Imunopatologi Penyebab Bronkiolitis

Imunopatologi Penyebab Bronkiolitis

Imunopatologi Penyebab BronkiolitisBronkiolitis adalah Infeksi virus akut saluran pernapasan bawah yang menyebabkan obstruksi inflamasi bronkiolus, terjadi terutama pada anak-anak dibawah umur 2 tahun.

Bronkiolitis adalah infeksi saluran pernafasan yang ditandai dengan pernafasan yang cepat dan dangkal dengan pelebaran cuping hidung yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan dan peningkatan jumlah lendir di saluran pernafasan terkecil di dalam paru-paru (bronkiolus), menyebabkan kesulitan bernafas dan mengi. Kondisi ini sering terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun. Bronkiolitis merupakan penyakit menular dan dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan cairan hidung, atau melalui droplet udara. Biasanya, bronkiolitis tidak memerlukan obat-obatan karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Infeksi biasanya hilang setelah dua minggu tanpa perawatan apapun. Akan tetapi, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan guna mencegah dehidrasi. Pada kasus yang jarang, bayi yang usianya kurang dari 1 tahun dengan bronkiolitis biasanya dapat menderita gejala yang berat dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Bayi-bayi ini biasanya lahir secara prematur atau menderita penyakit paru-paru atau jantung yang mendasari.

Bronkiolitis adalah penyakit saluran pernapasan bayi yang lazim, akibatdari obstruksi radang saluran pernapasan kecil. Penyakit ini terjadi selama umur 2tahun pertama, dengan insiden puncak pada sekitar umur 6 bulan, dan pada banyak tempat penyakit ini paling sering menyebabkan rawat inap bayi di rumahsakit. Insidensi tertinggi selama musim dingin dan awal musim semi. Penyakit initerjadi secara sporadik dan endemik.

Bronkiolitis yang terjadi di bawah umur satu tahun kira-kira 12% dariseluruh kasus, sedangkan pada tahun kedua lebih jarang lagi, yaitu sekitar setengahnya. Penyakit ini menimbulkan morbiditas infeksi saluran napas bawahterbanyak pada anak.

Bronkiolitis yang disebabkan oleh virus jarang terjadi pada masa neonatus.Hal ini karena antibodi neutralizing dari ibu masih tinggi pada 4-6 minggukehidupan, kemudian akan menurun. Antibodi tersebut mempunyai daya proteksiterhadap infeksi saluran napas bawah, terutama terhadap virus.

Penyebab Bonkiolitis

Bronkiliotis sering mengenai anak usia di bawah 2 tahun dengan insiden tertinggi pada bayi umur 6 bulan.Pada daerah yang penduduknya padat insiden bronkiolitis oleh karena RSV terbanyak pada usia 2 bulan. Makin muda umur bayi menderita bronkiolitis biasanya akan makin berat penyakitnya. Bayi yang menderita bronkiolitis berat mungkin terjadi oleh karena kadar antibodi maternal (maternal neutralizing antibody) yang rendah. Selain usia, bayi dan anak dengan penyakit jantung bawaan, bronchopulmonary dysplasia, prematuritas, kelainan neurologis dan immunocompromized mempunyai resiko yang lebih besar untuk terjadinya penyakit yang lebih berat. Penyakit ini menimbulkan morbiditas infeksi saluran napas bawah terbanyak pada anak.

Dinegara dengan 4 musim, epidemiologi bronkiolitis menunjukkan puncak yang tajam setiap tahun pada musim dingin antara bulan januari dan maret sampai awal musim semi dan dinegara tropis banyak ditemukan pada musim hujan. Faktor yang memicu bronkiolitis RSV meningkat setiap musim dingin belum diketahui. Persentase rendah kasus bronkiolitis ditemukan pada musim panas.

Sekitar 70% kasus bronkiolitis pada bayi terjadi gejala yang berat sehingga harus dirawat di rumah sakit, sedangkan sisanya biasanya dapat dirawat di poliklinik.

Imunopatologi Penyebab Bronkiolitis

Bronkiolitis yang disebabkan oleh virus jarang terjadi pada masa neonatus. Hal iniĀ  karena antibodi neutralizing dari ibu masih tinggi pada 4-6 minggu kehidupan, kemudian akan menurun. Antibodi tersebut mempunyai daya proteksi terhadap infeksi saluran napas bawah, terutama terhadap virus. Bakteri sangat jarang menyebabkan bronkiolitis pada bayi.

Karena resistensi aliran udara saluran berbanding terbalik dengan diameter saluran napas pangkat 4, maka penebalan dinding bronkiolus sedikit saja sudah memberikan akibat cukup besar pada aliran udara. Apalagi diameter saluran nafas bayi dan anak kecil lebih sempit. Resistensi aliran udara saluran nafas meningkat pada fase inspirasi maupun pada fase ekspirasi. Selama fase ekspirasi terdapat mekanisme klep sehingga udara akan terperangkap dan menimbulkan overinflasi dada. Volume dada pada akhir ekspirasi meningkat hampir 2 kali diatas normal. Atelektasis dapat terjadi bila terdapat obstruksi total. Proses patologik ini menimbulkan gangguan pada proses pertukaran udara di paru, ventilasi berkurang, dan hipoksemia. Pada umumnya, hiperkapnia tidak terjadi kecuali pada keadaan yang sangat berat.

Imunopatologi

Ada pendapat bahwa bronkiolitis merupakan hasil dari reaksi kompleks imun antara antibodi non-neutralizing dengan virus. Pendapat tersebut berdasarkan pengamatan di mana terjadinya infeksi oleh virus ketika umur masih muda, terutama kurang dari 6 bulan. Saat itu, antibodi yang secara pasif didapatkan dari ibu masih cukup tinggi.Imunopatologi Penyebab Bronkiolitis

RSV Respons IgE Spesifik

Infeksi oleh virus dapat mengakibatkan respons IgE spesifik. Timbulnya IgE spesifik berhubungan dengan derajat beratnya penyakit. Respons ini disertai peningkatan kadar histamin pada sekret hidung yang ditemukan pada anak dengan mengi akibat infeksi saluran napas bawah oleh virus RSV. Hal ini menunjukkan keterlibatan IgE pada infeksi virus, walaupun pada orang dewasa dikeluarkannya histamin oleh sel basofil kadang-kadang tidak disertai peningkatan kadar IgE. Ada beberapa penelitian mengenai hubungan antara serum anti RSV IgE dengan kadar IgG dengan kecenderungan timbulnya mengi di kemudian hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa atopi bukan merupakan faktor risiko terjadinya bronkiolitis, tetapi respons IgE merupakan salah satu faktor yang dapat menunjukkan kecenderungan terjadinya mengi berulang.

%d bloggers like this: