Pencegahan Dan Penanganan Pre Menstrual Syndrome

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PRE-MENSTRUAL SYNDROME (PMS)

 

1. Edukasi dan konseling

Tatalaksana pertama kali adalah meyakinkan seorang wanita bahwa wanita lainnya pun ada yang memiliki keluhan yang sama ketika menstruasi. Pencatatan secara teratur siklus menstruasi setiap bulannya dapat memberikan gambaran seorang wanita mengenai waktu terjadinya pre-menstrual syndrome. Sangat berguna bagi seorang wanita dengan pre-menstrual syndrome untuk mengenali gejala yang akan terjadi sehingga dapat mengantisipasi waktu setiap bulannya ketika ketidakstabilan emosi sedang terjadi.
2. Modifikasi gaya hidup

Wanita dengan gejala ini sebaiknya mendiskusikan masalahnya dengan orang terdekatnya, baik pasangan, teman, maupun keluarga. Terkadang konfrontasi atau pertengkaran dapat dihindari apabila pasangan maupun teman mengerti dan mengenali penyebab dari kondisi tidak stabil wanita tersebut.
3. Diet (pola konsumsi)

Penurunan asupan garam dan karbohidrat (nasi, kentang, roti) dapat mencegah edema (bengkak) pada beberapa wanita. Penurunan konsumsi kafein (kopi) juga dapat menurunkan ketegangan, kecemasan dan insomnia (sulit tidur). Pola makan disarankan lebih sering namun dalam porsi kecil karena berdasarkan bukti bahwa selama periode premenstruasi terdapat gangguan pengambilan glukosa untuk energi. Menjaga berat badan, karena berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita pre-menstrual syndrome (PMS).
Batasi:

a. makanan tinggi garam dan karbohidrat (roti, kentang, nasi) ? menghindari edema

b. makanan yang digoreng dan tinggi lemak

c. susu dan produk olahannya (keju, es krim, yogurt, dll),

d. minuman tinggi kafein (kopi, teh) untuk menghindari ketegangan, insomnia, dan stress yang dapat memperparah PMS,

e. Kurangi / hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alcohol,
Tingkatkan:

a. konsumsi ikan,ayam, biji-bijian untuk sumber protein ? protein (1,5gr/kg BB).

b. konsumsi sayuran hijau, vitamin B kompleks terutama B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega 6.

c. Pola makan sering tapi porsi kecil (menurut penelitian bahwa PMS berpengaruh terhadap gangguan pengambilan glukosa untuk dikonversikan menjadi energy).
4. Olahraga /latihan fisik

Olahraga berupa lari dikatakan dapat menurunkan keluhan premenstrual syndrome. Berolahraga dapat menurunkan stress dengan cara memiliki waktu untuk keluar dari rumah dan pelampiasan untuk rasa marah atau kecemasan yang terjadi. Beberapa wanita mengatakan bahwa berolah raga ketika mereka mengalami pre-menstrual syndrome dapat membantu relaksasi dan tidur di malam hari.
5. Obat-obatan

Apabila gejala premenstrual syndrome begitu hebatnya sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, umumnya modifikasi hidup jarang berhasil dan perlu dibantu dengan obat-obatan.

 

Penangana Pre Menstrual Syndrome

penyakit kelamin, penyakit pms

PMS

 

Menurut Rayburn (2001), terapi PMS dibagi menjadi 3 kategori:
1. Terapi simtomatik untuk menghilangkan gejala-gejala antara lain dengan diuretic untuk mengobati kembung, antidepresan dan antiansietas untuk menghilangkan depresi dan cemas, bromokriptin untuk mengatasi bengkak dan nyeri payudara dan antiprostaglandin untuk nyeri payudara, nyeri sendi dan nyeri musculoskeletal.
2. Terapi spesifik dibuat untuk mengobati etiologi yang diperkirakan sebagai penyebab PMS, antara lain: progesterone alamiah untuk mengatasi defisiensi progesterone dan pemberian vitamin B6.
3. Terapi ablasi digunakan untuk mengatasi PMS dengan cara menghentikan haid.
Apabila gejala premenstrual syndrome begitu hebatnya sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, umumnya modifikasi hidup jarang berhasil dan perlu dibantu dengan obat-obatan.

Asam mefenamat (500 mg, 3 kali sehari) berdasarkan penelitian dapat mengurangi gejala premenstrual syndrome seperti dismenorea dan menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak) namun tidak semua. Asam mefenamat tidak diperbolehkan pada wanita yang sensitif dengan aspirin atau memiliki risiko ulkus peptikum.

Kontrasepsi oral dapat mengurangi gejala premenstrual syndrome seperti dismenorea dan menoragia, namun tidak berpengaruh terhadap ketidakstabilan mood. Pada wanita yang sedang mengkonsumsi pil KB namun mengalami gejala premenstrual syndrome sebaiknya pil KB tersebut dihentikan sampai gejala berkurang.

Obat penenang seperti alparazolam atau triazolam, dapat digunakan pada wanita yang merasakan kecemasan, ketegangan berlebihan, maupun kesulitan tidur.

yang dicari :

%d bloggers like this: