Pemeriksaan Laboratorium Pada Pulmonary Embolism

Pemeriksaan Laboratorium Pada Pulmonary Embolism

Pemeriksaan Laboratorium Pada Pulmonary EmbolismSuatu pulmonary embolism (PULL-mun-ary EM-bo-lizm) adalah suatu rintangan yang tiba-tiba dalam suatu arteri paru, biasanya disebabkan oleh suatu bekuan darah yang berjalan ke paru dari suatu vena di kaki. Sebuah bekuan yang terbentuk di satu bagian dari tubuh dan berjalan dalam aliran darah ke bagian yang lain dari tubuh disebut sebuah embolus.

Jika bekuan darah adalah besar, atau jika ada banyak bekuan-bekuan darah, pulmonary embolism dapat menyebabkan kematian.
Ikhtisar Pulmonary Embolism

Pada kebanyakan kasus-kasus, pulmonary embolism adalah suatu komplikasi dari suatu kondisi yang disebut deep vein thrombosis (DVT). Pada DVT, bekuan-bekuan darah terbentuk di vena-vena dalam (deep veins) dari tubuh – paling sering di kaki-kaki. Bekuan-bekuan ini dapat terlepas, bergerak melalui aliran darah ke paru-paru, dan merintangi suatu arteri.

Ini tidak seperti bekuan-bekuan di vena-vena yang dekat permukaan kulit, yang menetap ditempat dan tidak menyebabkan pulmonary embolism.
Outlook

Paling sedikit 100,000 kasus-kasus dari pulmonary embolism terjadi setiap tahun di Amerika. Pulmonary embolism adalah penyebab kematian ketiga yang paling umum pada pasien-pasien yang diopname di rumah sakit. Jika dibiarkan tidak dirawat, kira-kira 30 persen dari pasien-pasien dengan pulmonary embolism akan meninggal. Kebanyakan dari mereka yang meninggal melakukan begini dalam beberapa jam pertama dari kejadian.

Pada 9 dari 10 kasus-kasus, pulmonary embolism (PE) mulai sebagai suatu bekuan darah di vena-vena dalam (deep veins) dari kaki (suatu kondisi yang dikenal sebagai deep vein thrombosis). Bekuan terlepas dari vena da berjalan melalui aliran darah ke paru-paru, dimana ia merintangi suatu arteri.

Pemeriksaan Pada Pulmonary Embolism

Bekuan-bekuan di kaki dapat terbentuk ketika aliran darah dibatasi dan melambat. Ini dapat terjadi ketika anda tidak bergerak untuk periode-periode waktu yang lama.

Pulmonary embolism (PE) terjadi dengan sama pada laki-laki dan wanita-wanita. Risiko meningkat dengan umur: Untuk setiap 10 tahun setelah umur 60 tahun, risiko dari pulmonary embolism menjadi dua kali.

Orang-orang yang baru-baru ini telah dirawat untuk kanker atau yang mempunyai suatu central venous catheter (suatu tabung yang ditempatkan di suatu vena untuk mengizinkan akses yang mudah pada aliran darah untuk perawatan medis) adalah lebih mungkin mengembangkan DVT. Yang sama adalah benar untuk orang-orang yang telah terbaring di tempat tidur (terbaring sakit) atau telah mempunyai operasi atau menderita suatu patah tulang pada waktu beberapa minggu yang lalu.

Pemeriksaan Laboratorium Pada Pulmonary Embolism

Ada banyak tes-tes yang berbeda yang membantu dokter menentukan apakah anda mempunyai pulmonary embolism. Keputusan dokter tentang tes-tes mana yang digunakan dan dalam urutan yang mana tergantung pada bagaimana anda rasa ketika anda sampai di rumah sakit, faktor-faktor risiko anda untuk pulmonary embolism, opsi-opsi pengujian yang tersedia, dan kondisi-kondisi lain yang mungkin anda punya.

Anda mungkin mempunyai satu dari tes-tes imaging berikut:

* Ultrasound

Dokter-dokter menggunakan tes ini untuk mencari bekuan-bekuan darah di kaki-kaki anda. Ultrasound menggunakan gelombang-gelombang suara berfrekwensi tinggi untuk memeriksa aliran darah di vena-vena anda. Suatu gel ditaruh diatas kulit kaki anda. Suatu alat yang dipegang tangan yang disebut suatu transducer ditempatkan diatas kaki dan digerakkan maju dan mundur diatas area yang terpengaruh. Transducer mengeluarkan gelombang-gelombang ultrasound dan mendeteksi gema-gema mereka setelah mereka dipantul balik oleh dinding-dinding vena dan sel-sel darah. Sebuah komputer kemudian membalikan gema-gema dari gelombang-gelombang suara kedalam suatu gambar pada suatu layar komputer, dimana dokter anda dapat melihat aliran darah di kaki anda. Jika bekuan-bekuan darah ditemukan di vena-vena dalam (deep veins) dari kaki-kaki anda, anda akan mulai perawatan. DVT dan pulmonary embolism keduanya dirawat dengan obat-obat yang sama.

* Spiral CT scan atau CT angiogram

Dokter-dokter menggunakan tes ini untuk mencari bekuan-bekuan darah di paru-paru anda dan di kaki-kaki anda. Dye (zat pewarna) disuntikan kedalam suatu vena di lengan anda untuk membuat pembuluh-pembuluh darah di paru-paru dan kaki-kaki anda lebih terlihat pada gambar x-ray. Ketika anda berbaring diatas suatu meja, suatu tabung x-ray berputar mengelilingi anda, mengambil gambar-gambar dari sudut-sudut yang berbeda. Tes ini mengizinkan dokter-dokter untuk mendeteksi pulmonary embolism pada kebanyakan pasien-pasien. Tes hanya mengambil waktu beberapa menit. Hasil-hasil tersedia segera setelah scan selesai.

* Ventilation-perfusion lung scan (VQ scan)

Dokter-dokter menggunakan tes ini untuk mendeteksi pulmonary embolism. VQ scan menggunakan suatu materi radioaktif untuk menunjukan berapa baik oksigen dan darah mengalir ke semua area-area dari paru-paru.

Pulmonary angiography adalah tes yang lain yang digunakan untuk mendiagnosis pulmonary embolism. Ia tidak tersedia di semua rumah sakit, dan seorang spesialis yang terlatih harus melaksanakan tes. Suatu tabung yang lentur yang disebut kateter dimasukan melalui selangkangan (paha bagian atas) atau lengan ke pembuluh-pembuluh darah di paru-paru. Dye disuntikan kedalam pembuluh-pembuluh darah melalui kateter. Gambar-gambar x-ray diambil untuk menunjukan aliran darah melalui pembuluh-pembuluh darah di paru-paru. Jika suatu bekuan ditemukan, dokter mungkin menggunakan kateter untuk mengeluarkannya atau memberi obat untuk melarutkannya.

%d bloggers like this: