Penelitian Tentang Penyakit Poliomyelitis

Penelitian Tentang Penyakit Poliomyelitis
 

Global Polio Eradication Initiative (GPEI) World Health Organization

3Pada tahun 1988, saat diadakan Pertemuan Tahunan Badan Kesehatan Dunia yang ke 41, yang dihadiri delegasi 166 negara,  Badan Kesehatan Dunia atau WHO mencanangkan perang melawan penykait polio diseluruh dunia dan bertekad membuat dunia benar-benar bebas dari penyakit poliomyelitis pada tahun 2000. (catatan: tenggang waktu tahun 2000 telah terlampaui karena banyaknya kendala dan hambatan nasional dan internasional dalam masalah pemberantasan virus dan penyakit polio diseluruh dunia)
Sejak itu berbagai usaha telah dilakukan dengan sangat intensif oleh semua negara anggota PBB dan WHO, misalnya dengan National Immunisation Days, Pekan Imunisasi Nasional Polio/PIN Polio, dan semua program kesehatan masyarakat untuk mencakup seluruh lapisan masyarakat dengan vaksin polio oral yang diteteskan bagi semua bayi dan anak.

Imunisasi polio dilakukan sejak bayi lahir dirumah sakit atau klinik, yaitu pada saat sebelum bayi dan ibu dipulang kerumah masing-masing. Kemudian masih diberikan dosis berikutnya pada waktu berusia 2, 4 , 6 bulan dan dosis penguat atau dosis booster pada saat berusia diatas 1 1/2  tahun, 5 tahun dan 15 tahun.
Infeksi virus polio telah terjadi dimana-mana, namun dengan Program Eradikasi Polio WHO, banyak begain dunia telah dinyatakan bebas penyakit poliomyelitis, misalnya di Amerika, Eropah dan sebagian dari negara di Asia Pasifik, seperti Australia, New Zealand.
2Sayangnya hingga saat ini masih ada 4 negara yang dinyatakan sebagai daerah atau negara dengan penyakit polio endemik, yaitu di Nigeria di benua Afrika, Afganistan yang sedang dilanda konflik bersenjata, India dan Pakistan yang semuanya ada di benua Asia. Dari ke-empat negara tersebut, maka virus polio secara konsisten dan terus menerus menyebar ke negara tetangga bahkan antar benua, sehingga menciptakan bahaya dan kemungkinan terjadinya Kejadian Luar Biasa poliomyelitis dinegara lain, misalnya yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2005.
Selama masih ada negara atau daerah yang menjadi endemik penyakit poliomyelitis, maka status negara yang bebas polio pun selalu menjadi terancam, karena selalu ada kemungkinan virus polio ini akan sampai dinegara bebas polio tersebut sehingga menimbulkan Kejadian Luar Biasa penyakit polio.
Sebetulnya Indonesia telah bebas dari penyakit polio sekitar hampir 10 tahun lamanya, hingga tahun 2005, kita dikejutkan dengan kejadian luar biasa polio di desa Cidahu di Sukabumi, dan semenjak itu, kita disibukkan dengan berbagai program vaksinasi dan imunisasi polio untuk anak-anak dan bayi Indonesia, yang tampaknya mulai membuahkan hasil nyata dengan terkendalinya penyebaran kasus penyakit polio keluar dari daerah desa Cidahu Sukabumi sehingga tidak meluas jauh kedaerah lain. Sampai sekarang ini, sudah lebih 3 tahun kita sudah tidak menemukan kasus baru penyakit polio di Indonesia.
Dari penelitian sumber asal dan jenis virus polio yang menular di desa Cidahu, ternyata itu adalah virus polio type 1, yang berasal dari Nigeria yang terbawa oleh jemaah haji dan terbawa terus ke Indonesia.

 

%d bloggers like this: