Komplikasi Eritroblastosis Fetalis

Komplikasi Eritroblastosis Fetalis

Komplikasi Eritroblastosis FetalisEritroblastosis fetalis atau dalam  adalah suatu kelainan berupa hemolisis (pecahnya sel darah merah) pada janin yang akan nampak pada bayi yang baru lahir karena perbedaan golongan darah dengan ibunya.

Penyakit hemolisis pada janin dan bayi baru lahir adalah anemia hemolitik akut yang diakibatkan oleh alloimun antibodi (anti-D atau inkomplit IgG antibodi golongan darah ABO) dan merupakan salah satu komplikasi kehamilan. Antibodi maternal isoimun bersifat spesifik terhadap eritrosit janin dan timbul sebagai reaksi terhadap antigen eritrosit janin. Penyebab hemolisis tersering pada neonatus adalah pasase transplasental antibodi maternal yang merusak eritrosit janin.

Secara garis besar, terdapat dua tipe penyakit inkompabilitas yaitu: inkompabilitas Rhesus dan inkompabilitas ABO. Keduanya mempunyai gejala yang sama, tetapi penyakit Rh lebih berat karena antibodi anti Rh yang melewati plasenta lebih menetap bila dibandingkan dengan antibodi anti-A atau anti-B. Insidens pasien yang mengalami inkompatibilitas Rhesus (yaitu rhesus negatif) adalah 15% pada ras berkulit putih dan 5% berkulit hitam dan jarang pada bangsa asia.

Komplikasi

Produksi eritroblas yang berlebihan dapat menyebabkan pembesaran hati dan limpa yang selanjutnya dapat menyebabkan rusaknya hepar dan ruptur limpa. Produksi eritroblas  ini melibatkan berbagai komponen sel-sel darah, seperti platelet dan faktor penting lainnya untuk pembekuan darah. Pada saat berkurangnya faktor pembekuan dapat menyebabkan terjadinya perdarahan yang banyak dan dapat memperberat komplikasi. Lebih dari 400 antigen terdapat pada permukaan eritrosit, tetapi secara klinis hanya sedikit yang penting sebagai penyebab penyakit hemolitik. Kurangnya antigen eritrosit dalam tubuh berpotensi menghasilkan antibodi jika terpapar dengan antigen tersebut. Antibodi tersebut berbahaya terhadap diri sendiri pada saat transfusi atau berbahaya bagi janin.

Eritroblastosis fetalis merupakan komplikasi hemolitik karena Rh isoimunisasi, ibu yang mengandung mempunyai Rh negatif, sedangkan suaminya Rh positif.
Setiap invasi eritrosit janin ke dalam darah ibunya, selalu menimbulkan reaksi untuk membentuk anti-Rh.
*) Kelahiran anak pertama, belum memberikan akibat yang serius, tetapi kehamilan berikutnya menimbulkan komplikasi klinis yang dapat menyebabkan:

• Kematian intrauterin

• Serebral palsi

• Ikterus neonatorum

• Pembesaran pada lever dan limpa

Dengan meningkatnya hubungan antarbangsa, perkawinan makin tinggi jumlahnya dan memberi peluang makin besar terjadi eritroblastosis fetalis.
*) Kematian janin dan neonatus pada eritroblastosis fetalis:

a. Kerusakan organ vital

b. Dekompensasio kordis

c. Perdarahan dan nekrosis: Paru-paru, Lien dan ginjal,Lever, Otak

d. Kernikterus

Observasi dan pemeriksaan ulang titer Rh antibodi pada ibu hamil dengan Rh negatif, dilakukan pada umur kehamilan 20, 28, dan 34 minggu.
*) Profilaksis dengan RhoGam diberikan dalam waktu 48 jam pada:Komplikasi Eritroblastosis Fetalis

– Abortus.

– Hamil ektopik.

– Persalinan.

– Setiap perdarahan saat hamil.

Indonesia memerlukan persediaan RhoGam untuk protilaksis deniran menitnikatkan perkawinan antarbangsa.

You may also like...

%d bloggers like this: