur dapat juga menghalangi pembuluh-pembuluh darah menyebabkan kerusakan jaringan dan organ dan nyeri.

Anemia sel sabit adalah salah satu dari anemia-anemia darah yang diwariskan yang paling umum. Penyakit terutama mempengaruhi orang-orang Afrika dan orang-orang Amerika keturunan Afrika. Diperkirakan bahwa di Amerika, beberapa 50,000 orang-orang Amerika keturunan Afrika dirundung dengan bentuk yang paling parah dari anemia sel sabit. Secara keseluruhan, perkiraan-perkiraan sekarang ini adalah bahwa satu dalam 1,875 orang-orang Amerika keturunan Afrika dipengaruhi oleh anemia sel sabit.
Gejala anemia sel sabit biasanya muncul setelah bayi berusia 4 bulan dan meliputi:

*)  Anemia

Sel sabit bersifat rapuh serta mudah pecah dan mati, sehingga membuat penderitanya kekurangan sel darah merah. Sel darah merah biasanya hidup selama sekitar 120 hari sebelum mati dan diganti sel baru. Namun, sel sabit mati hanya dalam waktu 10 sampai 20 hari sehingga memicu kekurangan sel darah merah yang dikenal sebagai anemia. Tanpa cukup sel darah merah, tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen yang dibutuhkan sehingga menyebabkan kelelahan.
*)  Nyeri

Nyeri terjadi ketika sel-sel darah merah berbentuk sabit memblokir aliran darah di dada, perut dan sendi.

Nyeri juga bisa terjadi pada tulang. Rasa sakit memiliki intensitas bervariasi dan berlangsung beberapa jam sampai beberapa minggu.

Pada sebagian kasus, nyeri ini bisa begitu hebat sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.
*)  Gejala pada tangan dan kaki

Tangan dan kaki bengkak merupakan tanda pertama anemia sel sabit pada bayi.

Pembengkakan ini disebabkan sel darah merah berbentuk sabit yang menghalangi aliran darah pada tangan dan kaki.

*) Sering infeksi

Sel sabit dapat merusak limpa atau organ yang bertugas melawan infeksi. Hal ini membuat penderita lebih rentan terhadap infeksi.

Dokter mungkin memberikan antibiotik kepada bayi dan anak dengan anemia sel sabit untuk mencegah infeksi yang mengancam jiwa, seperti pneumonia.
*) Tertundanya pertumbuhan

Sel darah merah bertugas membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Kekurangan sel darah merah sehat dapat memperlambat pertumbuhan pada bayi dan anak-anak serta menunda pubertas pada masa remaja.
*) Masalah penglihatan

Sebagian orang dengan anemia sel sabit mengalami masalah penglihatan akibat pembuluh darah kecil yang menuju mata mengalami penyumbatan oleh sel sabit.

You may also like...

%d bloggers like this: