Gejala Kanker Otak

Gejala Kanker Otak

1Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan, belum lagi sambil mikir nanti malam mau makan apa.

Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).

Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem).

Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.
Rincian Gejala Kanker Otak
* Sakit kepala

4Sakit kepala adalah salah satu gejala yang paling jelas dari kanker otak. Hal ini biasanya terjadi pada jam 4 atau 5 pagi ketika pasien sedang terlelap tidur. Pasien sering terbangun karena sakit kepala yang sangat berat, dengan tidur yang lebih lama, sakit kepala bisa bertambah parah.  Sakit kepala menghilang bertahap pada jam 8 atau 9:00 atau setelah bangun.
* Muntah-muntah

Dibandingkan dengan muntah yang disebabkan oleh penyakit lambung, muntah yang terjadi pada kanker otak biasanya tidak menunjukkan gejala seperti sakit perut atau perut kaku, mual atau diare. Selain itu, muntah tidak berhubungan dengan konsumsi makanan karena muntahan tersebut hanya merupakan muntahan karena sakit kepala tiba-tiba, yang disebabkan oleh tekanan intrakranial yang meningkat dan merangsang pusat muntah medula.
* Gejala Lain

Selain gejala itu, ada pula perasaan tiba-tiba berkedut, exophthalmos tunggal, tuli di satu telinga, hemiplegia, penurunan fungsi mata, diplopia, kesulitan menelan dan mempertahankan keseimbangan tubuh dan juga pusing.

%d bloggers like this: