Penanganan Awal Infark Miokard Akut Setelah Di Rumah Sakit

Penanganan Awal Infark Miokard Akut Setelah Di Rumah Sakit

2Infark Miokard Akut (IMA) adalah suatu keadaan di mana terjadi nekrosis otot jantung akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan suplai oksigen yang terjadi secara mendadak. Penyebab yang paling sering adalah terjadinya sumbatan koroner sehingga terjadi gangguan aliran darah. Sumbatan tersebut terjadi karena ruptur plak yang menginduksi terjadinya agregasi trombosit, pembentukan trombus, dan spasme koroner.

Infark Miokard Akut adalah keadaan dimana otot jantung mengalami iskemia atau bahkan nekrosis akibat adanya penurunan suplai darah yang melibatkan satu atau lebih dari arteri koroner yang disebabkan oleh berbagai gangguan pada aliran darah.
Sebuah infark miokard adalah di mana arteri koroner telah tersumbat sehingga mencegah pasokan darah ke area miokardium. Miokardium menjadi cepat iskemik dan kemudian nekrotik. Satu atau lebih lapisan miokardium dapat terpengaruh tergantung pada beratnya infark. Jaringan fibrosa terbentuk di daerah nekrotik. Mempengaruhi pada pasien tergantung pada lokasi dan jumlah jaringan yang terkena. Kematian dapat terjadi segera, dalam beberapa jam atau pasien mungkin bertahan hidup. Daerah berserat / nekrotik tidak dapat berkontraksi atau melakukan impuls listrik dan karena itu akan mengurangi efisiensi ruang terpengaruh.
*) Penanganan awal setelah di rumah sakit
* Klien ditempatkan di ruang perawatan ICCU untuk perawatan yang intensif dan memudahkan pemantauan.
* Monitoring EKG dan tanda-tanda vital.

* Pasien istirahat total / tirah baring.

* Dengan istirahat maka akan mengurangi kerja jantung secara fisik dan juga akan mengurangi kebutuhan tubuh akan oksigen.

* Therapi oksigen

Diberikan bila ada shock, kegagalan jantung kongestif, cyanosis, sakit yang persisten, dypsnea dan pernafasan cheyne-stokes. Akhir-akhir ini sering dilaporkan bahwa pada penderita Infark Miokard Akut tanpa komplikasi sering disertai dengan keadaan saturasi O2 yang rendah pada vena sentral dan arteri, karenanya membutuhkan pemberian oksigen secara rutin pada 24 – 48 jam pertama. Apabila PO2 arteri sudah diatas 70 mmHg, pemberian oksigen dihentikan.

* Pasang Intravenous line, untuk memudahkan pemberian beberapa preparat obat seperti Streptase.

4* Obat-obatan meliputi nitrat sub lingual, oral atau intravena, beta blocker, Ca- antagonis, analgesik, sedative dan heparinisasi. Pengobatan ditujukan untuk mengurangi kerja jantung secara farmakologik dan meningkatkan suplai O2.

* Hindari faktor pencetus seperti stress emosi dan fisik yang bisa menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen sehingga memperberat kerja jantung.

* Diet rendah lemak, kolesterol dan garam.

* 6 – 8 jam pertama masuk rumah sakit atau selama masih ada nyeri dada yang hebat, klien dipuasakan, kemudian secara bertahap diet cair, saring, lunak dan biasa. Ini bertujuan mengurangi beban kerja jantung sehingga iskemia miokard tidak bertambah berat.

* Pembedahan, ditujukan untuk memperbaiki otot jantung dan lairan darah sehingga curah jantung bisa maksimal.

* Meminimalkan faktor resiko yang dapat dirubah.

%d bloggers like this: