Jenis Dan Diagnosa Ataksia

Jenis Dan Diagnosa Ataksia

4Ataksia (Ataxia) berasal dari bahasa Yunani “ataxis” yang artinya tidak teratur atau tidak terkoordinasi. Sehingga pasien dengan Ataksia, memiliki gangguan untuk mengontrol gerakan tubuhnya, karena terganggunya bagian otak yang mengatur fungsi koordinasi gerakan dan keseimbangan. Sebenarnya Ataksia bukanlah suatu diagnosa, tetapi Ataksia merupakan suatu gejala penyakit yang dapat diakibatkan oleh infeksi, kerusakan, atau perubahan degeneratif pada sistem saraf.

Sebagian besar gangguan yang menghasilkan ataksia menyebabkan bagian dari otak yang disebut serebelum (otak kecil) memburuk atau atrofi. Kadang urat saraf tulang belakang (spinal cord) juga terpengaruh. Degenerasi serebelar dan spinosereberal digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada sistem saraf manusia, namun bukan diagnosa yang spesifik. Degenerasi serebelar dan spinosereberal memiliki banyak penyebab.

 

*) Jenis Ataksia

Ataksia dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian besar:

   
* Ataksia yang didapat (Acquired / Non-genetic Ataxia)

Ataksia jenis ini tidak diturunkan dalam keluarga, dan disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan, tumor otak, kerusakan otak, cedera kepala, atau pengaruh zat kimia lainnya terhadap otak, bahkan stroke juga dapat menyebabkan terjadinya Ataksia.

   
* Ataksia yang diturunkan (Herediter Ataxia)

Ataksia jenis ini bersifat genetik dan diturunkan dalam keluarga. Gejala bisa muncul sejak masa kanak – kanak, atau baru muncul saat dewasa, tergantung tipe Ataksia yang diderita. Bersifat progresif lambat, yang artinya gejala akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
 
*) Diagnosa Ataksia

Seperti sudah dijelaskan di atas, Ataksia bukanlah suatu diagnosis spesifik, tetapi merupakan suatu gejala akibat kerusakan otak yang mengontrol kordinasi gerakan dan keseimbangan, sehigga diperlukan pemeriksaan CT (Computerized Tomography) ataupun MRI (Magnetic Resonance Imaging) otak untuk menilai kondisi tersebut.

Diagnosa ataksia Friedreich dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis termasuk riwayat medis dan melalui pemeriksaan fisik. Tes yang dilakukan meliputi:

* Elektromiogram (EMG), yang mengukur aktivitas elektrik sel-sel otot.2

* Studi pengantaran saraf, yang mengukur kecepatan saraf meneruskan rangsangan.

* Elektrokardiogram (EKG), yang memberikan hasil grafik aktivitas elektrik atau pola
denyut jantung

* Ekokardiogram, yang merekam posisi dan gerakan otot jantung.

* Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau scan computed tomography (CT) scan, yang menyediakan gambar otak dan urat saraf tulang belakang.

* Ketukan tulang belakang (spinal tap) untuk mengevaluasi cairan serebrospinal.

* Tes darah dan urin untuk mengetahui naiknya kadar glukosa.

* Tes genetik untuk mengidentifikasi gen yang dipengaruhi.

%d bloggers like this: