Pemeriksaan Luar Dan Dalam Korban Tenggelam

Pemeriksaan Luar Dan Dalam Korban Tenggelam

*) Pemeriksaan Luar Korban Tenggelam:

2• Pakaian / mayat basah, kadang bercampur pasir, lumur dan benda-benda asing lain yang terdapat dalam air.

• Cutis anserina pada kulit permukaan anterior tubuh, terutama pada ekstremitas akibat kontraksi otot errector pilli yang dapat terjadi karena rangsang dinginnya air (sebagai gambaran seperti saat seseorang berdiri bulu kuduknya / “merinding”)

• Kulit telapak tangan dan kaki, kadang menyerupai washer woman hand/skin, yakni berwarna keputihan dan berkeriput yang disebabkan imbibisi cairan ke dalam kulit dan biasanya membutuhkan waktu lama (sebagai gambaran sepert tangan / kulitnya orang setelah mencuci)

• Cadaveric spasm, merupakan tanda intravital yang terjadi pada waktu korban berusaha menyelamatkan diri dengan memegang apa saja benda-benda disekitarnya, seperti rumput atau benda lain dalam air. (sebagai gambaran : tangan korban menggenggam erat hingga sulit dibuka dan biasanya terdapat benda air, misalnya rumput/lumut dalam genggamannya).

• Buih halus dari mulut dan hidung berbentuk seperti jamur (mushroom-like mass) yang terbentuk akibat edema pulmo akut, berwarna putih dan persisten (tetap diproduksi terus, meskipun korban sudah meninggal). Buih semakin banyak jika dada ditekan.

• Luka memar/lecet/robek bisa ditemukan pada beberapa bagian tubuh, akibat benturan dengan benda-benda keras dalam air (misalnya batu sungai atau karang laut) pada saat tenggelam
*) Pemeriksaan Dalam Korban Tenggelam:

• Pada saluran nafas (trakhea & bronkhus) terdapat buih.

4• Emphysema aquosum, yakni keadaan paru-paru membesar dan pucat seperti paru-paru penderita asma tetapi lebih berat dan basah, di banyak bagian terlihat gambaran seperti marmer, bila permukaannya ditekan meninggalkan lekukan dan bila diiris terlihat buih berair.

• Bercak hemolisis pada dinding aorta. Bercak “paltauf” yaitu bercak perdarahan yang besar (diameter 3-5 cm), terjadi karena robeknya partisi inter alveolar dan sering terlihatn di bawah pleura.

• Pemeriksaan berat jenis dan kadar elektrolit pada darah yang berasal dari bilik jantung kiri dan kanan. Bila tenggelam di air tawar, berat jenis dan kadar elektrolit dalam darah jantung kiri lebih rendah dari jantung kanan, sedangkan pada tenggelam di air asin terjadi sebaliknya

• Lambung dan esofagus terisi air beserta pasir dan benda air lain.

• Benda air (diatom) di jaringan paru, darah, ginjal, tulang.

tim81.com :

%d bloggers like this: