Gejala Penyakit Encephalitis Atau Radang Otak

Gejala Penyakit Encephalitis Atau Radang Otak

2Mungkin akhir-akhir ini masyarakat sudah banyak mengenal berbagai macam penyakit yang tidak dikenal sebelumnya seperti penyakit encephalitis

Penyakit encephalitis merupakan salah satu penyakit yang mengerikan bagi kita karena organ yang terkena merupakan organ vital yang paling penting yaitu otak.

Penyebab utama dari penyakit encephalitis adalah bakteri dan virus, dimana kedua penyebab tersebut memiliki tingkat bahaya yang berbeda-beda.

Menurut penelitian penyebab encephalitis yang lebih berbahaya adalah infeksi akibat bakteri. Dimana infeksi tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak, pendengaran menjadi terganggu, dan dapat mempengaruhi daya ingat seseorang. Bakteri penyebab encephalitis yaitu haemophilus influenza type b (Hib), streptococcus pneumonia dan neisseria meningitides, listeria monocytogenes.

Berbeda halnya dengan infeksi yang disebabkan oleh virus, biasanya infeksi yang disebabkan oleh virus hilang dengan sendirinya namun tetap saja harus selalu waspada. Sekarang ini lebih banyak ditemukan penyakit Encephalitis yang disebabkan oleh virus dari pada oleh bakteri karena makin banyaknya penggunaan obat antibiotika dengan dosis tinggi.

Gejala yang umum meliputi:
   
* Demam2
   
* Sakit kepala
   
* Pusing
   
* Muntah
   
* Gelisah
   
* Nyeri ekstremitas
   
* Kaku kuduk
   
* Malaise
  
* Pucat
   
* Kejang
  
* Penurunan kesadaran
   
* Mudah terangsang
   
* Kadang terjadi demensia berat / kehilangan memori

 
*) Manifestasi klinik Encephalitis

   
Meskipun penyebabnya berbeda-beda, gejala klinis enchepalitis kurang lebih sama dan khas hingga dapat digunakan sebagai penegak diagnosa.

2* Suhu naik dengan mendadak dan seringkali ditemukan hiperpireksia.

* Kesadaran dapat cepat menurun sampai spoor atau koma. Kejang – kejang yang bersifat umum atau fokal atau kadang-kadang hanya twitching saja. Kejang-kejang ini dapat berlangsung berjam-jam.

* Gejala-gejala serebrum yang beraneka ragam dapat timbul seperti paresis, aphasia dan sebagainya.

* Tanda-tanda rangsang menings bisa ditemukan.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada susunan saraf pusat mungkin akibat invasi virus secara langsung dalam susunan saraf pusat/otak, atau akibat suatu proses post infeksi berupa proses imunologik atau alergik. Walaupun patogenesis berbeda tetapi perubahan patologik dalam garis besarnya hampir sama.

%d bloggers like this: