Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pada Atresia Esofagus

Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pada Atresia Esofagus

pemeriksaan MRI pada atresia esofagusAtresia berarti buntu, atresia esofagus adalah suatu keadaan tidak adanya lubang atau muara (buntu), pada esofagus (+). Pada sebagian besar kasus atresia esofagus ujung esofagus buntu, sedangkan pada ¼ -1/3 kasus lainnya esophagus bagian bawah berhubungan dengan trakea setinggi karina (disebut sebagai atresia esophagus dengan fistula).

Atresia Esofagus adalah kondisi medis kongenital yang ditandai dengan tersedak dan batuk sewaktu bayi menyusu, mengeluarkan air liur dan pewarnaan berwarna biru pada kulit sewaktu bayi menyusu. Hal ini disebabkan ketika esofagus (pipa yang menyalurkan makanan ke bawah dari tenggorok ke lambung) tidak terbentuk secara baik sebelum lahir. Terdapat banyak tipe dari defek pada esofagus, tetapi paling banyak disebabkan akibat hubungan yang tidak tepat antara esofagus bagian atas dan esofagus bagian bawah. Hasilnya, makanan tidak dapat disalurkan dengan baik ke dalam lambung. Atresia esofagus tidak dikenal sebagai kondisi yang diturunkan. Akan tetapi, hal ini sering ditemukan pada bayi-bayi dengan cacad lahir lainnya, seperti sindrom Down, masalah jantung, hernia saluran pencernaan.

Kelainan lumen esophagus ini biasanya disertai dengan fistula trakeoesofagus. Atresia esofagaus sering disertai kelainan bawaan lain, seperti kelainan jantung, kelainan gastroin testinal (atresia duodeni atresiasani), kelainan tulang (hemivertebrata).
Atresia esofagus adalah malpormasi yang disebabkan oleh kegagalan esofagus untuk mengadakan pasase yang kontinu : esophagus mungkin saja atau mungkin juga tidak membentuk sambungan dengan trakea  ( fistula trakeoesopagus) atau atresia esophagus adalah kegagalan esophagus untuk membentuk  saluran kotinu dari faring ke lambung selama perkembangan embrionik adapun pengertian lain yaitubila sebua segmen esoofagus mengalami gangguan dalam pertumbuhan nya( congenital)  dan tetap sebaga bagian tipis tanpa lubang saluran.     

Fistula trakeo esophagus adalah hubungan abnormal antara trakeo dan esofagus . Dua kondisi ini biasanya terjadi bersamaan, dan mungkin disertai oleh anomaly lain seperti penyakit jantung congenital. Untuk alas an yang tidak diketahui  esophagus dan trakea gagal untuk berdeferensiasi dengan tepat selama gestasi pada minggu keempat dan kelima.

Pemeriksaan radiologi biasanya digunakan sebagai screening non-invasif untuk mendiagnosis penyakit motilitas esofagus. Biasanya pasien dengan disfagi memiliki beberapa pemeriksaan konvensional, seperti pemeriksaan barium atau endoskopi.
Pada pelaksanaannya, bolus cairan atau makanan berjalan sepanjang esofagus oleh karena tekanan peristaltic dan gravitasi. Proses ini dikenal sebagai esofagus transit yang berbeda dengan esofagus clearance yang merupakan suatu proses pengosongan esofagus dari refluks bahan-bahan makanan yang berasal dari usus.

pemeriksaan pada atresia esofagus
*) Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Seperti pemeriksaan USG, MRI tidak disarankan untuk diagnosis atresia esofagus pada bayi setelah kelahiran. Meskipun begitu, MRI memberikan gambaran esofagus dan sekitarnya pada posisi sgital dan koronal, dan resolusi kontrasnya lebih baik dibandingkan CT-scan. MRI sangat jarang digunakan untuk menjelaskan lokasi arkus aorta, tetapi sering digunakan untuk diagnosis malformasi congenital.

Tidak seperti USG, pemeriksaan MRI pada prenatal memberikan gambaran lesi sekitar esofagus dan hubungan anatomi. MRI pada fetus memberikan bukti akurat untuk diagnosis atresia esofagus pada anak dengan resiko tinggi berdasarkan penemuan USG. Akan tetapi, pemeriksaan MRI sulit untuk dilakukan pada kasus polihidramnion karena kualitas gambar yang jelek.

You may also like...

%d bloggers like this: