Gejala Sindrom Kleine-levin Atau Sleeping Beauty

Gejala Sindrom Kleine-levin Atau Sleeping Beauty

3Sindrom Kleine-Levin (Kleine-Levin Syndrome disingkat KLS) adalah penyakit syaraf yang langka dimana penderita tidak bisa mengontrol rasa kantuknya. Penderita bisa tertidur selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan, tergantung pada berapa lama penyakit itu muncul dan kambuh. Kleine-Levin sindrom ini pertama kali diberi nama dan dilaporkan secara ilmiah oleh Willi Kleine dan Max Levin pada tahun 1925.  Sindrom ini pertama kali ditemukan oleh dokter Prancis Pierre Edmé Chauvot de Beauchèmoda  pada tahun 1786.

Penderita bisa bangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Penderita bisa dibangunkan oleh orang lain, tetapi penderita selalu mengeluh merasa capek dan letih. Ketika penderita bangun penderita bertingkah seperti anak kecil karena sebagian memorinya ingatannya terhapus pada saat penderita tertidur, banyaknya ingatan yang terhapus tergantung dari seberapa lama penderita tidur. Dan penderita sensitif terhadap suara dan cahaya ketika bangun. Penyakit ini kambuh tanpa peringatan. Sebagian penelitian di Amerika Serikat mempercayai penyebab penyakit KLS adalah mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orang tua penderita.
Gejala umum sindrom Kleine-Levin adalah:1

• Terus tidur dalam waktu yang lama

• Sering diam

• Terus menerus mengeluh kepalanya terasa aneh

• Tidak enak badan

• Hipersensitif rangsangan sensoris atau peka terhadap suara bising dan cahaya

• Tanpa ekspresi

• Kaku

• Mudah marah

2Pada suatu ketika penderita tersebut mengalami kekambuhan lagi kembali tertidur lama. Ia hanya bangun beberapa jam sehari dan merasa ketakutan tiap kali bangun. Tingkahnya seperti anak berusia 4 tahun, memeluk boneka Teddy-nya, menghisap jari, dan menangis, mengira ia bakal mati.  Episode tidur panjang terus berulang. Dan meski berhasil masuk universitas, prestasi akademiknya di bawah harapan. Dalam episode tidur panjangnya, penderita terjebak dalam horor kadang disertai mimpi menakutkan. Kadang juga, terjadi segala sesuatu nampak membingungkan. Otaknya tidak dapat memproses informasi. Ketika tidur, mimpinya terasa nyata. Sebaliknya, ketika terjaga ia merasa berhalusinasi dan tidak terasa nyata.

Penderita sering mengalami tersinggung, lesu, dan apatis. Penderita KLS pasien sering mengalami rasa kebingungan dan mengalami halusinasi. Gejala siklus, dapat dialami dalam hitungan minggu bahkan sampai ke bulan  diselingi oleh gejala-bebas dalam hitungan minggu atau bulan bahkan sampai tahun.  Hipersomnia adalah gejala utama dari KLS, dan hadir dalam semua mata pelajaran.  Selama episode KLS, penderita sering menghabiskan 18 jam untuk tidur dalam. Gejala lain adalah perubahan mental saat terjadinya serangan.  Penderita sulit untuk bangun dari tidur, dan mudah marah atau agresif ketika dicegah untuk tidur. Penderita juga sering menunjukkan penurunan kognitif dan dapat menunjukkan kebingungan, amnesia, halusinasi , delusi , atau mengalami keadaan seperti mimpi. Sekitar 75% dari pasien mengalami KLS perubahan dalam perilaku makan selama serangan timbul, dengan mayoritas ini menunjukkan megaphagia atau banyak makan.  Laporan menggambarkan pasien yang akan makan apapun yang ditempatkan di depannya tanpa memilih disantapnya, sehingga cenderung mengkonsumsi makanan berlebihan.  Hampir setengah dari pasien KLS juga mengalami semacam perilaku hiperseksual saat serangan, gangguan bergaulan ,  masturbasi. Perilaku hiperseksual lebih umum terjadi pada laki-laki daripada perempuan.

%d bloggers like this: