Gejala Dan Penanganan Keseleo Atau Terkilir

Gejala Dan Penanganan Keseleo Atau Terkilir

 

penyakit tulang, keseleo

keseleo

Keseleo atau terkilir adalah cedera berupa peregangan (strain) dan/atau robekan (sprain) pada otot, tendon (jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang) atau ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya).

Keseleo pergelangan kaki adalah salah satu bentuk cedera paling umum dalam olahraga. Kebanyakan keseleo kaki terjadi ketika telapak kaki tiba-tiba berubah ke dalam (inversi) atau luar (eversi) ketika Anda berjalan, terantuk, jatuh, atau menyentuh tanah setelah melompat. Pergelangan tangan dan siku juga dapat terkilir karena mengangkat benda berat dengan cara yang tidak benar atau gerakan berulang berkepanjangan dari otot-otot dan tendon.

Sebagai contoh bila terkilir atau keseleo pada pergelangan kaki keluhan yang muncul antara lain : nyeri, bengkak, memar, dingin atau mati rasa di kaki, ketidakmampuan untuk berjalan atau menanggung berat pada sendi.

Berat ringannya keseleo pergelangan kaki tergantung pada seberapa parah ligamen yang mengalami regangan dan atau robekan. Jika keseleo ringan, gejalanya yang muncul mungkin hanya sedikit rasa sakit atau bengkak dan ligamen masih dapat diregangkan. Jika keseleo parah, adanya bagian ligamen yang mengalami robek dan atau putus, nyeri hebat dan terjadi pembengkakan.

 

Tanda dan Gejala Keseleo atau Terkilir

Otot yang mengalami keseleo terasa sakit, bengkak, memar, dan sulit digerakkan. Kadang-kadang Anda merasakan ada robekan saat cedera terjadi. Namun, tanda-tanda dan gejala dapat bervariasi menurut intensitas keseleo.

 

Penanganan Keseleo Atau Terkilir

Penanganan keseleo yang dianjurkan adalah dengan metode yang disingkat “RICE”.

1. Rest (istirahat)

Masa 24-48 jam pertama setelah cedera adalah masa kritis sehingga Anda perlu membatasi aktivitas Anda. Cobalah untuk tidak bergerak atau memberikan tekanan pada sendi yang terkena. Seringkali penggunaan selempang (sling), bebat atau kruk diperlukan untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang terluka.

2. Ice (es)

Dalam 48 jam pertama pasca-cedera, tempelkan kantung es pada bagian yang keseleo selama 20 menit setiap 3-4 jam sekali. Jangan menempelkan es selama lebih dari 20 menit pada satu waktu karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

3. Compression (kompresi)

Gunakan pembalut untuk membungkus anggota tubuh yang terkilir. Balutan harus kuat tetapi tetap nyaman dan tidak memotong sirkulasi darah ke anggota tubuh tersebut. Jika jari atau jari kaki Anda menjadi dingin, biru, atau kesemutan, Anda perlu melepaskan pembalut dan membalut ulang.

4. Elevate (tinggikan)

Angkatlah anggota tubuh yang keseleo melebihi ketinggian jantung Anda, jika memungkinkan. Anda dapat melakukannya dengan berbaring dan menempatkan bantal di bawah lengan atau kaki yang cedera.

Selain keempat langkah di atas, Anda dapat mengambil obat pereda nyeri untuk mengobati rasa sakit. Dokter mungkin meresepkan analgesik yang lebih kuat untuk rasa sakit yang hebat. Setelah gejala mereda, latihan ringan dapat dilakukan untuk mengembalikan kekuatan dan mobilitas. Untuk kasus keseleo berat, pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki ligamen atau otot yang robek.

 

 

penyakit tulang, keseleo

keseleo

Pencegahan Keseleo atau terkilir

Langkah-langkah berikut dapat membantu Anda mengurangi risiko terkilir atau keseleo:

   
-Lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan atau aktivitas berat.
   

-Kenakan pelindung atau pembalut sendi elastis saat melakukan aktivitas fisik yang kuat.
   

-Lakukan senam peregangan secara teratur untuk menjaga kekuatan dan kelenturan otot-otot dan sendi.
   

-Terapkan diet sehat dan seimbang untuk menjaga otot-otot yang kuat dan mempertahankan berat badan yang ideal.
   

-Gunakan langkah-langkah keselamatan untuk mencegah jatuh (misalnya, pastikan tangga, jalan setapak, pekarangan, dan jalan masuk bebas dari benda-benda licin yang dapat membuat terpeleset).
   

-Pakailah sepatu yang pas. Ganti sepatu olah raga yang solnya sudah aus terpakai sehingga tidak rata.
   

-Hindari berolahraga atau beraktivitas ketika lelah atau sakit.
   

-Selalu memilih berjalan di permukaan yang rata.

tim81.com :

%d bloggers like this: