Kekurangan Serat Penyebab Diverticulitis

Kekurangan Serat Penyebab Diverticulitis

Kekurangan Serat Penyebab DiverticulitisDiverticulitis merupakan peradangan atau infeksi pada satu atau beberapa divertikula. Di sebut pula suatu kondisi dimana diverticuli pada kolon (usus besar) pecah. Pecahnya berakibat pada infeksi pada jaringan-jaringan yang mengelilingi usus besar. Seseorang yang menderita diverticulitis akan mempunyai nyeri perut, kepekaan perut dan demam.

Ketika pendarahan berasal dari suatu diverticulum ia di sebut perdarahan diverticular. Seseorang yang menderita konswekensi-konswekensi dari diverticulosis pada usus besar dirujuk sebagai mempunyai penyakit diverticular. Diverticulitis paling sering mempengaruhi orang-orang setengah baya dan tua, meskipun dapat menyerang pasien yang lebih muda juga.

Diverticulitis terjadi bila makanan dan bakteri tertahan di suatu divertikulim yang menghasilkan infeksi dan inflamasi yang dapat membentuk drainase dan akhirnya menimbulkan perforasi atau pembentukan abses.  Obesitas sentral mungkin terkait dengan diverticulitis pada pasien yang lebih muda, dengan beberapa yang semuda 20 tahun.

Diverticulitis dapat dibawa dari lahir (factor congenital) yang tidak diketahui penyebabnya (idiopatik) dimana seluruh lapisan usus merupakan dinding divertikel. Tetapi hal ini jarang terjadi, umumnya ditemukan setelah lahir dan kebanyakan pada usus besar khususnya pada kolon sigmoid dan kolon disendens. Factor penyebab diverticulitis masih belum pasti, namun di duga berkaitan dengan gaya hidup dan asupan makanan, infeksi mungkin juga terjadi jika tinja atau bakteri terperangkap dalam divertikula.

Diverticulitis umumnya asimptomatik, insidennya meningkat seiring dengan pertambahan usia. Factor genetic juga dipercaya memiliki peranan terhadap terjadinya diverticulitis, namun tidak dijumpai perbedaan yang signifikan angka keterjadian diverticulitis antara laki-laki dan perempuan. Asupan diet rendah serat diperkirakan sebagai penyebab utama penyakit. Diverticulitis dapat terjadi pada serangan akut atau mungkin menetap sebagai infeksi yang kontinu dan lama.

Divertikulitis adalah peradangan pada satu atau lebih divertikula dalam saluran pencernaan. Divertikulitis adalah kantong kecil yang menggembung dan dapat terbentuk di mana saja di sistem pencernaan, termasuk lambung, kerongkongan dan usus kecil. Namun, divertikula paling sering ditemukan dalam usus besar. Divertikula yang umum, terjadi pada orang setelah memasuki usia 40 tahun.

Penyebab peradangan atau infeksi pada divertikula ini tidak jelas. Satu teori menyatakan bahwa divertikulitis disebabkan oleh peningkatan tekanan dalam usus besar dapat melemahkan dinding divertikula, yang menyebabkan infeksi.

Teori lain menyatakan bahwa bukaan sempit divertikula bisa menjebak kotoran, yang dapat menyebabkan infeksi. Atau halangan dalam pembukaan sempit divertikulum dapat mengurangi suplai darah ke daerah, yang menyebabkan peradangan.

Penyebab

Meskipun penyebabnya belun diketahui dengan pasti, diyakini bahwa pembentukan divertikula disebabkan oleh pola makan yang rendah serat ,serat sangat membantu untuk mencegah sembelit. Ketika seseorang menderita sembelit, otot-otot harus bekerja lebih keras untuk memobilisasi tinja mengeras. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan dalam usus besar, yang tampaknya memberikan kontribusi untuk kelemahan dalam tonjolan usus, membentuk diverticula.

Penyakit divertikular adalah gangguan umum di negara maju dan jarang terjadi di Asia dan Afrika dimana pola makan mereka tinggi akan serat, seperti buah-buahan dan sayuran.

Kekurangan Serat Penyebab Divertikulitis

Serat makanan setelah masuk ke usus memiliki sifat  dapat mengikat air, sehingga menyebabkan sisa-sisa makanan  yang tidak tercerna  oleh usus menjadi lebih berat, volume lebih besar, dan lebih lunak, sehingga memungkinkan untuk bergerak (peristaltik) melewati usus (saluran pencernaan) lebih cepat dan lebih teratur. Volume feses yang besar dan lunak menyebabkan feses mudah dikeluarkan tanpa harus ngeden (kontraksi otot usus).

Kekurangan serat makanan akan menyebabkan tinja menjadi keras dan diperlukan kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya, hal ini sering kali menyebabkan konstipasi (susah buang air besar). Bila hal itu berlangsung terus-menerus maka otot menjadi lelah dan lemah sehingga muncul penyakit diverticulosis. Konsumsi makanan berkadar serat rendah, menyebabkan gerakan sisa makanan hasil pencernaan dalam usus besar menjadi sangat lambat. Tekanan dari sisa pencernaan yang terakumulasi pada dinding kolon dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit misalnya terjadinya kantung-kantung kecil pada daerah yang susunan  ototnya lemah (divertikulosis). Apabila dalam kantung ini terjadi infeksi maka akan berakibat divertikulitis. Sisa-sisa makanan yang mengeras juga akan menstimulir terjadinya appendisitis (radang usus buntu) dan haemorroid, serta gangguan  pencernaan lainnya.

Kekurangan Serat Penyebab DiverticulitisKonsumsi makanan berkadar serat makanan rendah juga mengakibatkan konsentrasi sisa pencernaan menjadi lebih tinggi, dan berada dalam kolon lebih lama. Dengan makin lama waktu transit sisa pencernaan di kolon, mengakibatkan  tersedianya cukup waktu bagi bakteri-bakteri pembusuk yang terdapat dalam usus  untuk merombak bahan makanan  dan asam empedu untuk menghasilkan senyawa-senyawa karsinogenik (senyawa penyebab kanker) yang dapat merusak kolon tersebut. Konsumsi serat makanan dapat mempersingkat waktu transit sisa-sisa pencernaan dalam kolon. Dengan  makin pendeknya waktu transit  sisa-sisa pencernaan di dalam usus besar, maka komponen-komponen sisa pencernaan tersebut tidak sempat difermentasi oleh bakteri usus. Oleh karena itu dapat menghindarkan terbentuknya  zat karsinogenik, dan mempersingkat waktu kontak antara zat karsinogenik dengan dinding usus, sehingga dapat mencegah kanker kolon. Selain itu, peranan lain serat makanan adalah dapat menghindarkan obesitas (kegemukan) karena kandungan kalorinya rendah, serta dapat mengikat lemak dan protein untuk dikeluarkan bersama-sama feses. Oleh karena itu, jika anda ingin menurunkan berat badan, tidak ada salahnya jika anda diet serat makanan.

%d bloggers like this: