Identifikasi Lokasi Tumor Otak

Identifikasi Lokasi Tumor Otak

1Tumor otak adalah proliferasi dan pertumbuhan tak terkendali sel-sel di dalam dan di sekitar jaringan otak. Tumor otak mencakup sekitar 7-9% dari semua jenis kanker dan dapat terjadi pada semua usia. Pria lebih banyak terkena penyakit ini daripada wanita. Tumor otak dapat jinak atau ganas, primer atau sekunder.

WHO (World Health Organization) membedakan tumor otak antara jinak dan ganas dalam empat grade (tingkat). Grade 1-2 adalah tumor jinak yang tumbuh lambat, terlokalisasi, dan berprognosis menguntungkan dan grade 3-4 adalah tumor ganas yang berkembang pesat, menginvasi jaringan/struktur sekitar, dan berprognosis buruk. Penggolongan ini berperan penting dalam rencana perawatan yang dilakukan.

Tumor otak mencakup sekitar 20% dari seluruh kanker anak, dan memengaruhi 3 dari setiap 100.000 anak-anak. Kejadian tumor tertinggi sebelum usia 12 tahun. Bentuk paling umum tumor otak pada anak-anak adalah astrocytoma, medulloblastoma, ependymoma, dan glioma batang otak.

Biasanya, tumor otak dapat ditemukan di dalam otak itu sendiri, di jaringan saraf kepala, di selaput otak, tempurung, atau menyebar dari kanker yang lokasi utamanya terdapat pada organ lain dalam tubuh. Bila tumor sudah menyerang otak, maka resiko terjadi kematian cukup tinggi. Hal itu dikarenakan otak merupakan organ yang paling penting, yang apabila organ tersebut mengalami gangguan maka organ lainnya pun akan terganggu.

Tumor otak merupakan sebuah lesi yang terletak pada intracranial yang menempati ruang di dalam tengkorak. Tumor-tumor selalu bertumbuh sebagai sebuah massa yang berbentuk bola tetapi juga dapat tumbuh menyebar, masuk ke dalam jaringan. Neoplasma terjadi akibat dari kompresi dan infiltrasi jaringan.
Karena fungsi-fungsi otak berbeda-beda di setiap bagiannya maka untuk mengindentifikasi lokasi tumor dapat ditentukan dari perubahan yang terjadi, seperti :

* Tumor korteks motorik memanifestasikan diri dengan menyebabkan gerakan seperti
kejang yang terletak pada satu sisi tubuh, yang disebut kejang Jacksonian.

* Tumor lobus oksipital menimbulkan manisfestasi visual, hemianopsia homonimus kontralateral (hilangnya penglihatan pada setengah lapang pandangan, pada sisi yang berlawanan dari tumor) dan halusinasi penglihatan.

* Tumor serebellum menyebabkan pusing, ataksia (kehilangan keseimbangan) atau gaya berjalan sempoyongan dengan kecenderungan jatuh ke sisi yang lesi, otot-otot tidak terkoordinasi dan nistagmus (gerakan mata berirama tidak disengaja) biasanya menunjukkan gerakan horisontal.

* Tumor lobus frontal sering menyebabkan gangguan kepribadian, perubahan status emosional dan tingkah laku, dan disintegrasi perilaku mental. Pasien sering menjadi ekstrem yang tidak teratur dan kurang merawat diri dan menggunakan bahasa cabul.

* Tumor sudut serebopontin biasanya diawali pada sarung saraf akustik dan memberi rangkaian gejal yang timbul dengan semua karakteristik gejala pada tumor otak.

7• Pertama, tinnitus dan kelihatan vertigo, segera ikuti perkembangan saraf-saraf yang mengarah terjadinya tuli (gg saraf cranial ke-8).

• Berikutnya, kesemutan dan rasa gatal-gatal pada wajah dan lidah (b.d saraf cranial ke-5).

• Selanjutnya, terjadi kelemahan atau paralysis (keterlibatan saraf cranial ke-7).

• Akhirnya, karena pembesaran tumor menekan serebelum, mungkin ada abnormalitas pada fungsi motorik.

* Tumor intracranial dapat menghasilkan gg kepribadian, konfusi, gg fungsi bicara dang g gaya berjalan, terutama pada pasien lansia. Tipe tumor yang paling sering adalah meningioma, glioblastoma dan metastase serebral dari bagian lain.
Beberapa tumor tidak selalu mudah ditemukan lokasinya, karena tumor-tumor tersebut berada pada daerah tersembunyi (silent areas) dari otak (daerah yang di dalam fungsinya tidak dapat ditentukan dengan pasti).
Perkembangan tanda dan gejala adalah menentukan apakah tumor berkembang atau menyebar.

%d bloggers like this: