Pengobatan Sindroma Tourette

Pengobatan Sindroma Tourette

2Sindrom tourette adalah sebuah gangguan menurun ditandai dengan gerenyet urat syaraf otot sederhana dan kompleks dan vokal yang sering terjadi sepanjang hari setidaknya selama satu tahun.

Sindrom tourette adalah sering terjadi, mempengaruhi 1 dari 100 orang. Hal ini 3 kali lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Yang seringkali dimulai di awal masa kanak-kanak. Pada kebanyakan orang, gejala-gejalanya ringan dimana gangguan tersebut tidak dikenali.

Berikut Tatacara pengobatan sinndroma tourette, diantaranya:
* Jika gejala-gejala adalah ringan, obat-obatan bisa tidak diperlukan.
* Gerenyet urat syaraf sederhana: dokter biasanya pertama kali mencoba clonidine atau guanfacine. Clonidine, sebuah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, kadangkala membantu dan terutama sekali sangat berguna dalam mengendalikan gelisah dan perilaku obsessive-compulsive. Benzodiazepines, seperti clonazepam dan diazepam, bisa membantu. Obat-obatan ini adalah obat penenang ringan yang digunakan denga cara diminum.
* Gejala-gejala berat : obat-obatan antipsikotik kemungkinan digunakan untuk membantu menekan gerenyet urat syaraf tersebut, sekalipun psikosis bukan penyebab. Dosis yang paling rendah diperlukan untuk membuat gerenyet urat syaraf dapat menerima obat yang digunakan, dan dosis dikurangi sebagaimana gerenyet urat syaraf berkurang. Haloperidol, obat antipsikotik yang paling umum digunakan, adalah efektif tetapi lebih memiliki efek samping dibandingkan obat-obatan antipsikotik lainnya, seperti olanzapine, pimozide, dan risperidone.
2Efek samping pada antipsikotik bisa termasuk gejala-gejala serupa pada penyakit Parkinson (parkinsonism), gelisah, otot kaku, kontraksi otot tanpa sengaja yang terus-menerus (dystonias), pertambahan berat badan, pandangan buram, tidak bisa tidur, dan bosan, lambat berpikir. Tardive dyskinesia, yang terdiri dari gerakan tidak sengaja berulang-ulang, bisa terbentuk dan lama bahkan setelah obat tersebut dihentikan. Tidak dapat mengendalikan, lengan dan kaki terasa sakit, lidah menjulur keluar, dan bibir berlipat, berkerut, dan mengecap. Jarang tetapi efek samping yang lebih serius disebut sindrom neuroleptic malignant terdiri dari demam tinggi, tekanan darah tinggi, kerusakan otot, dan koma.

Menyuntikkan racun botulinum ke dalam otot yang membuat gerenyet urat syaraf tersebut bisa mengurangi gerakan tidak normal seperti dorongan yang mendahului mereka. Botulinum, racun bakteri yang menyebabkan botulism, digunakan untuk melumpuhkan otot-otot (dan untuk memperbaiki kerutan).

Perangsangan otak mendalam dianggap sebagai pengobatan percobaan untuk sindrom Tourette, tetapi kadangkala dilakukan di pusat khusus ketika gangguannya hebat dan obat-obatan sudah tidak efektif. Elektroda ditempatkan di bagian-bagian otak berpikir yang terlibat pada gerenyet urat syaraf.

%d bloggers like this: