Mekanisme Terjadinya Penyakit Pada Emboli Paru

Mekanisme Terjadinya Penyakit Pada Emboli Paru

Mekanisme Terjadinya Penyakit Pada Emboli ParuEmboli Paru adalah peristiwa infark jaringan paru akibat tersumbatnya pembuluh darah arteri pulmonalis (arteri paru-paru) oleh peristiwa emboli. Suatu emboli bisa merupakan gumpalan darah (trombus), tetapi bisa juga berupa lemak, cairan ketuban, sumsum tulang, pecahan tumor atau gelembung udara, yang akan mengikuti aliran darah sampai akhirnya menyumbat pembuluh darah.
Biasanya arteri yang tidak tersumbat dapat memberikan darah dalam jumlah yang memadai ke jaringan paru-paru yang terkena sehingga kematian jaringan bisa dihindari. Tetapi bila yang tersumbat adalah pembuluh yang sangat besar atau orang tersebut memiliki kelainan paru-paru sebelumnya, maka jumlah darah mungkin tidak mencukupi untuk mencegah kematian paru-paru.

Emboli Paru adalah kondisi medis yang ditandai dengan pernafasan pendek yang mendadak dan tidak dapat dijelaskan, nyeri dada dan batuk akibat penyumbatan salah satu pembuluh darah di dalam paru yang menyumbat aliran darah. Penyumbatan biasanya disebabkan oleh gumpalan darah yang berjalan di dalam aliran darah dari vena ke dalam paru-paru. Oleh karena itu, orang-orang dengan trombosis vena dalam, suatu kondisi yang ditandai dengan gumpalan darah di vena-vena dalam, memiliki risiko tinggi untuk terjadinya emboli paru. Pada kasus-kasus jarang, emboli paru dapat juga dsiebabkan oleh sumbatan pada arteri-arteri di dalam paru-paru oleh droplet-droplet lemak, gelembung udara dan sekumpulan tumor. Hal ini merupakan suatu kondisi yang berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa karena dapat menyebabkan gagal jantung kongestif dan kematian, tergantung dari luasnya sumbatan. Untungnya, dengan penanganan dini dengan obat-obatan antikoagulan, risiko kematian dapat diturunkan secara signifikan.

Emboli Paru

Paru-paru terletak dikedua sisi jantung da dalam rongga dada dan dikelilingi serta dilindungi oleh sangkar iga. Bagian dasar setiap paru terletak diatas diafragma; bagian apeks paru (ujung superior) terletak setinggi klavikula. Pada permukaan tengah dari setiap paru terdapat identasi yang disebut hilus, tempat bronkus primer dan masuknya arteri serta vena pulmonary ke dalam paru. Bagian kanan dan kiri paru terdiri atas percabangan saluran yang membentuk pohon bronchial, jutaan alveoli dan jarring-jaring kapilernya, dan jaringan ikat. Sebagai organ, fungsi paru adalah tempat terjadinya pertukaran gas antara udara atmosfir dan udara dalam aliran darah.
Setiap paru dibagi menjadi kompartemen yang lebih kecil. Pembagian pertama disebut lobus. Paru kanan terdiri atas tiga lobus dan lebih besar dari kiri yang hanya terdiri atas dua lobus. Lapisan yang membatasi antara lobus disebut fisura. Setiap lobus dipasok oleh cabang utama percabangan bronchial dan diselaputi oleh jaringan ikat.
Lobus kemudian membagi lagi menjadi kompartemen yang lebih kecil dan dikenal sebagai segmen. Setiap segmen terdiri atas banyak lobules, yang masing-masing mempunyai bronchiole, arteriole, venula, dan pembuluh limfatik.

Dua lapis membrane serosa mengelilingi setiap paru dan disebut sebagai pleurae. Lapisan terluar disebut pleura parietal yang melapisi dinding dada dan mediastinum. Lapisan dalamnya disebut pleura visceral yang mengelilingi paru dan dengan kuat melekat pada permukaan luarnya. Rongga pleural ini mengandung cairan yang dihasilkan oleh sel-sel serosa didalam pleura. Cairan pleural melicinkan permukaan kedua membrane pleura untuk mengurangi gesekan ketika paru-paru mengembang dan berkontraksi selama bernapas. Jika cairan yang dihasilkan berkurang atau membrane pleura membengkak, akan terjadi suatu kondisi yang disebut pleurisi dan terasa sangat nyeri karena membrane pleural saling bergesekan satu sama lain ketika bernapas.

Trombo emboli adalah penyakit pulmonal akut yang paling umum terjadi pada pasien-pasien di rumah sakit. Pembentukan emboli jarang terjadi tanpa adanya faktor-faktor risiko tertentu Emboli pulmonary terjadi akibat kerusakan pada dinding pembuluh darah (akibat tindakan bedah), statis darah (varicose), atau hiperkoagulabilitalis (terapi estrogen). Bekuan darah menjadi satu emboli jika semua atau sebagian dari bekuan darah tersebut terpecah dan terlepas dari tempat terbentuknya dan mulai mengembara dalam aliran darah.

Mekanisme Terjadinya Penyakit Pada Emboli Paru

Emboli mengembara dari tempat terbentuknya melewati jantung kanan dan tersangkut dalam vaskulatur pulmonal. Aliran darah tersumbat sehingga manyebabkan hipoksia jaringan setempat dan pada akhirnya penurunan dalam jaring-jaring vascular pulmonal. Pembuluh pulmonary mengalami vasokonstriksi dalam berespons terhadap hipoksia. Ketidakseimbangan rasio V/Q (ventilasi lebih besar dari perfusi) menyebabkan hipoksemia arteri.
Jika embolus tidak menyebabkan infark, maka bekuan dilarutkan oleh system fibrolitik dan fungsi pulmonal kembali normal. Jika terjadi infark, maka bidang paru yang terkena menyusut dan membentuk jaringan parut.
Jika embolus menyumbat pembuluh darah besar, maka individu mengeluh nyeri mendadak, tajam pada abdomen atas atau torakik dan mengalami dispnea, batuk sangat hebat, dan hemoptisis; dapat terjadi syok sangat cepat.
Ukuran arteri pulmonalis dan jumlah emboli menentukan keparahan gejala. Dampak atau efek dari embolus bergantung pada keluasan aliran darah pulmonal yang tersumbat, ukuran pembuluh darah yang terkena, dan sifat dari embolus.

Emboli pulmonal dapat terjadi sebagai berikut:Mekanisme Terjadinya Penyakit Pada Emboli Paru

* Oklusi massif, embolus menyumbat bagian utama sirkulasi pulmonal (spt. Embolus arteri pulmonary besar).

* Embolus dengan infark, embolus yang cukup besar untuk menyebabkan infark (kematian) dari suatu bagian jaringan paru.

* Embolus tanpa infark, embolus yang tidak cukup berat untuk menyebabkan cedera paru yang permanen.

* Emboli pulmonal multipel, yang mungkin bersifat kronis atau kambuhan.

You may also like...

%d bloggers like this: