Pemeriksaan Fisik Pada Bartolinitis

Pemeriksaan Fisik Pada Bartolinitis

Pemeriksaan Fisik Pada BartolinitisBartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.
        
Bartolinitis adalah suatu infeksi atau peradangan pada glandula Bartholini. Biasanya disebabkan oleh Gonokokkus sehingga bartholinitis sering kali timbul pada gonorhea, namun dapat pula disebabkan oleh kuman lain, misalnya Streptokokkus atau Basil koli. Pada bartholinitis terjadi pembengkakan di labium majus.        
          
Biasanya penderita Bartholinitis segera pergi ke dokter karena rasa nyeri mendorongnya, sehingga penyakitnya segera diobati. Terapi yang paling baik untuk Bartholinitis adalah terapi causal (penyebab). Pada orang dewasa kemungkinan diabetes juga harus dipertimbangkan.
           
Lain halnya dengan peradangan menahun dan kista bartholini yang kecil. Pada Bartholinitis akut terjadi kelenjar membesar, merah, nyeri, dan lebih panas daripada daerah sekitarnya. Isinya cepat menjadi nanah yang dapat keluar melalui duktusnya, atau jika duktus tersumbat, mengumpul didalamnya dan menjadi abses yang kadang-kadang dapat menjadi sebesar telur bebek. Diagnosis yang dilakukan adalah dengan tanda-tanda seperti diatas (merah, nyeri, dll) juga pemeriksaan laboratorium dengan memeriksa hapusan urethra dan vulva dengan metode blue atau gram, positif bila dijumpai banyak sel nanah dan diplokokkus intra maupun ekstraseluler. Lebih baik lagi dengan pembiakan (kultur) dan sekaligus dilakukan uji kepekaan kuman.
           
Sumbatan duktus utama kalenjar bartolin menyebabkan retensi sekresi dan dilatasi kistik. Kalenjar bartolin membesar. Merah, nyeri dan lebih panas dari daerah sekitarnya. Isi dalam berupa nanah dapat keluar melalui duktus atau bila tersumbat (biasanya akibat infeksi), mengumpul didalam menjadi abses.

Lama kelamaan cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan). “Kuman dalam vagina bisa menginfeksi salah satu kelenjar bartolin hingga tersumbat dan membengkak. Jika tak ada infeksi, tak akan menimbulkan keluhan.

Kuman yang berada di sana bisa “jalan-jalan” ke wilayah lebih dalam, yaitu vagina. Peradangan di vagina ini sering disebut vaginitis, biasanya diikuti rasa nyeri saat bersenggama. Jumlah kuman pun makin lama makin banyak. Dan ketika daya tahan tubuh semakin menurun, kuman-kuman akan makin leluasa menjelajah bagian lain, mulut rahim misalnya, sehingga menimbulkan servisitis. Biasanya, virus yang sering tinggal di daerah mulut rahim adalah human papilloma virus (HPV). Virus inilah yang menyebabkan infeksi, cikal bakal kanker rahim.

Parahnya, jika terus menjalar, ia juga bisa menimbulkan radang panggul. Radang panggul terjadi jika mikroba sudah menembus rongga perut. Salah satu mikroba yang senang bermain di sini biasanya adalah klamedia. “Mikroba ini sangat berbahaya, lantaran bisa bersemayam di saluran telur dan menyumbat saluran ini. Saluran yang tersumbat ini akan menyebabkan sel telur tak bisa keluar saat pembuahan, dan mengakibatkan kemandulan.

Glandula Bartholini adalah suatu kelenjar yang letaknya di seputar bibir kemaluan (vulva) tepatnya di kiri dan kanan bawah dekat fossa navikulare. Kelenjar Bartholini memiliki diameter lebih kurang 1 cm, terletak dibawah otot konstriktor kunni dan mempunyai saluran kecil panjang 1,5 – 2 cm yang bermuara di vulva. Pada koitus, kelenjar bartholini mengeluarkan getah lendir.

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah. Berikut beberapa pemeriksaan fisik untuk mendiagnosa bartolinitis, diantaranya:

* Data Subjektif

Nyeri perineum dapat begitu hebat, sehingga pasien tidak mampu duduk atau berjalan nyaman pembengkakan akut yang nyeri terlihat pada tepi lateral bawah orifisium vagina. Iritasi vulva sering menyertai

* Data ObjektifPemeriksaan Fisik Pada Bartolinitis

Pada pemeriksaan vulva terdapat massa berfluktuasi berbatas tegas, steris, lunak sangat nyeri tekan yang terletak lateral dan dapat posterior prenulum labiorum pudendi, yang dikelilingi oleh jaringan merah dan nyeri tekanan jelas. Labia majora sering edematosa

* Pada sepertiga posterior labia

Pada sepertiga posterior labia selalu ada kemerahan unilateral pembengkakan nyeri terutama saat defekasi. Kadang-kadang pus keluar dari duktus ekskretorius (permukaan dalam labium minus) atau perforasi spontan.

You may also like...

%d bloggers like this: