Jenis Batu Ginjal Dan Pencegahannya

Jenis Jenis Batu Ginjal Dan Pencegahannya

penyakit batu ginjal, jenis dan pencegahan batu ginjal

batu ginjal

Nyeri sakit batu ginjal atau juga kencing batu konon katanya seperti ada silet menyayat di perut sebelah bawah. Penderita bisa mendadak guling-gulingan di lantai menahan rasa sakit tersebut. Setelah itu biasanya kencingnya merah seperti darah. Kalau sudah begini biasanya si penderita harus menjalani operasi untuk menghancurkan atau mengikis si batu penyumbat. Memang benar, pada umumnya penderita gangguan saluran kencing merasakan kejadian seperti itu. Hal itu disebabkan adanya penyumbatan oleh batu yang bisa terjadi di saluran ureter, kandung kemih ataupun di ginjal itu sendiri.

Di ginjal, batu bisa terbentuk di jaringan, bisa juga di saluran. Batu di jaringan biasanya tanpa keluhan dan gejala. Pasien tenang-tenang saja walau ada batu di ginjalnya. Namun pada saat check-up, bisa jadi tahu-tahu batu di ginjal sudah seujung kelingking, tanpa keluhan atau gejala.

Batu di jaringan baru bergejala kalau sudah menekan saluran ginjal yang membuat aliran urin tersumbat. Lain dengan batu di saluran ginjal. Gejala batu muncul jika ukuran batu sudah lebih besar dari saluran ginjal sehingga aliran urin di ginjal tersumbat. Nyeri di pinggang menjalar ke perut bawah, kemaluan, dan paha sebelah dalam. Bisa juga disertai demam, mual sampai muntah, selain nyeri kepala.

Batu ureter membuat penderita merasakan nyeri kolik yang sangat dahsyat pada saat batu dari ginjal gagal melewati pipa ureter. Batu yang tersangkut di ureter menimbulkan luka bagai disilet. Ureter berdarah dan kencing berwarna merah air daging. Kebanyakan batu ureter spontan lolos keluar. Waktu kencing terasa ada yang mengganjal, mendadak nyeri hebat, lalu ada yang mencolot keluar, disusul dengan kencing berdarah. Besar batu umumnya sebiji kedelai.

Batu ureter yang gagal keluar tinggal di kandung kemih menjadi batu buli-buli. Selain rasa tidak enak, ngilu di atas kemaluan, pada pria nyeri terasa di ujung penis. Batu buli-buli yang gagal keluar, bercokol di sana dan bertambah besar, sampai tiba saatnya menimbulkan keluhan. Gejala dan keluhan batu buli-buli sering terabaikan sebab jarang menimbulkan serangan sedahsyat batu ureter. Gejala-gejalanya ialah kencing tidak lancar, kencing tersendat pada posisi berdiri, tapi lancar kalau posisi miring atau berbaring.

 

Jenis-jenis Batu Ginjal
Mengetahui jenis batu ginjal yang anda alami dapat membantu anda mengerti apa yang menyebabkan batu ginjal terbentuk dan dapat memberikan petunjuk apa yang dapat anda lakukan untuk mengurangi risiko mengalami batu ginjal.

Sebagian besar orang dengan batu ginjal tidak menyadari kondisinya dan baru diketahui setelah muncul gejala yang menyakitkan. Nah, ada 5 jenis batu ginjal yang bisa menyerang sehingga perlu diwaspadai.

Umumnya dokter perlu mengetahui terlebih dahulu susunan kimiawi dari batu yang ada untuk mengidentifikasi mengapa pasien rentan terhadap pembentukkan batu. Selain itu jenis batu yang ada juga menentukan perubahan diet seperti apa yang dibutuhkan oleh pasien.

Beberapa rekomendasi diet mungkin bisa berlaku untuk 1 atau lebih jenis batu ginjal. Namun yang terutama adalah minum cukup air bisa membantu mencegah semua jenis batu ginjal.

Sebagian besar batu ginjal terdeteksi saat pemeriksaan dan dokter akan mengirim sampel batu ginjal ke laboratorium untuk dianalisis. Setelah diketahui unsurnya, maka dokter bisa mengetahui penyebabnya dan merekomendasikan strategi pencegahan.

Berikut ini 5 jenis batu ginjal yang bisa mengintai dan proses pembentukannya,yaitu:
1. Batu kalsium oksalat

Jenis batu ini merupakan yang paling umum dan cenderung terbentuk ketika urine bersifat asam dan memiliki pH rendah. Oksalat yang terdapat di dalam urine ini diproduksi oleh tubuh.

Kalsium dan oksalat dalam makanan turut berperan, tapi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi pembentukan batu. Oksalat ditemukan pada sayuran, buah-buahan dan kacang-kcangan, serta kalsium dari tulang juga mungkin memainkan peran dalam pembentukan batu ginjal.
2. Batu kalsium fosfat

Meskipun jenis batu ginjal yang satu ini kurang umum, tapi batu terbentuk ketika urine bersifat basa yang berarti memiliki pH tinggi lebih dari 7.
3. Batu asam urat
Batu ini lebih mungkin terbentuk ketika urine secara terus menerus bersifat asam. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh makanan yang kaya protein hewani dan ditemukannya zat purin. Diketahui purin secara alami ada di dalam semua makanan, tapi yang paling utama ada di jeroan, ikan dan kerang.
4. Batu struvite
Batu ini terbentuk akibat adanya infeksi di ginjal, maka untuk mencegahnya adalah dengan mengobati dan menjaga ginjal bebas dari infeksi. Meski begitu pola makan belum terbukti bisa mempengaruhi pembentukan batu struvite.
5. Batu cystine
Batu ini terbentuk dari hasil kelainan genetik langka yang menyebabkan asam amino cystine (salah satu pembentuk protein) bocor, sehingga masuk ke ginjal dan ke dalam urine sehingga membentuk kirstal.

 

Pencegahan Penyakit Batu Ginjal
Penyakit batu ginjal bisa dicegah dengan membiasakan diri mempraktekan pola hidup sehat. Lebih jelasnya seperti poin-poin di bawah ini:

Perubahan gaya hidup:
   
-Minum cukup air setiap hari
  

-Makan lebih sedikit makanan kaya oxalate, seperti bayam, ubi, teh, cokelat dan produk kedelai
   

-Memilih makanan yang rendah garam dan protein hewani
   

-Makan makanan kaya kalsium, akan tetapi membatasi penggunaan suplemen kalsium

You may also like...

%d bloggers like this: