Penatalaksanaan Glioma

Penatalaksanaan Glioma

7WHO (World Health Organization) membedakan tumor otak antara jinak dan ganas dalam empat grade (tingkat). Grade 1-2 adalah tumor jinak yang tumbuh lambat, terlokalisasi, dan berprognosis menguntungkan dan grade 3-4 adalah tumor ganas yang berkembang pesat, menginvasi jaringan/struktur sekitar, dan berprognosis buruk. Penggolongan ini berperan penting dalam rencana perawatan yang dilakukan.

Tumor otak mencakup sekitar 20% dari seluruh kanker anak, dan memengaruhi 3 dari setiap 100.000 anak-anak. Kejadian tumor tertinggi sebelum usia 12 tahun. Bentuk paling umum tumor otak pada anak-anak adalah astrocytoma, medulloblastoma, ependymoma, dan glioma batang otak.
Glioma merupakan tumor yang berasal dari jaringan otak. Glioma merupakan tumor penginflitrasi yang dapat menyerang beberapa bagian otak. Glioma malignan biasanya banyak terjadi pada neoplasma otak yang jumlahnya kira-kira 45% dari semua tumor otak. Biasanya tumor-tumor ini tidak dapat dibuang secara total, karena tumor menyebar dengan infiltrasi ke dalam sekitar jaringan saraf dan hal ini tidak dipertimbangkan untuk direseksi tanpa menyebabkan kerusakan sekali pada struktur vital.
*) Craniotomy ( insisi tulang)

Untuk mengobati pasien meningioma, neuroma akustik, astrositoma kistik pada serebelum, kista koloid pada ventrikel ketiga, tumor congenital seperti kista dermoid dan beberapa granuloma. Untuk pasien-pasien glioma malignan, pengangkatan tumor secara menyeluruh dan pengobatan tidak mungkin. Tetapi tindakan tersebut mungkin saja yang mencakup pengurangan TIK, mengangkat jaringan nekrotik dan mengurangi bagian yang besar dari tumor yang secara teori meninggalkan sedikit sel yang tertinggal atau menjadi resisten terhadap radiasi atau kemoterapi.
*) Pendekatan Stereotaktik

2Penggunaan kerangka 3 dimensi yang mengikuti lokasi tumor yang sangat tepat, kerangka stereotaktik dan studi pencitraan multiple (sinar-x, CT) yang lengkap digunakan untuk menentukan lokasi tumor dan memeriksa posisinya. Laser atau radiasi dapat dilepaskan dengan pendekatan stereotaktik. Radioisotope (131I) dapat juga ditempelkan langsung ke dalam tumor untuk menghasilkan dosis tinggi pada radiasi tumor (brakhiterapi) sambil meminimilkan pengaruh pada jaringan otak disekitarnya.
*) Penggunaan pisau gamma

Dilakukan pada bedah radio sampai dalam, untuk tumor yang tidak dapat dimasukkan obat, tindakan tersebut sering dilakukan sendiri.
*) Kemoterapi dan sinar radiasi eksternal.

%d bloggers like this: