Pengobatan Dan Penatalaksanaan Ataksia

Pengobatan Dan Penatalaksanaan Ataksia

1Ataksia (Ataxia) berasal dari bahasa Yunani “ataxis” yang artinya tidak teratur atau tidak terkoordinasi. Sehingga pasien dengan Ataksia, memiliki gangguan untuk mengontrol gerakan tubuhnya, karena terganggunya bagian otak yang mengatur fungsi koordinasi gerakan dan keseimbangan. Sebenarnya Ataksia bukanlah suatu diagnosa, tetapi Ataksia merupakan suatu gejala penyakit yang dapat diakibatkan oleh infeksi, kerusakan, atau perubahan degeneratif pada sistem saraf.
*) Pengobatan Ataksia
– Saat seseorang mengalami kehilangan keseimbangan, melantur ketika berbicara, sulit menelan makanan, dan kehilangan kontrol otot, segera hubungi dokter.

– Penderita ataksia mungkin memerlukan terapi fisik untuk membantu membangun kekuatan otot dan meningkatkan mobilitas.

– Terapi okupasi membantu pasien belajar melakukan tugas-tugas harian dan terapi wicara membantu seseorang meningkatkan kemampuan bicara.

– Tongkat atau alat bantu berjalan mungkin saja diperlukan. Begitu pula dengan alat bantu komunikasi yang membantu pasien berbicara lebih baik.

 

*) Penatalaksanaan Ataksia
 
2Ataksia yang didapat (non-genetik) dapat sembuh setelah penyakit dasarnya diobati. Tetapi ataksia yang diturunkan (genetik), hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan atau memperlambat kerusakan otak tersebut, sehingga yang dapat dilakukan adalah hal yang bersifat suportif untuk mengatasi kecacatan yang ditimbulkan, misal dengan terapi fisik seperti latihan berjalan, terapi okupasi agar pasien tetap dapat melakukan aktivitas sehari – hari yang sederhana, dan terapi bicara.
Ataksia sering muncul ketika bagian dari sistem saraf yang mengendalikan gerakan mengalami kerusakan. Penderita ataksia mengalami kegagalan kontrol otot pada tangan dan kaki mereka, sehingga menghasilkan kurangnya keseimbangan dan koordinasi atau gangguan gait (Glucosamine/chondroitin Arthritis Intervention Trial).

Ataksia Friedreich merupakan penyakit menurun yang menyebabkan kerusakan progresif terhadap sistem saraf sehingga menyebabkan gangguan gait dan masalah berbicara sampai penyakit jantung. Penyakit ini dinamakan seperti dokter Nicholaus Friedreich, yang pertama kali mendeskripsikan kondisi tersebut pada tahun 1980.

Ataksia yang merupakan gangguan koordinasi seperti kikuk atau gerakan canggung dan tidak kokoh, muncul pada banyak penyakit dan kondisi.

Ataksia Friedreich disebabkan kemunduran jaringan saraf pada urat saraf tulang belakang (spinal cord) dan saraf yang mengendalikan gerakan otot pada lengan dan kaki. Urat saraf menjadi tipis dan sel-sel saraf kehilangan serabut myelin.

Ataksia Friedriech, meskipun jarang merupakan ataksia yang paling sering diturunkan dan terjadi pada wanita dan pria dengan risiko yang sama.

%d bloggers like this: