Gejala Dan Faktor Resiko Kanker Ovarium

Gejala Dan Faktor Resiko Kanker Ovarium

 

super lutein, kanker

kanker ovarium

Pertumbuhan tumor ganas ovarium sangat cepat, mudah menyebar. Akan tetapi kanker ovarium di stadium awal kebanyakan tanpa adanya gejala, seringkali disaat pemeriksaan ginekologi secara kebetulan terdeteksi atau disaat tumor tumbuh sampai ukuran tertentu yang melewati pelvik, dapat diraba di perut atau disaat adanya komplikasi baru terdeteksi, disaat akan melakukan pengobatan seringkali sudah dalam stadium lanjut. Gejala kanker ovarium dapat berbeda karena ukuran tumor, waktu kejadian dan ada tidaknya komplikasi.

Mengenali gejala-gejala kanker indung telur merupakan langkah awal untuk mendeteksi keberadaan kanker indung telur sejak dini. Pengobatan yang cepat dan tepat akan memperbesar prognosis kesembuhan dari kanker indung telur. Pastikan gejala-gejala kanker indung telur berikut tidak bersarang dalam tubuh Anda dan orang tercinta Anda.
Mengenali Gejala-Gejala Kanker Indung Telur

Kanker indung telur sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut dimana massa tumor sudah mulai menekan organ-organ di sekitarnya. Namun, tanda dan gejala kanker indung telur dapat dikenali, antara lain:

– Siklus menstruasi yang abnormal.
    

-Diare, kembung, atau sembelit.
    

-Rasa nyeri dan berat di rongga panggul.
    

-Peningkatan atau penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.
    

-Pembengkakan perut yang tidak nyeri.
   

– Perdarahan melalui vagina yang tidak lazim.
   

– Mual-mual dan kehilangan nafsu makan.
   

– Sering buang air kecil.
    

-Sesak napas dan demam.
   

– Nyeri saat berhubungan intim.

  Sedangkan Gejala kanker ovarium yang sering dijumpai :

-Pada stadium dini terkadang merasa tidak enak di perut bagian bawah atau merasa menurun dan sakit di satu sisi pada perut bagian bawah.

-Merasa perut mengembung, karena tumor bertumbuh dengan cepat maka diwaktu yang singkat akan terasa perut kembung, benjolan di perut dan asites. Tumor yang kecil pada saat pemeriksaan pelvik baru dapat terdeteksi, disaat benjolan terus bertumbuh besar melewati pelvik, benjolan di perut baru dapat teraba.

-Gejala tertekan, disaat tumor infiltrasi ke jaringan di sekitar atau menekan saraf, dapat menimbulkan sakit perut, sakit pinggang atau sakit linu panggul; apabila menekan pembuluh darah vena pelvik, bisa timbul bengkak pada kaki; tumor dengan ukuran besar dapat menekan kandung kemih, menimbulkan gejala sering kencing, kesulitan kencing, retensi urin; menekan rektum akan kesulitan buang air besar; menekan lambung dan usus akan timbul gejala pencernaan; menekan diafragma akan kesulitan bernapas, tidak dapat tidur terlentang.

-Karena pertumbuhan tumor sangat cepat, maka akan timbul gejala malnutrisi dan badan kurus, menyebabkan cachexia.

-Gejala yang berkaitan dengan adanya metastase kanker, kanker ganas ovarium jarang ada gejala rasa sakit, apabila terjadi kebocoran tumor, pendarahan atau infeksi atau karena infiltrasi menekan organ di sekitarnya dapat menimbulkan sakit perut, sakit pinggang.

-Apabila bilateral ovarium semuanya rusak oleh jaringan tumor, bisa menimbulkan gangguan menstruasi dan amenore; metastase ke paru-paru akan timbul batuk, batuk berdarah, efusi pleura; metastase ke tulang dapat menyebabkan rasa sakit di area metastase; metastase ke usus dapat menimbulkan darah tinja, yang terberat dapat menimbulkan obstruksi usus.

-Apabila berupa fungsional tumor, dapat menimbulkan gejala yang berkaitan dengan hormon estrogen atau hormon androgen yang berlebihan. Misalnya : menimbulkan disfungsional awal pendarahan uterus, pendarahan vagina pasca menopause atau timbul tanda-tanda maskulin. Pasien kanker ovarium stadium lanjut timbul gejala badan kurus yang nyata, anemia berat dan tanda cachexia lainnya. Pada saat pemeriksaan ginekologi dapat teraba nodul keras yang tersebar di forniks posterior, benjolan kebanyakan terdapat didua sisi. substantive, permukaan yang tidak rata, tidak dapat digerakkan, sering terkait dengan adanya asites darah. Terkadang dapat teraba kelenjar getah bening membesar di pangkal paha, di bawah ketiak atau di atas tulang belikat.

Faktor Resiko Terserang Kanker Indung Telur

Umumnya, kanker indung telur dapat menyerang mereka yang mempunyai latar belakang berikut ini:

-Wanita di atas 50 tahun.

super lutein, kanker

kanker ovarium

    

-Datang bulan sebelum usia 12 tahun.
    

-Mandul, belum pernah hamil atau memiliki anak setelah usia 30 tahun.
    

-Obesitas (Kegemukan).
    

-Penggunaan obat-obat kesuburan.
   
-Riwayat keluarga yang menderita kanker ovarium dan payudara.
    

-Adanya polutan asbetos, talkum, dan polutan industri lainnya.

Tentu saja beberapa faktor tersebut tidak selalu menyebabkan seseorang terkena kanker indung telur, namun didapati bahwa sebagian besar penderita kanker ini mempunyai latar belakang dari faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari makanan berlemak tinggi, menghindari polutan industri, menghindari penggunaan bedak dan deodoran semprot pada daerah genital.

Anda juga perlu waspada jika memiliki riwayat keluarga terkena kanker indung telur, uterus, dan payudara, dan dilarang menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon suntikan maupun kontrasepsi oral atau pil serta melakukan pemeriksaan secara berkala.

Penting untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut bila ada beberapa gejala di atas Anda alami bersamaan. Ingat, penanganan yag cepat dan tepat akan meningkatkan harapan hidup Anda

You may also like...

%d bloggers like this: