Jenis Virus Penyebab Penyakit Herpes

Jenis Virus Penyebab Penyakit Herpes

penyakit kelamin, penyakit herpes

herpes

Sebagian besar orang yang terkena penyakit herpes terlambat mengetahui jika dirinya terinfeksi bahkan tidak sadar dapat menyebarkannya. Penularan penyakit  herpes melalui Infeksi herpes simpleks ditularkan dari orang ke orang melalui hubungan langsung dengan daerah tubuh yang terinfeksi. Proses penularan bisa saja  terjadi meski tak ada luka pada penderita penyakit herpes yang terbuka.

Penggolongan penyakit herpes didasarkan atas jenis virus yang menginfeksi yaitu herpes simpleks dan herpes zoster.
Sebenarnya penyakit herpes memiliki banyak macam berdasarkan jenis virus dan cara penularannya serta letak kelainannya, tetapi pada masyarakat awam , herpes lebih dihubungkan dengan penyakit kelamin, dalam hal ini disebut herpes genitalis.
Jenis Jenis Penyakit Herpes

   
 *) Herpes genitalis
       
Infeksi virus herpes simplex tipe II pada alat genital dan biasanya ditularkan melalui hubungan badan
 
Penyakit Herpes genitalis berpotensi menyebabkan kematian pada bayi yang terinfeksi. Bila seorang perempuan mempunyai herpes kelamin aktif disaat melahirkan maka dianjurkan melahirkan dengan bedah caesar. Orang dengan herpes simpleks aktif sebaiknya sangat hati-hati waktu berhubungan seks agar menghindari infeksi HIV. Orang dengan HIV dan herpes simpleks bersama juga sebaiknya sangat hati-hati waktu terjangkit herpes aktif. Pada waktu itu, viral load HIV-nya biasanya lebih tinggi, dan hal ini dapat meningkatkan kemungkinan HIV ditularkan pada orang lain.
  

*) Herpes simpleks
       
Infeksi virus herpes simplex tipe I berupa kumpulan lepuhan pada kulit wajah,hidung,sekitar mulut dan dapat ditularkan melalui handuk,sapu tangan bisa juga disebabkan oleh virus simpleks tipe II dengan penularan melalui seks oral
   
Herpes simpleks terbagi 2 , yaitu virus herpes simpleks tipe I (HSV-I) dan herpes simpleks virus tipe II (HSV-II). Herpes yang mengenai daerah mulut dan sekitarnya adalah HSV-I (Herpes Labialis) sedangkan Herpes yang menginfeksi kulit didaerah vagina merupakan HSV-II (Herpes Genitalis) yang penularannya melalui hubungan seksual yang menimbulkan , gatal-gatal dan nyeri di daerah genital, dengan kulit dan selaput lendir yang menjadi merah.
*) Herpes zoster
       
Infeksi saraf oleh virus varicella zoster berupa lepuhan pada kulit mengikuti jalannya persarafan. Biasanya menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang lemah dan orang- orang lanjut usia.
       
Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella zoster, yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air. Gejalanya khas, yaitu timbul gelembung-gelembung kecil, biasanya di daerah punggung, hanya pada satu sisi, dan meliputi daerah persyarafan tertentu. Gelembung – gelembung ini terasa nyeri dan dapat pecah sehingga mudah timbul infeksi oleh bakteri. Penyakit ini bukan penyakit kelamin, dan dapat sembuh sempurna

Penyakit Herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 adalah penyebab umum untuk luka-luka demam (cold sore) di sekeliling mulut. Herpes simpleks-2 biasanya menyebabkan herpes kelamin. Namun belakangan diketahui lagi, bahwa virus tipe 1 juga dapat menyebabkan infeksi pada kelamin, begitu pula virus tipe 2 dapat menginfeksikan daerah mulut melalui hubungan seks.

penyakit kelamin, herpes

herpes

Fakta Penting :

   
-Setelah serangan cacar air biasanya virus cacar ini akan tetap ada di dalam tubuh dan muncul kembali sebagai herpes zoster bila daya tahan tubuh sedang menurun
   

-Nyeri pada herpes Zoster berlangsung beberapa bulan bahkan beberapa tahun setelah lepuhan hilang
   

-Perhatikan bila pada herpes simpleks timbul lepuhan di sekitar mata untuk langsung menghubungi dokter
   

-Pada penderita herpes genitalis yang sedang hamil segera beritahu dokter karena infeksi ini memiliki angka kematian janin sekitar 60%, dan dari yang hidup ada kemungkinan menderita kelainan saraf maupun mata
   
Proses Penularan Penyakit Herpes
Penyebaran penyakit herpes sulit dicegah. Hal ini sebagian karena sebenarnya banyak penderita penyakit herpes yang tidak tahu dirinya terinfeksi dan dapat menularkannya. Orang yang tahu dirinya terinfeksi-pun mungkin tidak mengetahui mereka dapat menularkan infeksi walaupun mereka tidak mempunyai luka herpes yang terbuka.

Angka penularan dapat dikurangi dengan penggunaan kondom. Namun kondom tidak dapat mencegah semua penularan. Infeksi dapat menulari dan ditulari dari daerah kelamin yang agak luas lebih luas daripada yang ditutup oleh celana dalam dan juga di daerah mulut.

Untuk mengurangi risiko penularan virus penyakit herpes pada  pada orang lain maka dapat diminimalisir dengan mengkonsumsi valasiklovir setiap hari . Para peneliti sekarang mencari vaksin untuk mencegah HSV. Satu calon vaksin menujukkan hasil yang baik terhadap HSV-2 pada perempuan, tetapi tidak pada laki-laki. Belum ada vaksin yang disetujui untuk mencegah infeksi HSV, tetapi penelitian terhadap vaksin untuk HSV berlanjut terus. EPILOG / GARIS BESAR Herpes simpleks adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan penyakit herpes kelamin atau “luka demam” di sekitar mulut.

Herpes sangat mudah menular dari orang ke orang saat melakukan  hubungan seks atau hubungan langsung yang lainnya pada daerah terinfeksi herpes. Penularan Herpes sangant memungkinkan meski pada luka terbuka yang tidak terlihat.  Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan secara tuntas pada penderita penyakit herpes. Jika seseorang terinfeksi maka pengidap herpes akan tetap terinfeksi secara terus-menerus. Orang dengan herpes dapat sekali-kali mengalami jangkitan kulit melepuh yang sakit. Setelah setiap jangkitan selesai, infeksi sementara menjadi laten atau tidak aktif.

penyakit kelamin, penyakitherpes

herpes

Masalah pengobatan penyakit herpes, kita harus melihat   tujuannya, apakah untuk mengatasi infeksi akut atau ketika terjadi reaktifitasi saja. Bila ada gelembung pada daerah genital, termasuk yang akut dan membutuhkan pengobatan segera. Pasien bisa diberikan Acyclovir selama 7-10 hari dengan dosis 2X1000 mg atau 5X200 mg. Sedangkan kasus herpes reaktivitasi bisa diberikan dengan dosis yang sama selama 5 hari.

Sementara untuk valasiklovir dapat diberikan 2X1000 mg pada fase akut atau 2X500 mg pada fase reaktivasi. Selain itu penggunaan obat-obatan imunomodulator seperti IM-BOOST umumnya ditujukan untuk memodulasi system imun untuk membantu percepatan penyembuhan inveksi virus, dan untuk perawatan hindari menggaruk pada daerah yang terinfeksi dan membersihkan lukanya dengan air garam dan menjaganya tetap kering.

%d bloggers like this: