Obesitas Dapat Sebabkan Osteoarthritis

Obesitas Dapat Sebabkan Osteoarthritis

5Obesitas merupakan manifestasi dari kelebihan berat badan yang artinya mempunyai lemak tubuh terlalu banyak. Obesitas berbeda dengan overweight yang ‘hanya’ kelebihan berat badan, karena kelebihan berat badan bisa dimungkinkan karena adanya massa otot, tulang atau air yang berlebih (misalnya pada kasus atlet binaraga). Meskipun kedua istilah tersebut (obesitas dan overweight) sama-sama bermakna seseorang yang mempunyai berat badan melebihi berat badan yang normal sesuai tinggi badannya.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa obesitas merupakan salah satu dari 10 kondisi yang berisiko di seluruh dunia dan salah satu dari 5 kondisi yang berisiko di negara-negara berkembang. Di seluruh dunia, lebih dari 1 milyar orang dewasa adalah overweight dan lebih dari 300 juta adalah obese.2

Berdasarkan data dari WHO tahun 2008, prevalensi obesitas pada usia dewasa di Indonesia sebesar 9,4% dengan pembagian pada pria mencapai 2,5% dan pada wanita 6,9%.1 Survey sebelumnya pada tahun 2000, persentase penduduk indonesia yang obesitas hanya 4,7% (±9,8 juta jiwa).2 Ternyata hanya dalam 8 tahun prevalensi obesitas di Indonesia telah meningkat dua kali lipatnya. Sehingga kita perlu mewaspai peningkatan yang lebih pesat dikarenakan gaya hidup sekarang yang semakin sedentary (santai dan bermalas-malasan) sebagai akibat dari kemudahan teknologi.

*) Bahaya Obesitas

Obesitas dapat terjadi akibat ketidakseimbangan energi yang masuk dan energi yang digunakan. Peningkatan angka obesitas secara global di dunia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan konsumsi makanan padat energi, tinggi lemak dan gula namun rendah kandungan vitamin, mineral dan zat gizi mikro lainnya. Selain itu adanya suatu tren penurunan aktivitas fisik yang disebabkan oleh gaya hidup yang santai dan bermalas-malasan (sedentary), pekerjaan yang padat, perubahan model transportasi dan peningkatan urbanisasi.3

Obesitas yang tidak ditangani dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Bebagai hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat antara obesitas dengan faktor resiko penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus tipe II, hipertensi, dislipidemia, jantung bahkan kanker.

*) Obesitas dan Osteoarthritis

1Osteoarthritis adalah penyakit rematik yang disebabkan oleh kerusakan jaringan tulang rawan. Karena jaringan tulang rawan berfungsi untuk melapisi tulang dan membantu pergerakan sendi, kerusakannya menyebabkan tulang saling berbenturan saat bergerak atau berolahraga yang menimbulkan rasa nyeri dan kekakuan sendi.

Osteoarthritis merupakan salah satu jenis radang sendi (artritis) yang disebabkan penghancuran dan kehilangan tulang rawan dari satu atau lebih sendi. Tulang rawan sendi adalah substansi protein yang berfungsi sebagai ‘’bantalan’’ pada sendi. Di antara berbagai jenis penyakit rematik, Osteoarthritis paling sering ditemukan baik Amerika Serikat maupun di seluruh dunia, dan kelainan sendi ini menyebabkan keterbatasan fungsi sendi yang terserang. Osteoarthritis sering terjadi seiring dengan pertambahan umur. Sebelum umur 45 tahun, Osteoarthritis lebih sering menyerang laki-laki. Setelah umur 55 tahun, Osteoarthritis lebih sering menyerang wanita.

Jumlah penderita Osteoarthritis di Indonesia paling banyak mengenai terutama pada orang-orang diatas 50 tahun. Di atas 85% orang berusia 65 tahun menggambarkan osteoarthritis pada gambaran x-ray, meskipun hanya 35%-50% hanya mengalami gejala. Umur di bawah 45 tahun prevalensi terjadinya Osteoarthritis lebih banyak terjadi pada pria sedangkan pada umur 55 tahun lebih banyak terjadi pada wanita. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terjadinya. Osteoarthritis pada obesitas, pada sendi penahan beban tubuh.

Oleh karena itu, penyakit osteoarthritis merupakan penyakit yang berbahaya dan merupakan faktor penyakit pada usia tua, maka perlunya hidup sehat dan menjaga aktifitas fisik merupakan langkah awal untuk mencegah penyakit osteoarthritis.

Osteoarthritis (OA) adalah suatu penyakit sendi degeneratif yang mempunyai etiologi dan patogenesis yang belum jelas. Obesitas merupakan salah satu faktor resiko penyakit osteoarthritis. Faktor resiko lain adalah usia, jenis kelamin,  hormonal, genietik serta aktivitas fisik tertentu. Obesitas meningkatkan beban biomekanik pada sendi lutut dan panggul selama aktivitas. Tekanan pada lutut dan panggul selama aktivitas, 2-4 kali lebih besar dari berat badan normal, sehingga efek berat badan yang berlebih akan meningkatkan tekanan pada lutut dan panggul. Obesitas juga meningkatkan risiko OA melalui peningkatan kadar hormon, faktor pertumbuhan dan faktor intermediate yang berperan pada patogenesis Osteoarthritis.

yang dicari :

You may also like...

%d bloggers like this: