Pengobatan Dyspareunia

Pengobatan Dyspareunia

1
*) Pencegahan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir dyspareunia adalah:

* Menggunakan salep anestetik bisa mengurangi nyeri. Nyeri dan kejang otot bisa dicegah dengan mengoleskan pelumas sebanyak mungkin sebelum melakukan hubungan seksual. Lebih baik digunakan pelumas dengan pelarut air, karena pelumas dengan pelarut minyak cenderung akan membuat vagian kering dan juga bisa merusak kondom dan diafragma.
* Lebih lama melakukan foreplay (pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual) bisa meningkatkan sekresi vagina. Wanita yang telah memasuki masa menopause bisa menggunakan krim estrogen atau pil estrogen untuk meningkatkan pelumasan vagina dan mengatasi efek penipisan dinding vagina. Infeksi dan peradangan vagina diatasi dengan obat yang sesuai. Jika vulva bengkak dan nyeri, bisa dikompres dengan verban yang telah dibasahi dengan larutan alumunium asetat.
*) Untuk meminimalkan rasa sakit para pasangan bisa melakukan beberapa perubahan rutinitas seksual:

   
* Beralih posisi

Jika nyeri dialami selama dorongan penetrasi, penis mungkin menekan serviks atau otot-otot dasar panggul sehingga menyebabkan sakit atau nyeri perut. Mengubah posisi dapat membantu mengatur kedalaman penetrasi yang baik.
   

* Berkomunikasi

Bicarakan dengan pasangan tentang apa yang terasa baik dan apa yang tidak.
   

* Foreplay lebih lama dapat membantu merangsang pelumasan alami. Rasa sakit dapat dikurangi dengan menunda penetrasi sampai wanita benar-benar merasa terangsang.
   

* Gunakan pelumas.

Pada beberapa wanita, pelumas yang mengandung gliserin dapat menyebabkan infeksi jamur. Baca label dengan hati-hati atau mintalah dokter untuk merekomendasikan produk yang layak dicoba.

*) Obat dan terapi Untuk Pernyakit Dispareunia

   
*Terapi Estrogen. Bagi kebanyakan wanita menopause, dispareunia disebabkan oleh pelumasan yang tidak memadai akibat tingkat estrogen yang rendah. Ini dapat diobati dengan krim resep, tablet atau cincin vagina fleksibel.
   

*Terapi Desensitisasi. Selama terapi, pasien belajar latihan relaksasi vagina yang dapat mengurangi nyeri. Terapis dapat merekomendasikan latihan dasar panggul (latihan Kegel) atau teknik lainnya untuk mengurangi rasa sakit sewaktu hubungan seksual.
   

*Konseling atau terapi seks. Jika seks telah terasa menyakitkan untuk waktu yang lama, pasien mungkin mengalami respons emosional yang negatif terhadap rangsangan seksual. Jika pasien dan pasangan menghindari keintiman karena hubungan seksual yang menyakitkan, pasien mungkin perlu meningkatkan komunikasi dengan pasangan dan memulihkan keintiman seksual. Berbicara dengan seorang terapis atau konselor seks dapat membantu mengatasi masalah ini.
*) Mungkin diperlukan pembedahan untuk:1

– mengangkat kista atau abses,

– membuka selaput dara yang kaku

– memperbaiki kelainan anatomi.

Diafragma yang sudah tidak sesuai lagi mungkin perlu diganti jenis, merek atau ukurannya; atau perlu dicoba metode kontrasepsi lainnya. Kadang diberikan obat pereda nyeri atau obat penenang.

yang dicari :

%d bloggers like this: