Pengobatan Anemia Aplastik

Pengobatan Anemia Aplastik

anemia aplastik
Pasien anemia aplastik mengalami defisit sel darah baik itu sel darah merah, trombosit maupun sel darah putih. Ini menyebabkan pasien anemia aplastik mengalami anemia (kurang sel darah merah), cenderung mengalami perdarahan (kurang trombosit) dan rentan terhadap infeksi (kurang sel darah putih).

Anemia aplastik merupakan salah satu jenis anemia yang ditandai dengan adanya pansitopenia (defisit sel darah pada jaringan tubuh). Anemia aplastik berbeda dengan anemia biasanya. Anemia yang biasa hanya kekurangan sel darah merah saja, sedangkan anemia aplastik mengalami defisit sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Defisit sel darah pada sumsum tulang ini disebabkan karena kurangnya sel induk pluripoten sehingga sumsum tulang gagal membentuk sel-sel darah. Kegagalan sumsum tulang ini disebabkan banyak faktor. Mulai dari induksi obat, virus, sampai paparan bahan kimia.
Istilah-istilah lain dari anemia aplastik yang sering digunakan antara lain anemia hipoplastik, anemia refrakter, hipositemia progresif, anemia aregeneratif, aleukia hemoragika, panmielofisis dan anemia paralitik toksik.
Kasus anemia aplastik ini sangat rendah pertahunnya. Kira-kira 2 – 5 kasus/juta penduduk/tahun. Dan umumnya penyakit ini bisa diderita semua umur. Meski termasuk jarang, tetapi penyakit ini tergolong penyakit yang berpotensi mengancam jiwa dan biasanya dapat menyebabkan kematian.
Pada pria penyakit anemia aplastik ini lebih berat dibanding wanita walaupun sebenarnya perbandingan jumlah antara pria dan wanita hampir sama. Siapa saja berpeluang mendapat anemia aplastik ini.

Hal ini disebabkan karena kurangnya kadar trombosit dan kurangnya kadar leukosit. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, kadar leukosit dan trombosit ini menurun diakibatkan kegagalan sumsum tulang.

Istilah-istilah lain dari anemia aplastik yang sering digunakan antara lain anemia hipoplastik, anemia refrakter, hipositemia progresif, anemia aregeneratif, aleukia hemoragika, panmielofisis dan anemia paralitik toksik.

Pada dasarnya kasus anemia aplastik ini sangat rendah pertahunnya kira-kira 2-5 kasus/juta penduduk/tahun dan umumnya penyakit ini bisa diderita semua umur. Meski termasuk jarang, tetapi penyakit ini tergolong penyakit yang berpotensi mengancam jiwa dan biasanya dapat menyebebkan kematian.

Pada pria penyakit ini lebih berat dibandingkan wanita walaupun sebenarnya perbandingan jumlah antara pria dan wanita hampir sama. Siapa saja berpeluang mendapat anemia aplastik ini.
Pengobatan

*) Prinsip pengobatan yang dilakukan yaitu :

– Hilangkan penyebab

– Hindari trauma, terutama pada selaput lender dan kulit

– Hindari infeksi.

– Stimulasi sumsum tulang (Hemopoiesis) dimana hormone androgen mengalami testosterone dan oksimetolon

– Melakukan transfuse darah seminimal mungkin, jika Hb 8 – 9 gr / dl

– Mengganti stem cell yang rusak dengan cara mentransplantasi sumsum tulang

– Tindakan lain, yaitu diberikan :

* Kortikosteroid dengan trombositopenia berat

* Splenoktomi dengan kasus resisten

*  Immunosupresif dengan kausa immunologic.

%d bloggers like this: