Gejala Ataksia

Gejala Ataksia

 
1Ataksia merupakan kondisi yang ditandai dengan berkurangnya koordinasi otot saat melakukan berbagai gerakan seperti berjalan, memegang, mengambil sesuatu, dan lain lain.

Ataksia juga dapat mempengaruhi kemampuan bicara, gerakan mata, kemampuan untuk menelan, dan lain lain.
 
Kondisi ini umum terjadi pada anak berusia di bawah 3 tahun.

Ataksia terjadi setelah seseorang mengalami kerusakan otak kecil. Otak kecil berfungsi mengendalikan gerakan otot.

Gejala dan waktu onset tergantung dari tipe ataksia. Bahkan terdapat banyak variasi dalam keluarga yang sama dengan tipe ataksia yang sama. Kelainan resesif umumnya menyebabkan gejala yang dimulai sejak masa kanak-kanak dibandingkan dewasa.

Bagaimanapun, dalam tahun-tahun terakhir, sejak tes genetik tersedia, diketahui ataksia Friedreich mulai terjadi saat dewasa pada beberapa kasus. Ataksia dominan sering muncul pada umur 20 tahun sampai 30 tahun atau bahkan lebih tua lagi. Kadang individu dapat tidak menunjukkan gejala sampai usia 60 tahun.

Biasanya keseimbangan dan koordinasi yang dipengaruhi pertama kali. Tidak adanya koordinasi tangan, lengan dan kaki dan kemampuan berbicara adalah gejala umum lainnya. Berjalan menjadi semakin sulit dan ditandai oleh berjalan dengan menempatkan kaki semakin jauh untuk mengimbangi keseimbangan yang buruk.

Gangguan koordinasi lengan dan tangan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol gerak yang baik seperti menulis dan memakan. Gerakan mata yang lambat dapat dilihat pada beberapa bentuk ataksia. Seiring berjalannya waktu, ataksia dapat mempengaruhi kemampuan berbicara & menelan.

Ataksia yang diwariskan merupakan kelainan degeneratif yang berkembang selama beberapa tahun. Seberapa parah dan kemungkinan berujung pada kematian tergantung tipe ataksia, usia dimulainya gejala dan faktor lain hanya sedikit dipahami saat ini. Komplikasi saluran pernapasan dapat menjadi fatal pada orang yang ?bed bound? atau memiliki masalah menelan yang parah.

Berikut adalah beberapa gejala ataksia:2
   
– Kurang koordinasi
   
– Goyah saat berjalan
   
– Tersandung saat berjalan
   
– Mengalami masalah saat melakukan tugas motorik halus seperti menulis, mengetik, atau mengikatkan tali sepatu
   
– Masalah dengan kemampuan bicara
   
– Nystagmus (gerakan mata yang tidak terkoordinasi)
   
– Masalah dengan menelan
   
– Kehilangan koordinasi otot, tangan lengan, dan kaki
   
– Kehilangan keseimbangan
Pada umumnya, keseimbangan dan koordinasi yang pertamakali terganggu. Gaya berjalan yang menjadi ciri khas pasien Ataksia adalah berjalan dengan kedua kaki berjauhan, sebagai kompensasi dari keseimbangan tubuh yang buruk. Disusul dengan inkoordinasi pada tangan dan lengan, akibatnya mempengaruhi kemampuan pasien untuk melakukan gerakan motorik halus seperti menulis. Seberapa buruk cacat yang dapat ditimbulkan, tergantung pada jenis Ataksia, usia penderita saat pertama kali terkena, dan faktor lingkungan lainnya. Bahkan pada jenis Ataksia tertentu, dapat menyebabkan komplikasi jantung yang mengancam nyawa.

%d bloggers like this: