Gejala Endokarditis Bakterialis Akut

Gejala Endokarditis Bakterialis Akut

endokarditis infektifJantung adalah sebuah organ (selain otak) yang sangat penting bagi makhluk hidup, terutama bagi manusia dan hewan. Karena itu, pada postingan kali ini aku akan membahas mengenai infeksi jantung.

Dahulu, infeksi pada endokard ini banyak disebabkan oleh bakteri, sehingga disebut endokariditis bakterial. Sekarang, infeksi ini bukan hanya disebabkan bakteri saja, tetapi karena mikroorganisme lain, seperti jamur, virus, dan lain-lain. Endokarditis juga tidak hanya terjadi pada endokard dan katub yang telah mengalami kerusakan, tetapi endokard dan katub yang sehat pun bisa terkena endokarditis, misalnya karena penyalahgunaan narkotika perintravena atau penyakir kronik. Perjalanan penyakit ini bisa akut, subakut, dan kronik, tergantung pada virulensi mikroorganisme dan daya tahan penderita.

Endokarditis paling banyak disebabkan oleh Streptococcus viridans, yaitu mikroorganisme yang hidup dalam saluran napas bagian atas. Penyebab lain dari infeksi endokarditis yang lebih patogen adalah Staphylococcus aureus, yang menyebabkan infeksi endokarditis subakut. Penyebab lainnya adalah Streptococcus fecalis, yaitu bakteri gram yang negatif aerob/anaerob, jamur, virus, Candida, Aspergillus, dan basil E. coli.

Endokarditis infektif adalah infeksi pada endokardium dan katup jantung. Endokarditis infektif dapat terjadi secara tiba-tiba dan dalam beberapa hari bisa berakibat fatal. Endokarditis infektif juga dapat terjadi secara bertahap dan tersamar dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan. Bakteri penyebab endokarditis bakterialis akut kadang cukup kuat untuk menginfeksi katup jantung yang normal. Sedangkan, bakteri penyebab endokarditis bakterialis subakut hampir selalu menginfeksi katub abnormal maupun katub yang rusak.
   
Gejala pada Endokarditis Bakterialis Akut diantaranya:

   
gejala endokarditis bakterialis* Biasanya penyakit ini dimulai secara tiba-tiba dengan ditandai demam tinggi (38,9 – 40,9 oC), denyut jantung yang cepat, kelelahan, dan kerusakan katup jantung yang cepat dan luas.
   
* Vegetasi endokardial (emboli) yang terlepas bisa berpindah dan menyebabkan infeksi tambahan di tempat lain.
   
* Adanya penimbunan nanah (abses) dapat terjadi di dasar katup jantung yang terinfeksi atau di tempat tersangkutnya emboli yang terinfeksi. Katup jantung bisa mengalami perforasi (perlubangan) dan dalam waktu beberapa hari bisa terjadi kebocoran besar.
   
* Beberapa penderita mengalami shock, kemudian ginjal dan organ lainnya berhenti berfungsi (sindroma sepsis).
  
* Infeksi arteri dapat memperlemah dinding pembuluh darah dan menyebabkan robeknya pembuluh darah. Robekan ini dapat berakibat fatal, terutama bila terjadi di otak atau dekat jantung.

%d bloggers like this: