Pencegahan Penyakit Hepatitis A

Pencegahan Penyakit Hepatitis A

penyakit Liveer, pencegahan Hepatitis A

hepatitis A

Hepatitis A merupakan salah satu penyakit menular yang cukup berbahaya, terutama dikalangan anak sekolah. Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba, misalnya berupa demam, rasa letih, hilang nafsu makan, rasa mual, perut tidak nyaman, air seni berwarna tua, warna kekuningan pada mata dan kulit.

Namun penyakit yang ditularkan melalui kontak manusia, yaitu memasukkan makanan/minuman yang telah tercemar virus hepatitis ke dalam mulut. Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan mudah. Salah satu pencegahan yakni proses memasak yang harus dilakukan dengan baik.

Menjaga kebersihan adalah cara terbaik dalam upaya pencegahan hepatitis A. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mencuci bahan makanan sebelum  dimasak dapat mengurangi jumlah virus hepatitis A dalam bahan makanan tersebut. Virus hepatitis A pun akan terinaktivasi (lemah) bila bahan makanan yang dimasak pada suhu minimal 85% selama 1 menit.

Seperti kebanyakan penyakit infeksi lainnya, pencegahan merupakan langkah utama dalam menanggulangi hepatitis A. Pencegahan penularan hepatitis A dapat bersifat spesifik dan non spesifik. Pencegahan non spesifik dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan sekitar. Sedangkan pencegahan spesifik adalah dengan vaksinasi.
Pencegahan Agar Terhindar Dari Penyakit Hepatitis A
*) Pada Makanan

Ada 5 tips penting agar makanan yang di produksi aman dari virus hepatitis A yaitu :

   
-Menjaga kebersihan dengan cuci tangan sebelum masak dan setelah keluar toilet, cuci alat-alat masak dan makan, dapur harus bersih, tidak ada binatang, serangga, dll.
Mencuci tangan dengan sabuh dibawah air yang mengalir juga dapat mencegah penyakit hepatitis A. Tindakan inilah yang harus digalakkan  agar dapat diterapkan oleh semua lapisan masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski pelaksanaannya sangat mudah, tindakan ini dapat menghindarkan kita dari hepatitis A, juga beragam penyakit infeksi lainnya seperti diare dan ISPA (Infeksi saluran Pernapasan Atas).

   
-Kedua, pisahkan bahan makanan menggunakan alat dapur dan alat makan yang berbeda serta simpan di tempat berbeda.
   
Ketiga masak makanan hingga matang. Masak sampai matang terutama daging, ayam, telur, seafood, rebus sup hingga 70 derajat celcius. Untu daging dan ayam pastikan tidak masih berwarna pink serta panaskan makanan yang sudah matang dengan benar.
   
-Keempat, simpan makanan disuhu aman. Jangan simpan makanan matang disuhu ruangan terlalu lama, masukan makanan ke dalam lemari es bila ingin disimpan, sebelum dihidangkan, panaskan sampai lebih dari 60 derajat celcius, serta jangan simpan terlalu lama dilemari es.
   
-Kelima, gunakan air yang bersih dan bahan makanan yang baik. Pilih bahan makanan yang segar, air yang bersih, proses memasak yang baik, cuci buah dan sayur dengan baik, serta tidak menggunakan bahan makanan yang sudah kadaluarsa.

*) Pencegahan Umum Hepatitis A

Sementara pencegahan umum hepatitis A lain adalah :

  
Menghindari makanan dan minuman yang kotor. Hindari makanan yang sudah berjamur dan mengandung zat pengawet. Cuci bersih sayuran dan buah yang dimakan mentah.
   
Memperbaiki sanitasi lingkungan dan pribadi. Lakukan cuci tangan yang bersih setelah kontak dengan darah, feses, dan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Biasakan masyarakat agar buang air di wc. Selalu mencuci tangan sebelum makan.

Vaksin Untuk Hepatitis A

Vaksin hepatitis A kini sudah banyak dilakukan pada balita. Pemerintah menganjurikan pemberiannya pada anak usia 2 hingga 12 tahun. Meskipun bukan imunisasi wajib, namun pemberian vaksinasi ini 95% dapat melindungi anak seumur hidup. Meski demikian vaksinasi secara massal tidak dianjurkan oleh Departemen Kesehatan. Karena pada kenyataanya Indonesia adalah negara dengan pravalensi tinggi hepatitis Perlu diketahui bahwa terinfeksi adalah masuknya virus ke dalam tubuh yang belum tentu menimbulkan penyakit. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak menimbulkan gejala. Tetapi dalam tubuh sudah terbentuk antibodi yang melindunginya terhadap virus hepatitis A seumur hidup. Namun ada juga dari meraka yang terinfeksi kemudian timbul gejala (inilah yang dinamakan sakit hepatitis A). Keadaan ini tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing individu.

Berdasarkan kenyataan diatas maka pemberian vaksinasi hepatitis a pada orang dewasa atau vaksinasi secara massal tidak terlalu dianjurkan pada masyarakat Indonesia. Namun baksinasi hepartitis A masih diperlukan  bagi penduduk negara laun yang pravalensi terhadap hepatitis A-nya rendah (terutama negara maju), jika mereka ingin datang ke Indonesia.

Tinggi rendahnya pravalensi hepatitis A suatu negara tergantung dari tingkat ekonomi, pendidikan, dan sanitasi penduduknya. Oleh karena itu, hepatitis A masih tergolong tinggi di banyak negara berkembang dan relatif sangat rendah di negara-negara maju.
Hubungan Seksual dengan orang yang terinfeksi juga dapat kena Penyakit Hepatitis A. Orang yang belum menderita Hepatitis A dan belum divaksinasi sangat beresiko terjangkit penyakit tersebut.

Pencegahan Bagi Penderita Penyakit Hepatitis A

Pencegahan yang dapat dilakukan oleh penderita hepatitis A, di samping mencuci tangan dengan bersih adalah harus menjauhi dari kegiatan berikut sekurang-kurangnya seminggu setelah timbulnya penyakit, tanda dan gejala:

   
-Jangan menyiapkan makanan atau minuman untuk orang lain
   
-Jangan menggunakan alat makan atau alat minum yang sama dengan orang lain
   
-Jangan menggunakan seprai dan handuk yang sama dengan orang lain
   
-Jangan berhubungan kelamin
   
-Cuci alat makan dalam air bersabun, dan cuci seprai dan handuk dengan mesin cuci.

penyakit liver, hepatitis a

hepatitis A

Orang berikut yang menderita hepatitis A harus tidak menghadiri tempat kerja atau sekolah ketika dapat menularkan penyakit:

   
-Orang yang mengendalikan makanan atau minuman dirumah tangga atau restoran.
   
-Orang yang pekerjaannya melibatkan hubungan pribadi secara dekat, misalnya petugas penitipan anak dan petugas kesehatan.
   
-Staf, anak-anak dan kaum remaja harus tidak menghadiri fasilitas penitipan anak atau sekolah ketika dapat menularkan penyakit
   
-Semua pasien harus berkonsultasi kepada petugas kesehatan yang menanganinya sebelum kembali bekerja, sekolah atau melakukan aktivitas harian.

Tidak ada perawatan khusus untuk penderita hepatitis A.  Kontak di rumah dengan pasangan seksual  dapat menularkan penyakit,  biasanya memerlukan suntikan Imunoglobulin. Obat tersebut dapat mencegah atau mengurangi penyakit jika diberikan dalam waktu dua minggu setelah kontak dengan orang yang dapat menularkan penyakit.

You may also like...

%d bloggers like this: