Mekanisme Pembentukan Suara Dan Faktor Resiko Disfonia

Mekanisme Pembentukan Suara Dan Faktor Resiko Disfonia

5Disfonia merupakan istilah umum untuk setiap gangguan suara yang disebabkan kelainan pada organ–organ fonasi, terutama laring, baik yang bersifat organik maupun fungsional. Disfonia bukan merupakan suatu penyakit, tetapi merupakan gejala penyakit atau kelainan pada laring. Setiap keadaan yang menimbulkan gangguan dalam getaran, gangguan dalam ketegangan serta gangguan dalam pendekatan (aduksi) kedua pita suara kiri dan kanan akan menimbulkan disfoni.

Gangguan suara dapat berupa suara parau (hoarseness), suara terdengar kasar (roughness) dengan nada lebih rendah dari biasanya, suara lemah (hipofonia), hilang suara (afonia), suara tegang dan susah keluar (spatik), suara terdiri dari beberapa nada (diplofonia), nyeri saat bersuara (odinofonia) atau ketidakmampuan mencapai nada atau intensitas tertentu.
*) Mekanisme Pembentukan Suara

Proses pembentukan suara dapat dibagi menjadi tiga subproses, yaitu: pembangkitan sumber, artikulasi dan radiasi.  Organ tubuh yang terlibat dalam proses produksi suara meliputi paru-paru, tenggorokan (trachea), laring (larinx), faring (pharynx), rongga hidung (nasal cavity), dan rongga mulut (oral cavity). Terdapat suatu lintasan vokal (vocal tract) yang terdiri dari faring (koneksi antara kerongkongan dan mulut) dan mulut. Bentuk lintasan vokal dapat berubah sesuai dengan pergerakan rahang, lidah, bibir dan organ internal lainnya.

Paru-paru mengembang dan mengempis untuk menyedot dan mengeluarkan udara. Udara yang dihembuskan oleh paru-paru keluar melewati suatu daerah yang dinamakan daerah glotal. Pita suara (vocal cord) pada keadaan ini bervibrasi menghasilkan berbagai jenis gelombang suara. Udara kemudian melewati lorong yang dinamakan faring. Dari faring, udara melewati dua lintasan, yaitu melalui hidung dan melalui rongga mulut. Lidah, gigi, bibir dan hidung bertindak sebagai sebagai modulator untuk menghasilkan berbagai bunyi yang berbeda.
*) Penyebab Secara Umum2

* Kelainan fungsional

* Kelainan organik:  gangguan neurologis sentral dan perifer

* Kelainan sistemik

Walaupun disfonia hanya merupakan gejala, tetapi bila prosesnyaberlangsung lama atau (kronik) keadaan ini dapat merupakan tanda awal daripenyakit yang serius di daerah tenggorok. Penyebab disfonia dapat bermacam-macam yang prinsipnya menimpa laring dan sekitarnya. Penyebab etiologi inidapat berupa radang, tumor (neoplasma), paralisis oto-otot laring, kelaian laring seperti sikatrik akibat operasi, fiksasi pada sendi akibat krikaaritenoid dan lain-lain.
*) Faktor Resiko

* Bernafas pada lingkungan yang tidak bersih

* Pubertas berkaitan dengan pelebaran laring

* Merokok, ( juga merupakan faktor resiko utama terjadinya karsinomaLaring )

* Menghisap ganja

* Penyalahgunaan obat-obatan

* Refluks gastroesofagus

* Pekerjaan yang menggunakan suara sebagai modal utama misal : guru,aktor, penyanyi

* Penggunaan steroid dalam jangka waktu lama3

* Minum alkohol, kopi berlebihan

* Berteriak pada acara olahraga atau tempat ramai seperti bandara dan bar

* Berbicara saat makan

* Kebiasaan sering batuk untuk membersihkan tenggorokan

* Kebiasaan berbisik

* Stres, gelisah, depresi dapat menyebabkan tremor pita suara

yang dicari :

%d bloggers like this: